A Bit about Soft Drink

17 Jan

Di Amerika Serikat istilah softdrink digunakan untuk membedakan minuman tersebut dari liquor (minuman beralkohol), sehingga minuman yang tidak beralkohol disebut softdrink. Dengan demikian softdrink dapat diperjual-belikan dengan bebas. Jika di wilayah utara Amerika Serikat yang beriklim subtropis dan dingin minuman beralkohol menjadi minuman favorit, maka Amerika Serikat bagian selatan yang tropis dan panas softdrink-lah yang populer.

Kita bisa mengindonesiakan softdrink sebagai minuman ringan, dengan asumsi bahwa benar minuman ini memang “ringan” status gizinya. Minuman ini, selain kadar gulanya yang tinggi, tidak memiliki zat gizi lain yang berarti. Kini, kita kenal berbagai jenis produk minuman ringan yang beredar di pasaran. Ada yang beraroma buah cola, ada yang berflavor buah jeruk, ada pula jenis flavor lain seperti rasa nanas, coffee cream, root beer hingga cream soda.

Di Australia yang disebut dengan softdrink adalah minuman tidak beralkohol baik yang ditambah CO2 (berkarbonasi) maupun yang tidak, jadi minuman kemasan lain yang siap diminum seperti teh, jus buah, bahkan air kemasan termasuk softdrink. Sedangkan di Indonesia istilah softdrink lebih populer untuk minuman berkarbonasi. Minuman yang tidak berkarbonasi tidak termasuk softdrink, seperti teh botol, jus buah dan sebagainya.

Sejarah Soft Drink

Abad 16 : Di Eropa telah ditemukan cara pemasukan CO2 ke air, tetapi bertujuan untuk terapi kesehatan menggunakan air mineral.

1767 : Priestley, seorang ilmuwan dari Amerika Serikat menemukan bahwa CO2 yang ditambahkan dalam air akan menyebabkan rasa masam.

1785 : Minuman ber-CO2 mulai diproduksi di Philadelphia, Amerika Serikat.

1886 : John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta-Georgia (AS), menemukan formula minuman yang dia sebut sebagai Coca-Cola. Minuman ini diberi flavor ekstrak “kacang” kola.

1898 : Caleb Bradham, seorang ahli farmasi dari New Bern-North Carolina (AS), membuat formula minuman berkarbonasi sendiri yang dia sebut “Brad’s Drink” yang akhirnya terkenal sebagai Pepsi-Cola. Sekarang menjadi brand kompetitor terkuat Coca Cola.

1905 : Claud A. Hatcher, seorang (lagi-lagi) ahli farmasi dari Columbus-Georgia (AS) menemukan formula minuman berkarbonasi yang dia sebut “Chero- Cola”. Sekarang menjadi Royal Crown (RC) Cola, produsen ketiga terbesar softdrink dunia

Komposisi Cola

Komposisi umum yang terdapat pada cola adalah : gula, pewarna karamel, kafein, asam fosforik (phosphoric acid), coca leaf, kola nut extract, lime extract, flavoring mixture, vanilla dan glycerin.

Gula biasanya diganti dengan sirup jagung dengan fruktosa tinggi (high fructose corn syrup), karena harga yang kurang terkontrol, dan perbedaan kadar manis tidak jauh berbeda. Pemanis buatan yang biasanya menjadi pilihan adalah aspartame karena rendah kalori, telah menggantikan cyclamates dan saccharin. Pemanis yang juga biasa digunakan adalah neotame, acesulfame, dan sucralose.

Komposisi terbanyak dalam soft drink adalah cola. Komposisi aktif pada cola nut adalah kafein dan theobromine.

Untuk bahan pengawet, sodium benzoate digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Kadar asam yang tinggi penting untuk pengawetan. Sodium citrate menjadi buffer terhadap asam sehingga pH tetap rendah. Potassium sorbate ditambahkan untuk menghambat jamur dan ascorbic acid digunakan sebagai anti oksidan.

Asam biasanya ditambahkan untuk rasa ‘menggigit’ pada cola. Asam yang biasa digunakan adalah phosphoric acid, memiliki pH 2,8 dan diklasifikasikan sebagai bahan korosif.

So, jangan kebanyakan minum minuman berkarbonasi, asam banget, kasian si perut :)

source : wikipedia, and other webs

Tags: , ,

Dimana Mekar Abadi?

17 Jan

13 Januari kemaren ada jobfair oleh JobsDB di Sabuga. Mencoba peruntungan aku datang kesana dan hunting beberapa posisi. Tentu saja marketing, sales, dan accounting tidak ku hiraukan. Aku masih ingin bekerja sebagai engineer. Salah satu perusahaan yang ku coba adalah PT. XX Indonesia. Kemudian hari Sabtunya, 14 Januari, aku mendapat SMS untuk mengikuti tesnya, di Kompleks Istana Mekarwangi, Jl. Taman Mekar Abadi I No.72. Setelah google-ing, ternyata alamat itu berada di sekitar Soekarno-Hatta-Moh, Toha. Jauh pisan.

Bersama seorang teman, akhirnya kami berangkat sekitar pukul 7 dari simpang Dago dengan menggunakan taksi (karena aku tidak yakin kami akan sampai jika menggunakan angkot). Memberitahukan alamat jelasnya pada Pak Supir, taksi pun melaju, melewati daerah-daerah yang belum pernah kulewati sebelumnya.

Akhirnya kami memasuki daerah perumahan Mekarwangi, dimana Mekar Abadi? Setelah bertanya pada satpam dan muter-muter, akhirnya sampai di alamat Jl. Taman Mekar Abadi I No72, many thanks to Pak Supir dan Pak Satpam. Ekspektasi kantor, ternyata hanya rumah biasa yang ada disana. Ada beberapa orang lainnya yang sepertinya juga akan mengikuti tes. Begitu memasuki bangunan itu, makin jelaslah kalau itu adalah sebuah rumah yang dipinjam (mungkin) untuk dijasikan tempat tes.

Tes dimulai sekitar pukul 8:15, psikotes biasa : menghitung dasar, padanan-lawan kata, mencocokkan gambar. Kemudian dilanjutkan dengan ‘tes koran’. Tes koran yang kumaksud disini adalah tes Kraeplien/Pauli, menjumlahkan angka-angka dari atas ke bawah. Aku berusaha mengerjakan dengan santai dan tetap fokus. Tes ini selesai sekitar pukul 10:30. Kami diminta menunggu hasil tes yang akan keluar pukul 13:30, dan langsung dilanjutkan dengan interview.

Aku dan temanku yang awam akan daerah ini, bingung hendak kemana. Pengumuman masih 3 jam lagi dan tidak mungkin untuk pulang dulu (mengingat usaha yang dibutuhkan untuk sampai kesini). Setelah diantar hingga jalan raya dimana angkot lewat, kami memutuskan untuk ke Carefour Kiara Condong. Menggunakan angkot Caheum-Cibaduyut, akhirnya kami sampai. Untungnya disana ada KFC dan Pizza Hut. Setelah memutari Carefour, kami makan di Pizza Hut memesan delight dan satu menu diskonan.

Mengisi waktu hingga pukul 1 dengan ngobrol dan makan, akhirnya kami kembali ke Mekar Abadi. Kami melanjutkan tes PAPI, melingkari panah-panah kecenderungan; kemudian menggambar. Jadwal interview-ku adalah 15:30, sekitar setengah jam lagi. Menunggu diluar sambil ngobrol hingga namaku dipanggil. Pewawancaraku adalah seorang ibu-ibu berkacamata, berbaju dan berkerudung ungu.

Si-Ibu-berkacamata-berbaju-dan-berkerudung-ungu : Mengapa kamu memilih jurusan teknik material?

Aku : Karena ilmu material mempelajari mulai dari hal-hal kecil dan ilmu ini masih akan terus berkembang (jawaban standar. hahaha..)

Ibu Ungu : Biasanya laki-laki yang suka akan hal-hal seperti itu, mengapa kamu bisa suka?

Aku : Oh iya? Mungkin karena pengaruh keluarga, Bu. Saya satu-satunya anak perempuan dan sejak kecil saya familiar dengan alat-alat otomotif.

Ibu Ungu : Kamu mengalami kesulitan tidak ketika bergaul dengan lingkungan kamu yang kebanyakan laki-laki?

Aku : Hah? Sejauh ini sih belum ada masalah Bu.

Si Ibu lanjut bertanya tentang bagaimana caranya aku beradaptasi di lingkungan yang kebanyakan laki-laki itu. Aku menjawab dengan sekedarnya. Toh memang selama ini aku masih baik-baik saja. Masih memiliki banyak teman dan belajar juga lancar-lancar saja. Kemudian pertanyaan berlanjut ke kesiapan jika aku ditempatkan di pabrik. Aku yang ga terlalu pilih-pilih mengiyakan. Diminta bekerja diluar daerah pun aku iya-kan. Pertanyaan berlanjut, membahas sifatku dan masalah apa yang kutemui dengan sifat yang seperti itu. Aku berusaha menjawab berdasarkan pengalaman.

“Ya interviewnya sampai disini saja. Silakan tunggu kabarnya dua minggu lagi”

Giliranku selesai, namun si teman belum juga dipanggil-panggil hingga emosi. Namun begitu gilirannya tiba, interviewnya cepat sekali. Hahaha…

Kami pulang dengan Damri hingga Stasiun, kemudian dilanjut dengan angkot Stasiun-Dago. Aahh.. begitu sampai dirumah aku ingin tiduran sambil nonton.

Tersesat di Bekasi

15 Jan

Aku sedang liburan di Kelapa Gading ketika menerima telepon dari PT. XXX untuk mengikuti tes dan interview. Alamatnya di Jl. Raya Narogong Km. 9, Bojong Menteng, Bekasi. Aku yang sebelumnya belum pernah ke Bekasi awalnya agak ragu untuk datang kesana.
Langkah awal yang aku lakukan adalah membuka Google Maps, mengetik alamat pada kolom search. Dari situ aku tahu bahwa daerah itu berada di Bekasi Selatan.
Kemudian membuka Google, mengetik kata kunci “bus travel kelapa gading bekasi”. Tidak banyak informasi yang bisa aku dapat. Kemudian aku mencoba pada seorang teman, bagaimana caranya menuju PT. XXX itu.
Jawaban temenku :
“Dari terminal Pulogadung, naik elf, turun di pintu tol bekasi barat, nyebrang, naik angkot 25 turun di Rawa panjang, naik angkot 11, turun di depan PT. XXX”

Berbekal navigasi darinya aku berangkat pukul 6:30 menuju Pulogadung, berharap sebelum pukul 9 sudah tiba disana. Di Pulogadung aku bertanya kesana kemari angkutan apa yang harus aku naiki jika ingin ke Bekasi Barat. Mengabaikan nasihat temenku untuk menggunakan elf, aku malah naik bus. Ngetem. Lama. Gelisah. Akhirnya bus mulai jalan sekitar pukul 8. Kegelisahanku makin menjadi ketika jalanan macet, membuatku ngantuk. Ketiduran.
Aku terbangun ketika si Bapak Kondektur mencolek bahu meminta ongkos.
“Pintu tol Bekasi Barat, Pak.” kataku sambil memberikan uang duapuluh-ribu-an. Kembalian enambelas-ribu.

Akhirnya pintu tol Bekasi Barat keliatan, aku bersiap turun.

Ketika turun, lucunya (atau horrornya), rokku terinjak oleh salah seorang penumpang. Bis jalan sementara aku sudah turun sambil menarik-narik rok. Langsung terbayang scene ‘Final Destination’, aku terseret-seret bis yang sudah jalan. Alhamdulillah scene itu tidak terjadi karena si-orang-yang-menginjak-rokku itu sadar yang memindahkan kakinya.
Aku menepi untuk menenangkan diri dan berpikir. Haruskah aku menyeberang untuk naik angkot 25 menuju Rawa panjang?
Sebagai trial, aku menyetop salah satu angkot 25 dan bertanya apakah lewat Rawa panjang. Mendengar jawaban “Ya”, aku langsung naik tanpa pikir panjang. Sepanjang perjalanan aku terus melihat kanan-kiri mencoba mencari kata-kata “Rawa panjang” dan angkot bernomer 11.

Melihat tulisan ‘Halte rawa panjang’ dan kemudian ada angkot 11 yang lewat, aku memutuskan untuk turun. Menyetop angkot 11 dan bertanya “Lewat PT. XXX, Pak?” Berharap jawaban ‘ya’, ternyata malah “Bukan, Neng. Nyebrang, yang ke arah sana” kata si Bapak sambil menunjuk ke arah yang berlawanan. Aku langsung lemes. Menyeberang. Mencari ojek. Bertanya. Akhirnya naik ojek, walaupun si Mang Ojek nya juga ga tau PT. XXX itu dimana.

Jl. Raya Narogong. Mataku aktif kanan kiri, hingga akhirnya aku menemukan sebuah bangunan bertuliskan PT.XXX. Turun. Limabelas-ribu. Makasih Mang.
Banyak truk-truk di depan perusahaan ini, aku excited entah kenapa.
Bertanya pada satpam, menyampaikan maksudku untuk bertemu si mbak-mbak yang nelpon kemarin. Sempat melihat jam di pos satpam itu, 9:30. Telat. Aku menukarkan KTP dengan kartu ‘Visitor’, kemudian menuju lobby.
Tak lama menunggu, si mbaknya datang dan langsung bertanya, “Kok baru nyampe?” “Err.. Maaf mbak, saya nyasar”, menjawab dengan agak malu.

Diberi formulir untuk diisi dan aku kemudian diberi soal matematika dasar yang harus dikerjakan dalam waktu 1 jam.
Tepat 1 jam, aku selesai mengerjakan semuanya walau tidak yakin benar semua.
Kemudian ada tes mencocokkan gambar dalam 3 menit. Aku menyelesaikannya dengan terburu-buru kurang dari 3 menit, semoga tidak menimbulkan efek buruk pada hasilnya. Setelah itu aku diberikan soal pernyataan ‘ya-atau-tidak’ mengenai minat, bakat, dan sifat. Tes terakhir adalah menggambar. Rumah, pohon, laki-laki, perempuan, dan gabungan dari keempat gambar itu. Tak cukup, tes gambar ditambah dengan aku harus menggambar beberapa benda yang disebut dengan menuliskan urutannya. Selesai, 12:30.

Aku diberi makan siang, Alhamdulillah. Sejak tadi perutku memang ribut minta makan.
Aku kemudian diminta menunggu untuk interview. Dan ini agak lama. AC nya terlalu dingin. Aku ingin ke toilet, tapi tiap kali aku ingin ke toilet selalu saja ada orang yang duluan masuk. Menahan. Sambil menunggu aku mencari tahu travel ke Bandung. Bersyukur memiliki si ‘Uchun’, smartphone-ku, aku tahu ada Cipaganti di Bekasi Cyber Park. Namun si Uchun hidupnya tinggal 17%. Gawat. Perjalananku masih panjang, aku butuh dia. Segera ku matikan Wi-Fi dan data transfer. Membuka task killer, mematikan semua aplikasi yang berjalan.

Aku kembali ingin ke toilet, tapi kemudian ada mas-mas yang memanggil untuk interview. Aku ditanya tentang TA, KP, dan pengalaman yg kutulis di CV. Si Mas bercerita tentang profil perusahaannya. Aku hanya memasang muka antusias, dan berharap interviewnya cepat berakhir. Aku ingin ke toilet!

Dan akhirnya selesai. Begitu keluar ruangan, aku langsung menuju toilet. Aku masih diminta untuk menunggu, bagaimana keputusan atasan di mas tadi. Apakah aku ingin di interview lagi atau tidak. Walau tidak selama yang tadi, tapi aku cukup bosan.
Tak berapa lama si mbak nyamperin dan bilang, “Makasih Mbak Sari, pengumumannya 3 hari lagi. Jika lolos, akan kami hubungi, namun jika tidak ada kabar berarti belum berhasil”. OK. Aku pamit.

Perjalanan pulang, aku harus ke Bekasi Cyber Park. Aku naik angkot 11 yang berlawanan arah. Di angkot aku membuka Google Maps, dan mencoba memperoleh ‘direction’. Aku mengerti. Kembali mematikan data trasnfer untuk menghemat baterai.
Di perjalanan aku mengenali rute ini, ini adalah rute yang tadi aku lewati. Aku mencoba untuk kembali ke posisi sekitar tol bekasi barat. Namun tiba-tiba saja aku bingung dan tidak mengenali daerah yang dilewati angkot ini. Solusinya, aku langsung turun, mencari ojek dan bertanya. Apa jadinya aku tanpa mang ojek.

Sampai di Bekasi Cyber Park, langsung reservasi Cipaganti, berangkat jam 4. Masih ada setengah jam lagi, aku ngemil french fries dan milo di McD. Si Uchun sudah tidur, harus diberi makan-dicharge, tidak bisa lagi menemani dan membantu.
Aku sampai Bandung sekitar jam 5:30, di pool Pasteur. Langsung naik angkot Sarijadi. Turun disekitar Wastu Kencana dan nyambung ke angkot Caringin-Sadang Serang.

Nyampe Kebon Kembang, dan bodohnya aku lupa bawa kunci rumah! Mengetok-ngetok, dan sepertinya tidak ada orang dirumah. Mang nasi goreng depan rumah bilang, lagi ga ada orang di rumah. Aku pergi lagi, lapar, mencari tempat makan yang dekat. Akhirnya ke Superindo, belanja ntah apa untuk mengisi waktu, kemudian makan di KFC. Jam 7. Makan selesai. Mencoba menyalakan Uchun. Menelepon Mega, apakah dia sudah dirumah, minta tolong dibukain pintu. Tepat aku selesai bicara, si Uchun tidur lagi. Alhamdulillah aku bisa pulang.

Untuk perjalanan kali ini, many big thanks for Mang Ojek di Jakarta dan Bekasi, Mang Angkot Jakarta dan Bekasi, Bapak Kondektur Bis Pulogadung-Bekasi, Pak Satpam, Mas & Mbak PT. XXX., my friend for ur navigation, and my lovely Uchun!

Tags:

cerita c i n T A

17 Apr

Sudah lama sekali saya tidak bercerita, padahal banyak sekali yang ingin saya ceritakan.
Mungkin saya akan mulai kembali untuk mengisi blog ini dengan cerita2 saya yang kadang emang ga jelas. haha…

Tidak terasa saya sudah menyandang status SWASTA, ‘mahasiswa tingkat akhir’ atau ‘mahasiswa stress TA’ atau ‘sudah waktunya anda selesaikan tugas akhir’, apapunlah itu. Yang jelas dua huruf T dan A itu cukup membuat saya stress, labil, kehilangan arah selama beberapa waktu.
Jadi begini ceritanya..

TA saya adalah tentang Aluminum Alloy untuk Piston. Saya harus mencari tahu komposisi kimia apa yang tepat agar properties piston yang dihasilkan maksimum, dan mengapa seperti itu. Selain itu saya juga akan menganalisis hasil coran paduan aluminum-silikon yang sudah dikerjakan oleh dosen pembimbing saya (saya memanggil beliau ‘babeh’) baik dari struktur mikro maupun fenomena makronya. Dari situ akan diketauhi bagaimana proses solidifikasinya dan pengaruh komposisinya dimana.

Proses menuju ke topik ini pun panjang ceritanya. Saya sudah ganti topik 3 kali kalau dipikir-pikir. Tapi yasudahlah. Toh ini masih dalam ranah pekerjaan yang saya sukai.

Kembali ke cerita aluminum. Ketika saya bimbingan (dan harusnya melaporkan progress) pada babeh, selalu saja ada pertanyaannya yang membuat saya merasa sangat bodoh dan tak bisa berkutik. Tapi itu yang saya sukai dari babeh. Saya jadi merasa terpacu untuk lebih tahu dengan membaca jurnal lebih banyak.
Suatu hari terjadi percakapan antara babeh dan saya
Babeh : komposisinya apa aja si paduan piston itu?
Saya : ada Al, Si, P, Sr pak.
Babeh : itu aja? Ni ada ga kira2?
Saya : ada pak, maksimal hanya ditambahkan 0,04%
Babeh : buat apa emangnya Ni? kenapa hanya 0,04?
Saya : biar tahan temperatur tinggi pak tapi saya belum tahu kenapa hanya 0,04.
Babeh : kenapa paduang yang ditambahin Ni jadi bisa tahan temperatur tinggi?
Saya : hmm.. mm….

Dan begitulah mulut saya terbungkam. Dan hari-hari berikutnya saya isi dengan membaca buku, jurnal, dan googling mengapa nikel bisa menyebabkan paduan tersebut tahan temperatur tinggi.
Asumsi saya adalah (setelah membaca tentu saja) nickel akan membentuk intermetallic phase pada batas butir. Tapi saya juga belum tahu kenapa si intermetallic phase itu memicu ketahanan terhadap temperatur tinggi. Saya masih harus banyak membaca memang.

Dan tanpa terasa hampir sebulan telah berlalu sejak terakhir kali saya berdiskusi dengan babeh. Saya masih merasa tenang-tenang saja, terbukti dengan mengesampingkan jurnal dibanding mengasisteni praktikum dan membantu di PM ataupun malah melakukan hal yang tak jelas. Sampai akhirnya saya dibuat resah gelisah takmenentu, karena satu tweet teman saya yang sedosen.
Isi tweetnya kurang lebih begini :
“Sar, ditanyain si babeh tuh. Kamu kemana aja?”

Bingung, pusing, stress, dan akhirnya saya merasakan apa yang dulu kakak-kakak saya rasakan.

Menindaklanjuti hal itu, saya kembali berusaha fokus dan bertemu dengan babeh kembali. Setelah bertemu babeh saya sadar bahwa tidak harus sudah ada progress baru ketemu (walau emang sebaiknya begitu) yang penting ketemu rutin. Dan yang jelas saya merasa ter-charge kembali setelah bertemu babeh.

Hidup Babeh!

Tags: , , ,

HARDENABILITY DAN PERCOBAAN JOMINY

24 Feb

Tujuan Praktikum

  • Mengetahui sifat mampu keras (hardenability) material
  • Mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap sifat mampu keras material
  • Mengetahui prosedur percobaan Jominy dan menganalisis sifat mampu keras material
  • Memahami penggunaan dan cara  pembuatan diagram CCT (Continuous Cooling Transformation)

Teori Dasar

Hardenability adalah ukuran kemampuan suatu material untuk membentuk fasa martensite. Hardenability dapat diukur dengan beberapa metode. Diantaranya metode jominy dan metode grossman. Dari metode tersebut kita akan mendapatkan kurva antara harga kekerasan dengan jarak quenching dari pusat quench.

Asumsi :

Ø  Laju pendinginan sangat lambat

Ø  Laju Pemanasan lambat

Ø  Terjadi mekanisme difusi (perpindahan atom secara individual dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah)

Pembentukan martensit terjadi karena baja yang telah dipanaskan sampai suhu austenitnya didinginkan secara cepat/ diquench, sehingga atom karbon tidak sempat berdifusi dan hanya sempat bergeser mengisi rongga-rongga tetrahedral dan oktahedral pada struktur FCC austenit. Karena terisinya rongga-rongga tersebut sehingga mengakibatkan tidak teraturnya bentuk struktur FCC (laticce site lebih panjang) sehingga terjadi distorsi latis menjadi BCT. Efek ini disebut dengan “Efek Tetragonalitas”.

Proses Heat Treatment :

Full annealing adalah proses menaikan temperatur secara perlahan sekitar 50 ºC (90 ºF) diatas Austenitic temperature line A3 atau ACM pada baja Hypoeutectoid (steels with < 0.77% Carbon) dan 50 ºC (90 ºF) pada baja Hypereutectoid (steels with > 0.77% Carbon).

Spesimen ditahan sampai semua fasa berubah menjadi austenite. Kemudian secara perlahan didinginkan degan laju pendinginan sekitar 20 ºC/hr (36 ºF/hr).

Butir hasil full annealing akan memiliki struktur coarse pearlite yang mengandung ferrite atau cementite tergantung baja hypo atau baja hyper.baja hasil full annealing bersifat lunak dan ulet

Normalizing adalah proses pemanasan melebihi temperatur 60 º C (108 ºF),diatas garis A3 atau ACM sampai daerah Austenite. Agar pada temperatur ini seluruh fasa berubah menjadi austenite. Kemudian dikeluarkan dari tungku dan didiamkan pada temperatur kamar. Struktur butir yang didapat adalah fine pearlite dengan kelebihan ferrite atau cementite. Material hasil normalizing lunak. Proses normalizing lebih murah daripada full annealing karena tidak ada biaya untuk pengaturan pendinginan tungku.

Spheroidization adalah proses annealing dengan kadar karbon yang tinggi (Carbon > 0.6%) yang kemudian akan di cold working atau di machining. Panaskan spesimen sampai temperatur dibawah garis A1 atau 727 ºC (1340 ºF) tahan temperatur dalam waktu yang lama lau dinginkan perlahan. Metode ini akan menghasilkan struktur dimana semua cementite berada dalam bentuk bulatan kecil (spheroids) yang terdispersi dalammatriks ferrite. Spheroidization meningkatkan ketahanan terhadap abrasi.

 

ANALISIS DATA

Pada percobaan ini, benda kerja dipanaskan dulu pada temperatur austenisasinya untuk mendapatkan austenit yang homogen, diatas 727oC, yaitu pada 875oC selama 30 menit, agar panas merata ke seluruh bagian spesimen. Benda kerja dipanaskan sampai fasanya menjadi austenit (g). Kemudian diquenching, didinginkan dengan cepat, melalui metode water jet pada bagian bawah spesimen. Pendinginan cepat ini bertujuan untuk membentuk martensit yang bersifat keras. Dari data hasil praktikum terlihat distribusi kekerasan yang tidak merata. Semakin jauh dari pusat quench, kekerasan semakin rendah. Hal ini disebabkan oleh  laju pendinginan yang tidak merata. Daerah yang dekat dengan pusat quench akan memiliki kekerasan yang tinggi karena laju pendinginan yang cepat sehingga banyak martensit yang terbentuk. Namun semakin jauh dari pusat quench laju pendinginan melambat, sehingga martensit yang terbentuk tidak sebanyak sebelumnya sehingga harga kekerasan menurun. Pada percobaan ini martensit yang terbentuk tidak sempurna pada keseluruhan bagian spesimen.

Berbeda dengan metode quench celup, harga kekerasan akan merata, namun akan terjadi vapour blanket di sekitar spesimen karena medium quench atau spesimennya statis. Vapour blanket adalah uap air di sekitar spesimen yang terbentuk karena air menguap, fenomena ini dapat dihilangkan dengan mengaduk medium quench atau menggoyangkan spesimen.

Martensit terbentuk dari fasa austenit. Pada awalnya baja memiliki fasa ferrite (BCC) kemudian dipanaskan hingga fasanya menjadi austenite (FCC), jika didinginkan secara lambat akan menghasilkan pearlite (BCC), namun dalam percobaan ini baja didinginkan dengan cepat sehingga terbentuk martensite (BCT). Pada pembentukan martensite, yang terjadi bukanlah difusi, melainkan mekanisme geser. Pada FCC, atom-atom C menempati rongga oktahedral. Jika pendinginan dilakukan dengan lambat maka atom C tetap pada posisi oktahedral, namun ketika didinginkan dengan cepat atom C menempati rongga tetragonal dengan mekanisme geser, dan strukturnya menjadi BCT (Body Centered Tetragonal).

Pengaruh laju pendinginan terhadap pembentukan martensit dapat dilihat pada diagram CCT. Spesimen pada percobaan ini adalah AISI 4142, baja dengan 0.4-0.45% C, 0.75-1.00% Mn 0.8-1.10%  Cr, sehingga diagram CCT yang digunakan adalah diagram CCT hypoeutectoid.

AISI 4142 memiliki kadar karbon medium, implikasi pada diagram CCT nya adalah, hidungnya tidak terlalu dekat dengan sumbu vertikal dan garis martensite start yang tidak terlalu rendah, memungkinkan terjadinya martensite 100% walaupun pendinginan tidak terlalu cepat.

Hardenability band yang didapatkan dari literatur ditunjukkan pada gambar disamping. Jika dibandingkan dengan data yang didapat pada hasil praktikum, pada jarak quenching awal kurva hardenability terletak dibawah hardenability band, dibawah batas minimum hardenability band. Artinya spesimen ini memiliki sifat hardenability yang kurang baik. Seharusnya secara teoritis, baja karbon medium memiliki hardenability yang baik, dan kurva hardenability nya berada pada hardenability band.

Kurva hardenability yang didapatkan lebih landai dibanding hardenability band nya. Hal ini menunjukkan sifat hardenability spesimen yang kurang baik.

Penyimpangan ini terjadi mungkin karena kadar karbon yang tidak sesuai standar sehingga menimbulkan perbedaan harga kekerasan dengan yang seharusnya. Namun, hanya sebagian kurva yang berada dibawah hardenability band, sehingga kemungkinan faktor penyebabnya bukan kadar karbon. Jika penyebabnya adalah kadar karbon, maka keseluruhan kurva hardenability akan berada dibawah hardenability band.

Kemungkinan yang lain adalah ketidakhomogenan panas pada spesimen ketika di dalam tungku, menyebabkan proses hardening tidak maksimal. Hal lain yang dapat mempengaruhi adalah ketika akan melakukan proses quenching, spesimen terlalu lama berada di temperatur ruangan sehingga sempat mengalami pendinginan lambat. Pendinginan lambat ini dapat menyebabkan harga kekerasan menurun.

Jika dilihat hasil struktur mikro spesimen, pada titik 1 terlihat sangat banyak martensit yang terbentuk. Fasa martensit adalah yang berwarna hitam. Pada titik 10 keberadaan martensit mulai berkurang. Semakin jauh dari titik pusat quenching keberadaan martensite semakin berkurang. Hal ini menunjukkan nilai kekerasan spesimen yang semakin berkurang.

 

*ini adalah cuplikan dari Laporan Praktikum Labtek 2 saya.

If you need the whole document, you can mail me : laruku.riyu@yahoo.co.id

Tags: , , , , ,

STRUKTUR DAN SIFAT SERAT RAMIE (Boehmeria nivea (L) Gaud) JIKA DIBANDINGKAN DENGAN SERAT KAPAS (Gossypium hirsutum L.)

24 Feb

ABSTRAK

Industri tekstil Indonesia masih mengandalkan kapas impor yang rata-ratanya mencapai 454-762 ribu ton dan menyerap devisa US$600-650 juta karena produksi kapas dalam negeri berkisar 1.600-2.500 ton atau kurang dari 0,5% dari kebutuhan. Oleh karena itu emerintah mulai beralih untuk mencari serat alam lain sebagai pengganti serat kapas.

Serat ramie (Boehmeria nivea (L) Gaud) mulai dijadikan sebagai alternatif untuk menggantikan serat kapas (Gossypium hirsutum L.) dalam industri tekstil. Hal ini disebabkan oleh sifat mekaniknya yang tidak jauh berbeda. Serat ramie memiliki kekuatan tarik mencapai 870 MPa sedangkan serat kapas mencapai 850 MPa. Keunggulan serat ramie lainnya adalah kekuatannya yang meningkat ketika basah dan lebih tahan terhadap bakteri.

Sifat mekanik serat ramie dan serat kapas sangat dipengaruhi oleh mikrofibril pada selulosanya sedangkan sifat ketahanan bakteri dipengaruhi oleh penampang longitudinal dari serat.

 

*ini adalah cuplikan abstrak dari laporan mata kuliah Tugas Teknik Material saya. Kepada siapapun yang ingin berdiskusi, bisa email : laruku.riyu@yahoo.co.id

Tags: , , , ,

LAPORAN PRAKTIKUM LABTEK III : Proses Pembuatan dan Karakterisasi Komposit

16 Apr

Latar Belakang

Banyak teknologi modern saat ini memerlukan material dengan kombinasi sifat yang tidak biasa yang tidak bisa dipenuhi oleh paduan logam, keramik, maulun polimer. Biasanya material dengan properties tidak biasa ini dibutuhkan untuk lingkungan aerospace, under water, dan beberapa aplikasi transportasi. Kombinasi beberapa sifat material ini dikembangkan dalam bentuk material komposit.

Komposit adalah gabungan dua material atau lebih secara makroskopis untuk memperoleh sifat material yang diinginkan. Teknologi material terus dikembangkan, untuk mendapatkan material dengan kekuatan lebih dan dengan bahan yang lebih efisien dapat dilakukan dengan teknologi komposit. Komposit terdiri dari dua komponen yaitu matriks dan penguat. Matriks berfungsi sebagai pengikat, pelindung terhadap pengaruh lingkungan.

Kelebihan material komposit adalah sifat mekanik spesifiknya tinggi, ketahanan korosi yang tinggi, mudah dibuat dan serat dapat diatur sesuai dengan arah pembebanan. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap sifat komposit adalah sifat dari matriks dan penguatnya, fraksi volume matriks dan penguatnya, proses pembuatan, dan interface antara matriks dan penguat.

Tujuan Praktikum

  1. Mempelajari proses pembuatan komposit dengan teknik wet hand lay up
  2. Mempelajari teknik-teknik karakterisasi komposit, khususnya karakterisasi sifat mekanik dengan uji tarik
  3. Mempelajari pengaruh dan cara penyusunan (stacking sequence) komposit terhadap sifat mekaniknya

TEORI DASAR

Untuk membuat komposit ada beberapa metode yang digunakan, bergantung pada matriks yang ingin digunakan, termoset atau termoplas. Pembuatan komposit dengan matriks termoset adalah wet hand lay up, spray up, prepreg lay up, compression molding, liquid molding (RTM, VARI, VARTM), pultrusion, dan filament winding. Sedangkan pembuatan komposit dengan matriks termoplas adalah prepreg lay up, compression molding, diaphragm forming, injection molding, pultrusion, dan roll forming.

Metode pembuatan komposit yang paling mudah digunakan adalah metode wet hand lay up. Pada pembuatan komposit dengan metode ini menggunakan preform yang kemudian dituangkan resin sambil ditekan dengan roll. Walaupun metode ini mudah dilakukan, namun kelemahan dari metode ini adalah produk yang dihasilkan bisa berbeda kualitasnya karena pengaruh gaya penekanan yang berbeda-beda.

Karakterisasi material komposit mencakup karakterisasi sifat fisik, mekanik, atau termal. Karakterisasi sifat mekanik yang dilakukan salah satunya adalah melalui uji tarik. Dari uji tarik akan didapat sifat – sifat : tensile strength, modulus elastisitas, poisson’s ratio, dan strain at failure.

Sifat-sifat mekanik material komposit ini dapat diprediksi jika kita mengetahui sifat-sifat material penyusunnya, matriks dan fibernya.

Pembuatan Komposit dengan Metode Wet Hand Lay Up

Serat                              :  E-Glass

Matriks                         :  Polyester

Stacking Sequence   :  0/90, 0/90, 0/90, 0/90, 0/90

Metode                         :  Wet Hand Lay Up

Uji Tarik Komposit

Spesimen                                  :  Fiber Reinforced Plastic

Stacking Sequence               :  0/90, 0/90, 0/90, 0/90, 0/90

Panjang uji (gage length)  :  150 mm

Lebar                                          :  25 mm

Tebal                                          :  Arah 90 : 32 mm, Arah  45 : 31 mm

Jumlah spesimen                  :  2

ANALISIS DATA

Proses manufaktur komposit yang digunakan pada praktikum ini adalah proses wet hand lay up, dengan fiber E-Glass dan matriks polyester thermoset. Pada peroses pembuatan komposit dengan menggunakan matriks termoset diperlukan waktu curing untuk reaksi crosslinking termoset. Reaksi curing ini merupakan reaksi eksoterm oleh karena itu ketika memegang resin terasa panas. Ketika mencampurkan resin dengan katalis, komposisinya kurang sesuai sehingga gel time terjadi lebih cepat. Reaksi curing ini memakan waktu yang lama oleh karena itu komposit baru kering setelah dua hari didiamkan.

Ketika dilakukan uji tarik, spesimen dengan arah 90o tidak patah, hanya rusak saja, namun spesimen arah 45o patah. Pada praktikum ini, didapatkan nilai tensile strength untuk arah 90o adalah 0,1787 GPa sedangkan untuk arah 45o adalah 0,0030. Nilai modulus elastisitas untuk arah 90o adalah 6,687 GPa dan untuk arah 45o adalah 0,2246 GPa. Nilai untuk arah 45o lebih kecil jika dibandingkan dengan arah 90o. Hal ini terjadi karena pada arah 90o pembebanan yang dilakukan searah dengan arah serat, sehingga memerlukan energi dan kekuatan lebih untuk mematahkan spesimen. Sementara pada arah 45o, arah pembebanan tidak searah dengan arah serat sehingga hanya dengan gaya yang tidak terlalu besar spesimen sudah patah.

Nilai-nilai yang telah didapatkan pada praktikum ini jika dibandingkan dengan literatur, maka nilainya berada diantaranya. Pada literatur tensile strength E-Glass adalah 3,45-3,79 GPa dan tensile strength polyester adalah 0,05-0,075 GPa sedangkan nilai tensile strength FRP yang didapat melalui pengujian adalah sebesar 0,1787 GPa. Demikian pula dengan modulus elastisitas, untuk E-Glass sebesar 69-72 GPa dan untuk polyester sebesar 3,1-4,6 GPa, sedangkan modulus elastisitas FRP yang didapatkan melalui pengujian adalah sebesar 6,686 GPa. Hal ini menunjukkan properties FRP yang berada pada range properties matriks polyester dan serat E-Glass.

Penggunaan serat E-Glass pada pembuatan komposit ini adalah karena nilai modulus elastisitasnya yang sama pada arah transversal dan arah longitudinal berdasarkan literatur, yaitu 70 GPa.

Poisson’s ratio adalah perbandingan regangan arah longitudinal dan arah transversal. Dari praktikum ini didapatkan nilai poisson’s ratio untuk komposit arah 90o adalah nol, karena tidak terjadi perubahan lebar pada spesimen, sementara nilai poisson’s ratio untuk komposit arah 45o adalah 1,0909 karena terjadi perubahan lebar dan panjang.

*hanya ingin laporan praktikum saya terdokumentasikan..

*jika ingin tau lengkapnya bisa email ke saya : laruku.riyu@yahoo.co.id =D

Toward Peacefull World through Community Development

4 Dec

Nowadays, world peace is a hot issue; many media make something with this background, like music, film, and others. While lots of people persuade others about the importance of world peace, the other side talks about how they can establish this peace with their own way.

World peace theoretically possible, while some people believe that it is impossible, Utopian. A peaceful world is a world that all of the citizens can fulfill their needs and wants with their own effort. So, the keyword is ‘to fulfill their needs and wants’. Extremely, this social inequality happens because one side can fulfill their needs even more than he needs and other side can fulfill none of their needs. This inequality can catalyze conflicts which happen because the inadequate side feels not fair, and the adequate side feels suitable for that over condition.

In Thermodynamics we study ‘Chemistry Equilibrium Law’, a system will gain equilibrium state if the energies prevalent distributed, inflows equal outflows. Then  we applicate this law in social life, our system will gain its equilibrium if the adequate side share their surplus to the inadequate side, so both of them are in same position, equal. But, because the variable is free –independent – many determinants could affect it, such as the conditions of system or environment. Whereas, this system and environment’s conditions can be undefined, because human character cannot be predicted easily. Then, it will be so difficult to gain this equilibrium state in our system because the conditions are undefined.

Simply, let see in actual life. In a region, there are rich people and poor people. The quantity of the rich people is four, and the poor is six. If every rich people share their meals to all poor, so the poor can eat too, same meals that the rich eat, and finally that region will gain the equilibrium state. This equilibrium state makes people can fulfill their needs.

This equilibrium state can be reached by many ways and community development is one of the ways.

What is Community Development?

Community development is a development process where the society initiates to begin social activities to fix their own situation and condition, such as economic, social, cultural or environmental situation (Christenson and Robinson). The society uses their own potential to solve their problems; so if the developer left, that society can stand on their own feet.

Three objectives of development (Todaro) :

  1. Increase in levels of living everyone
  2. Making conditions that enable the growth of self-esteem
  3. Increase in freedom from servitude

Community development is a sustainable process that can reach the objectives.

What is the relation between community development and world peace?

In Calculus we study Integral Theory, the numerical measure of the area bounded above by the graph of a given function, below by the x-axis, and on the sides by ordinates drawn at the endpoints of a specified interval; the limit, as the norm of partitions of the given interval approaches zero, of the sum of the products of the function evaluated at a point in each subinterval times the length of the subinterval (dictionary.com).  Integral method used when we want to search the wide of a graph, we part it into small, calculate the wide of the small part, then sum up all the small part.

Community development can be applicated like that. Maybe community development that I am doing now only have small impact, but my other friends that doing community development in different place will make this small piece puzzle accumulated and integrated. With North Pole as top limit and South Pole as down limit, a unity, integration, a better World can be reached. Then, if through community development every society can fulfill their needs and wants with their own strength, so the frictions between societies will be reduced, and a small step toward world peace is done.

More than 4 billion people live at the bottom of the pyramid (BOP) on less than $2 per day. Not much foundations or institutions that really focus on helping the society on this aspect. Precisely, what is happening is throwing that responsible each other, private sector says ‘waifs and stray are maintain by government, so they are not in our responsibility’ and government says ‘we should eradicating poverty together’.

This 4 billion people is community development objects. Community development can touch this class of people, because so many inequalities here. More than half people in this world are touched by community development. And if all 4 billion people really touched and community development in each society can run fluently, so a peaceful world could be established.

How a community can fulfill their own needs and wants?

The keywords are: active participation from society, prevalent access and information, and continuity. Community development use that society’s potential, in other words use an innovative approach. If the community doesn’t have the knowledge or potential to solve happened problems, what can we do is transfer knowledge from outside, so that community has the knowledge and ability to solve their problems. Then, involve the community actively to discuss the solution of their problems using potential, knowledge, and ability that they have. This innovative approach will create opportunities for the community by offering them some options and leading to self-esteem, that they can solve their own problems with their own ability, then the effects are minimize in financial burden and achieve a prevalent prosperity distribution.

Community Development Strategies

In my department at my organization, Community Service department, we usually set up some steps to do the community development.

  1. 1. Make a community

The formed community’s functions are to commissioning the development and as a container to discussing between them

  1. 2. Transfer Knowledge

Simply said is giving the needed knowledge. After doing problem and potential mapping, we will know what knowledge the community needs to solve the problem.

  1. 3. Transfer Information

Information is different with knowledge, generally knowledge is skill and science, while information only can be knowledge if we get it fully then processes it with skill and science that we have. So, transfer information is giving access about innovation and new perspective.

  1. 4. Assistance

Why do we need assistance? Because we can’t leave the society before they can stand on alone. We keep controlling them together with the formed community; try to transfer the knowledge and information many times.

Community development is the outcome from these four steps if we ran it whole and continue.

In my department there are five programs community development, Gelap Nyawang Revitalization Desa Mitra, Forum Kakak Asuh, Rumah Belajar, and Ganesha Rescue. Gelap Nyawang is a culinary region in front of our campus, many students eat there because its cheapness. But, the problem is the sanitation there is bad, so many students got diarrhea after go there. We try to realize them about the importance of cleanliness, and gave some workshops to them such as about sanitary, entrepreneurship, and cooking creativity. Desa Mitra is a development program in a village, Kidang Pananjung, Cililin, West Java. We try to solve problems using natural resources there. Forum Kakak Asuh is a forum to discuss everything about education and teach the elementary students some skills. Rumah Belajar is a place to study what school doesn’t teach. And Ganesha Rescue is a program for search and rescue distress in a disaster place.

Earthquake in West Java : An Example

The four steps, I will explain it through an example. Earthquake that happened recently in West Java bring on many locations experience a lot of loss, one of the locations is Pangalengan, West Java. When I and my friends from Ganesha Rescue went there, we found several problems, such as difficulty in education access because the elementary school was collapse, people around suffered URTI (Upper Respiratory Tract Infection) because the dust from collapse buildings, and sensitive of disease because the access of cleaning tool is difficult.

First Problem: the collapse school. We as developer don’t have much money to build a new school, so we will give smart car or smart house. Smart car/house is car/house that has many school books and other facilities to study. Then the teachers will get training about using those facilities. After we are gone, teachers there can use the smart car/house to teach students. But, do the teachers still want to teach? Because, usually incentives for public servant are difficult to pay, moreover the earthquake blocked the way. For that, the teachers will get knowledge about advocating.  Teachers association is formed, and then there are teachers who do the advocate, to force government paying their salary. Before they get salary, this association can do some entrepreneur activities together with farmers work group. Children get education, teachers get their rights, and the Farmers Work Group get helped.

Second Problem: URTI disease. I will arrange an education about preventing and healing URTI disease which work together with medicine or mask company. The people educated and know how to prevent and heal that disease, and they get the facilities too. Then the medicine and mask company gain their benefits because the people use their products.

Third Problem: difficult in getting toilet soap. Not to different in URTI problem, educate the people about the importance of self and environment cleanliness work together with Soap Company. Then several people could be a soap distributor in that region. People get benefits from selling soap, even soap market can be monopolized because there is no competitor, and the soap company gets benefits too.

If so, the society’s dependence with the developer can be vanished and they get their self-esteem from solving problems with their own ability.

Then in order to this tiny puzzle piece united and integrated, we should unite the community developments that doing by anybody no matter where in an alliance. Many organizations do this community development, why don’t we unite, so the small tiny puzzle can be a big picture. The objective is making everybody life better by prevalent prosperity distribution. With this alliance, our potentials increase and the community development region will wider, more people can fulfill their needs and wants, and finally the entire world will touched, and a peaceful world can be established.

Tags: , ,

Toward a Peaceful World ver.0.1

5 Sep

Jika ingin berbicara tentang perdamaian dunia, maka pembicaraan akan terfokus pada perang, karena perang adalah salah satu (atau mungkin satu-satunya?) hal yang menghalangi terjadinya perdamaian dunia. Perang, menjadi satu bukti bahwa manusia adalah makhluk tamak, haus kekuasaan, dan selalu tidak puas dengan apa yang dimiliki. Demi mendapatkan kekuasaan yang diinginkan, manusia tidak segan untuk menghabisi nyawa manusia yang lain, hingga sudah tak terhitung lagi jumlah nyawa yang hilang akibat perang.

Tidak ada pihak yang berinisiatif untuk mengalah, menyebabkan perang menjadi masalah semua zaman dan berlarut-larut sehingga tidak dapat dipadamkan dengan mudah. Diplomasi dan politik kemudian dijadikan alternative lain untuk menyelesaikan perang melalui jalan damai. Tapi, karena yang melakukan diplomasi dan negosiasi adalah manusia juga, tidak jarang justru digunakan untuk memperluas kekuasaan secara terselubung. Dan akhirnya jalan damai yang diharapkan itu menjadi penyebab berkobarnya perang baru.

Mungkin pepatah : ‘perang tidak akan pernah berakhir selama manusia masih eksis di dunia ini’ ada benarnya. Karena memang ‘7 sins’ itu selalu ada pada diri tiap manusia. Kalau meminjam kata-katanya Cagalli Yula Attha dalam anime Gundam Seed : ‘korosareta kara koroshita, koroshita kara korosareta… Sore de saigo wa hontouni heiwa ni narunokayo?! [Membunuh karena ada yang dibunuh. Dibunuh karena membunuh. Kalau begitu terus, bagaimana perang bisa berakhir?!
Perang terjadi karena ada konflik, dan konflik bisa terjadi karena kebutuhan dan keinginan manusia tidak terpenuhi. Kebutuhan adalah sesuatu yang sangat diperlukan. Kebutuhan pokok manusia adalah sandang, pangan, dan papan. Keinginan adalah sesuatu yang dihendaki, diharapkan. Dan biasanya keinginan muncul setelah kebutuhan terpenuhi.
Secara ekstrim, kesenjangan social terjadi karena salah satu pihak dapat memenuhi kebutuhannya, bahkan berlebih dan pihak lainnya bahkan tidak dapat memenuhi satupun kebutuhannya. Kesenjangan ini dapat menjadi potensi timbulnya konflik. Konflik terjadi karena pihak yang kekurangan merasa tidak adil, dan pihak yang kelebihan merasa pantas memiliki kelebihan tersebut.
Sesuai dengan hukum kesetimbangan (kesetimbangan apapun) atau equal trade (pada anime Fullmetal Alchemist), sebuah sistem akan setimbang jika energy terdistribusi secara merata, energy masuk sama dengan energy keluar, aksi sama dengan reaksi, koefisien reaksi kimia sebelah kiri sama dengan sebelah kanan. Kalau kata Alphonse Elric di anime Fullmetal Alchemist : ‘people will not gain anything if not sacrifice something’.
Sistem ini akan setimbang jika pihak kelebihan membagi kelebihannya pada pihak kekurangan sehingga posisi mereka sama, seimbang, equal. Karena variabelnya adalah variable bebas, banyak factor yang mempengaruhi, yaitu keadaan sistem dan lingkungan. Sedangkan keadaan sistem dan lingkungan ini bisa saja undefined, karena sifat manusia itu tidak dapat diprediksikan dengan mudah. Karena keadaan sistem dan lingkungannya tidak diketahui, maka akan sangat susah untuk membuat kesetimbangan sistem tersebut.
Dan akar dari penyebab konflik ini adalah perbedaan. Adanya perbedaan keadaan, tapi tidak terjadi aliran energy. Haruskah perbedaan menjadi alasan untuk membenci orang lain? Haruskah perbedaan menjadi alasan untuk memerangi orang lain? Perbedaan adalah hal yang mutlak ada di dunia ini. Memerangi dan berkelahi dengan orang lain karena perbedaan adalah hal bodoh, dan itu yang belum kita semua sadari. Belum semua dari kita menyadari bahwa perbedaan itu memang selalu ada, dan itu justru menjadikan hidup kita penuh warna. Kita menganggap bahwa pemikiran orang lain harusnya sama dengan apa yang kita pikirkan, padahal lumrah terjadi jika ada perbedaan disana, tak jarang pertengkaran terjadi karena perbedaan pendapat. Harusnya kita saling menghargai dan memahami perbedaan, memaklumi bahwa kita berbeda dengan yang lain.

believe in tenderness…
forgive everything…
In order to love, we must be able to share with and understand each other.
[Wana by The Back Horn, ending theme Gundam 00]
*Menuju Perdamaian Dunia versi 0.1. Masih sangat normatif dan butuh komentar dari teman-teman semua agar perdamaian dunia semakin dekat…

Tags: , ,

Ayo Cari Bonus di Bulan Ramadhan!

1 Sep

Ada beberapa bonus nih, yang Allah kasih ke kita di bulan Ramadhan. Karena amalan-amalan ini pahalanya sama seperti amalan wajib. Jadi, ayo kita kumpulin poin sebanyak-banyaknya! Waktunya terbatas lho!
1. Tarawih, light up your nights!
2. Baca Qur’an, raih impian!
3. I’tikaf, sambil hunting Lailatul Qadr
4. Banyak-banyak berdoa.
Waktu2 buat berdoa nih, garansi diterimanya lebih gede :
- Antara adzan dengan iqomat
- Pas sujud
- Sesaat setelah solat fardu
- sepertiga malam terakhir tiap malam
- pagi hari jumat sebelum solat subuh
- pas khatib duduk di antara dua khutbah, sampei solat jumat selesai
- pas mau magrib di hari jumat
- pas lagi buka puasa
- pas bulan ramadhan
- pas lagi lailatul qadr
- sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah
- pas hari arafah
- pas dalam perjalanan
- pas turun hujan
- kalo lagi perang
5. Shodaqoh, bikin kaya, loh!
6. Ngasih buka, dobel pahala.
7. Shalat Sunnah, bikin wajah cerah.
Apa aja nih solat sunnah yang bisa kita lakukan :
- Sholat Rawatib
- Sholat Tahiyatul Masjid
- Sholat Dhuha
- Sholat Setelah Wudhu
- Sholat di Masjid setelah berpergian
- Sholat Taubat
- Sholat Istikhoroh
- Sholat Hajat
nah, bonus yang ditawarkan udah banyak tuh, tinggal pilih mau semuanya ato sebagian aja..
Met Ramadhan semuanya..

Tags: