Toward a Peaceful World ver.0.1

Jika ingin berbicara tentang perdamaian dunia, maka pembicaraan akan terfokus pada perang, karena perang adalah salah satu (atau mungkin satu-satunya?) hal yang menghalangi terjadinya perdamaian dunia. Perang, menjadi satu bukti bahwa manusia adalah makhluk tamak, haus kekuasaan, dan selalu tidak puas dengan apa yang dimiliki. Demi mendapatkan kekuasaan yang diinginkan, manusia tidak segan untuk menghabisi nyawa manusia yang lain, hingga sudah tak terhitung lagi jumlah nyawa yang hilang akibat perang.

Tidak ada pihak yang berinisiatif untuk mengalah, menyebabkan perang menjadi masalah semua zaman dan berlarut-larut sehingga tidak dapat dipadamkan dengan mudah. Diplomasi dan politik kemudian dijadikan alternative lain untuk menyelesaikan perang melalui jalan damai. Tapi, karena yang melakukan diplomasi dan negosiasi adalah manusia juga, tidak jarang justru digunakan untuk memperluas kekuasaan secara terselubung. Dan akhirnya jalan damai yang diharapkan itu menjadi penyebab berkobarnya perang baru.

Mungkin pepatah : ‘perang tidak akan pernah berakhir selama manusia masih eksis di dunia ini’ ada benarnya. Karena memang ‘7 sins’ itu selalu ada pada diri tiap manusia. Kalau meminjam kata-katanya Cagalli Yula Attha dalam anime Gundam Seed : ‘korosareta kara koroshita, koroshita kara korosareta… Sore de saigo wa hontouni heiwa ni narunokayo?! [Membunuh karena ada yang dibunuh. Dibunuh karena membunuh. Kalau begitu terus, bagaimana perang bisa berakhir?!
Perang terjadi karena ada konflik, dan konflik bisa terjadi karena kebutuhan dan keinginan manusia tidak terpenuhi. Kebutuhan adalah sesuatu yang sangat diperlukan. Kebutuhan pokok manusia adalah sandang, pangan, dan papan. Keinginan adalah sesuatu yang dihendaki, diharapkan. Dan biasanya keinginan muncul setelah kebutuhan terpenuhi.
Secara ekstrim, kesenjangan social terjadi karena salah satu pihak dapat memenuhi kebutuhannya, bahkan berlebih dan pihak lainnya bahkan tidak dapat memenuhi satupun kebutuhannya. Kesenjangan ini dapat menjadi potensi timbulnya konflik. Konflik terjadi karena pihak yang kekurangan merasa tidak adil, dan pihak yang kelebihan merasa pantas memiliki kelebihan tersebut.
Sesuai dengan hukum kesetimbangan (kesetimbangan apapun) atau equal trade (pada anime Fullmetal Alchemist), sebuah sistem akan setimbang jika energy terdistribusi secara merata, energy masuk sama dengan energy keluar, aksi sama dengan reaksi, koefisien reaksi kimia sebelah kiri sama dengan sebelah kanan. Kalau kata Alphonse Elric di anime Fullmetal Alchemist : ‘people will not gain anything if not sacrifice something’.
Sistem ini akan setimbang jika pihak kelebihan membagi kelebihannya pada pihak kekurangan sehingga posisi mereka sama, seimbang, equal. Karena variabelnya adalah variable bebas, banyak factor yang mempengaruhi, yaitu keadaan sistem dan lingkungan. Sedangkan keadaan sistem dan lingkungan ini bisa saja undefined, karena sifat manusia itu tidak dapat diprediksikan dengan mudah. Karena keadaan sistem dan lingkungannya tidak diketahui, maka akan sangat susah untuk membuat kesetimbangan sistem tersebut.
Dan akar dari penyebab konflik ini adalah perbedaan. Adanya perbedaan keadaan, tapi tidak terjadi aliran energy. Haruskah perbedaan menjadi alasan untuk membenci orang lain? Haruskah perbedaan menjadi alasan untuk memerangi orang lain? Perbedaan adalah hal yang mutlak ada di dunia ini. Memerangi dan berkelahi dengan orang lain karena perbedaan adalah hal bodoh, dan itu yang belum kita semua sadari. Belum semua dari kita menyadari bahwa perbedaan itu memang selalu ada, dan itu justru menjadikan hidup kita penuh warna. Kita menganggap bahwa pemikiran orang lain harusnya sama dengan apa yang kita pikirkan, padahal lumrah terjadi jika ada perbedaan disana, tak jarang pertengkaran terjadi karena perbedaan pendapat. Harusnya kita saling menghargai dan memahami perbedaan, memaklumi bahwa kita berbeda dengan yang lain.

believe in tenderness…
forgive everything…
In order to love, we must be able to share with and understand each other.
[Wana by The Back Horn, ending theme Gundam 00]
*Menuju Perdamaian Dunia versi 0.1. Masih sangat normatif dan butuh komentar dari teman-teman semua agar perdamaian dunia semakin dekat…

Ayo Cari Bonus di Bulan Ramadhan!

Ada beberapa bonus nih, yang Allah kasih ke kita di bulan Ramadhan. Karena amalan-amalan ini pahalanya sama seperti amalan wajib. Jadi, ayo kita kumpulin poin sebanyak-banyaknya! Waktunya terbatas lho!
1. Tarawih, light up your nights!
2. Baca Qur’an, raih impian!
3. I’tikaf, sambil hunting Lailatul Qadr
4. Banyak-banyak berdoa.
Waktu2 buat berdoa nih, garansi diterimanya lebih gede :
- Antara adzan dengan iqomat
- Pas sujud
- Sesaat setelah solat fardu
- sepertiga malam terakhir tiap malam
- pagi hari jumat sebelum solat subuh
- pas khatib duduk di antara dua khutbah, sampei solat jumat selesai
- pas mau magrib di hari jumat
- pas lagi buka puasa
- pas bulan ramadhan
- pas lagi lailatul qadr
- sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah
- pas hari arafah
- pas dalam perjalanan
- pas turun hujan
- kalo lagi perang
5. Shodaqoh, bikin kaya, loh!
6. Ngasih buka, dobel pahala.
7. Shalat Sunnah, bikin wajah cerah.
Apa aja nih solat sunnah yang bisa kita lakukan :
- Sholat Rawatib
- Sholat Tahiyatul Masjid
- Sholat Dhuha
- Sholat Setelah Wudhu
- Sholat di Masjid setelah berpergian
- Sholat Taubat
- Sholat Istikhoroh
- Sholat Hajat
nah, bonus yang ditawarkan udah banyak tuh, tinggal pilih mau semuanya ato sebagian aja..
Met Ramadhan semuanya..

Festival Kuliner Taman Ganesha, Makan Gratis Dapet HP??!!

SEGERA!!!
Sabtu, 8 Agustus 2009 @ Taman Ganesha
10.00-21.00 WIB

Festival kuliner yang menawarkan aneka macam makanan khas Gelap Nyawang dengan konsep“Zero waste event”

* Makanan khas Gelap Nyawang

* Lomba makan berhadiah HP

* Lomba masak antarhimpunan di ITB

* Demo masak chef profesional

* Penampilan unit kebudayaan ITB

* Penampilan anak-anak jalanan

* Games corner ( stand berisi mainan tradisional )

* Garbage Changer ( penukaran sampah non-degradable dengan voucher makan)

Terbuka Untuk Umum…

Supported by :
ICA (Indonesia Cheff Association)
U-Green
Ganesha Hijau
YPBB
Greeneration Indonesia
Coca Cola
Pocari Sweat

Sponsored by :
Pemkot
Pemprov
Dinas Pariwisata
IOM ITB
ITB

Info lebih lengkap kunjungi:
http://kulinertamanganesha.co.cc

Sekretariat :

Kampus ITB, Gedung Campus Centre Ruang 28, Jl. Ganesha 10 Bandung

By: Divisi Pengabdian Masyarakat KM ITB
Contact Person :
Dicky 085640460107
Sari 085720572534

you can also find this in :

http://www.bandungtourism.com/events_e.php?id=1413

http://www.parijsvanjava.com/index.php?option=com_eventlist&view=details&id=33:festival-kuliner-taman-ganesha&Itemid=74

http://www.itb.ac.id/agenda/938.xhtml

http://kulinertamanganesha.wordpress.com/

http://www.km.itb.ac.id/web/index.php?option=com_content&view=frontpage

http://ikhwanalim.wordpress.com/2009/06/26/festuival-kuliner-taman-ganesha/

Kenyamanan Berorganisasi dan Sense Keberaktifitasan

Dalam suatu organisasi pasti terdapat model atau profil kader yang diinginkan. Di dalam MTM profil kader itu tercantum di dalam GDK. Profil kader ini harusnya memuat visi, misi, jalan hidup, dan nilai-nilai yang membentuk paradigm, mentalitas dan karakter kadernya. Profil yang ada di dalam GDK adalah profil ideal, kita juga harus menyadari bahwa setiap anggota MTM memiliki keunikan individunya masing-masing yang membedakan antaa satu anggota dengan anggota yang lain. Oleh karena itu, model atau profil kader ini harus memadukan antara idealita dengan realitas. Misalnya Firman, Sofyan, dan Babang memiliki visi, misi, jalan hidup, dan nilai-nilai yang sama dalam beraktifitas di MTM, namun mereka juga memiliki kompetensi, keterampilan, dan bakat  yang berbeda-beda. Keadaan kesamaan dan perbedaan ini seharusnya membuat MTM semakin memiliki banyak warna untuk menyempurnakan pelanginya. (*no offense memasukkan nama2 ini ke dalam contoh..*)

Namun, kesempurnaan individu saja tidaklah cukup, karena individu ini akan melangkah lebih jauh lagi, yaitu ke system, masyarakat dan menjadi partisipan disana, dalam hal ini system kita adalah MTM. Untuk melebur dalam system, tiap-tiap individu ini harus bersinergi, berkerja sama dan terintegrasi untuk mendukung semua proker MTM menuju tujuan MTM dan MTM yang lebih baik, sehingga kesempurnaan system tercapai. Jika seorang kader MTM telah mencapai kesempurnaan sistemnya, hal selanjutnya yang diperlukan adalah bertahan dalam kesempurnaan itu sampai akhir hayatnya di system itu, yaitu ketika lulus. Karena nilai seseorang tidak hanya ditentukan di awal ketika ia bergabung dengan system, tapi juga ditengah ketika ia menjadi staff dan BP, dan diakhir ketika ia menjadi swasta dan akhirnya lulus. Untuk itu diperlukan kekonsistenan. Dan hal yang membuat kita konsisten adalah efisiensi dan efektivitas dalam menjalani kehidupan di system tersebut. Dalam MTM, seorang kahim tidak dapat melakukan semuanya sendirian, sementara output yang diinginkan maksimum tapi energy kita terbatas. Oleh karena itu hal yang bisa kita lakukan adalah menghemat energy dengan cara pembagian peran sesuai kompetensi. Dengan membidangi kompetensi, maka tiap individu akan menjadi ahli. Misalnya Adit PT kompetensinya pada bidang kaderisasi, maka perannya adalah menjadi anggota PSDA dan ia akan menjadi seorang ahli kaderisasi. Contoh lainnya misanya Gian yang kompetensinya adalah monitoring, maka perannya adalah DPA, dan ia akan menjadi DPA yang ahli. Jika semua orang menempati posnya masing-masing, dan menyadari bahwa setiap orang memiliki tugas dan perannya masing-masing, maka tujuan besar bersama dapat dicapai.

Untuk mencapai tujuan bersama itu, ada penjenjangan yang harus dilakukan, yaitu afiliasi, pastisipasi, dan kontribusi. Akan sangat tidak tepat sebenarnya jika anggota baru langsung ditanyai mengenai kontribusi,  karena ia mungkin bahkan belum berafiliasi terhadap MTM.

Afiliasi adalah langkah awal seorang individu yang ingin masuk kedalam system tersebut dan memperbarui komitmennya terhadap system tersebut. Proses afiliasi ini kita lakukan dalam bentuk inisiasi. Dalam proses ini anggota baru MTM diperkenalkan tentang tujuan dan orientasi MTM, visi misi, dan hal mendasar lainnya, agar memiliki afiliasi terhadap MTM.

Langkah selnjutnya adalah partisipasi. Proses partisipasi ini kia lakukan dalam bentuk staffing dan magang. Jika seorang anggota MTM sudah memiliki afiliasi terhadap MTM maka ia akan berpartisipasi dalam setiap kegiatan MTM. Ia akan mensinergiskan dirinya dengan MTM. Dan ia akan menjadi faktor pembawa manfaat dan pencegah disinegrasi bagi MTM, karena sebelumnya ia telah memiliki afiliasi terhadap MTM. Partisipasi ini juga akan terjadi jika ekspektasi anggota baru yang telah berafiliasi tidak berlebihan. Anggota aru yang telah berafiliasi namun ekspektasinya terlalu jauh, akan sulit diajak untuk berpartisipasi. Oleh karena itu, kondisi realita MTM juga harus dipaparkan kepada anggota baru yang ingin bergabung ke dalam MTM. Selain itu, para kader MTM sudah seharusnya menjaga nilai-nilai yang baik yang dimiliki MTM, sehingga terdapat sinergisasi antara anggota baru dan kader MTM yang sudah lebih dahulu menjadi anggota MTM.

Setelah seorang kader MTM berafiliasi dan berpartisipasi, langkah selanjutnya adalah kontribusi. Pada tahap ini seorang kader MTM yang telah terintegrasi dengan lingkungannya, akan berusaha untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas keberaktifitasannya di MTM. Hal ini dilakukan dengan mempertegas posisi dan perannya. Proses ini kita lakukan dalam bentuk menjadi staff tetap, dan BP id kepengurusan MTM. Dengan mempertegas posisi dan perannya sesuai dengan kompetensinya, ia dapat memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya untuk mencapai tujuan bersama MTM.

Dengan melewati tahap-tahap tersebut seorang kader MTM telah memiliki kekuatan pribadi, social, dan profesionalisme. Ia kuat secara pribadi karena telah memiliki paradigm, karakter dan mentalitas yang jelas. Kuat secara social karena ia telah memiliki kesadaran partisipasi yang kuat pada system dan ia kuat secara profesionalisme karena ia telah berkontribusi sesuai dengan kompetensinya.

Realita yang ada sekarang adalah para kader MTM telah kehilangan perannya. MTM tidak akan pernah kehilangannya perannya, karena perannya adalah abadi, namun peran kadernya adalah temporer. Hal ini bisa disebabkan karena penjenjangan itu belum sempurna dilakukan. Misalnya, anggota baru yang bahkan belum berafiliasi dituntut untuk berkontribusi. Ia bahkan belum menyadari untuk apa ia berkontribusi, hal inilah yagn akan menjadi bom waktu yang akan menjadi distorsi antara nilai MTM dan  nilai kader MTM.

Karena saat ini kita sedang mempersiapkan tahap awal untuk anggota baru MTM, maka focus kita adalah bagaimana caranya agar anggota baru tersebut memiliki afiliasi terhadap MTM. Salah satunya adalah dengan menimbulkan kebanggaan.

Teman2 panitia inisiasi MTM 2009, semangat yaa!!!

*inpirasi dari bukunya Anis Matta : ‘Delapan Mata Air Kecermelangan’

Full-Week Exams

This week will be the buziest week ever, coz i’ll gonna have most of difficult exams (thermodynamics materials, organic chemistry and numerical analysis). Beside exams, i have a numerical analysis task about gaussian seidal method for Monday, then i’ll finish my tension test report on Thursday morning. And i’ll have a hardness test on Friday. While i wanna move to my new house this week..

Then, lets start to arrange the schedule.

Saturday : I have numerical methods class at 8pm in 9402. Then, i should pack my books and other belongings to box. Attending ‘Tatsqif’ at 1pm and move in the afternoon until night. So, i can study thermodynamics material or organic chemistry in my last time that day.

Sunday : I should go to Gasibu, but if my clean-up project is not finish yet, i’ll do my project first. Then, study thermodynamics material and do half of my tension test report and numerical analysis task.

Monday : I have about 3 hour to study more about thermodynamics until numerical analysis class at 10am. Then, the thermodynamics exam will be at 11am-1pm. Go to Islamic ethic and religion class, and have exam too there. I’ll finish at 3pm. Then, I wanna study organic chemistry for tomorrow exam.

Tuesday : I’ll have material characterization class at 8am, electronic and magnetic materials at 10pm. Then Organic chemistry exam at 1pm-3pm. Then, thermodynamics class at 3pm.

Wednesday : No exam this day. But i should finish my tension test report and prepare for numerical analysis exam. No organic chemistry practicum. A little bit relax..

Thursday : Tension test report must be given to the assistant at 8am. And i’ll have a debate about pesticide in enviromental aspect in materials processing class. Then, Numerical analysis exam at 1pm-3pm. For tomorrow hardness test, i should take the tutorial at 7pm-9pm. And study all night about hardness test and do the beginning task.

Friday : Wake up early, then print the cover (or maybe i can ask Jijah to print it for me so i do not need to wake up so early) at 6.30am. I’ll have the hardness test at 7.30am and late is unforgiveable. The practicum will finish at 11am.  Then.. i’ll go home and watch Ouran and laugh!

Hope that i can finish the exams well.

Impact Testing : Uji Impak

*Uji Impak ini adalah praktikum Labtek-1 saya yang ke3 setelah uji puntir, dan bending fatigue. Cuma pengen ada dokumentasi tentang uji ini, biar ntar klo udah jadi asisten bisa nostalgia.. halah..

Klo pengen tau kenapa musti ada uji impak, harus nonton Titanic dulu. Kenapa Titanic, soalnya si material kapal Titanic nya belum di uji impak tuk makanya bisa tiba2 kebelah dua pas ketabrak gunung es. Hehe.. (tapi sejarah kenapa bisa ada uji impak emang karena kapal2 yg dulu sering terbelah waktu perang dunia kedua, ya.. mirip ama titanic lah..)

Uji impak adalah pengujian dengan menggunakan pembebanan yang cepat (rapid loading). Klo ceritanya titanic itu, si kapal kan berada pada suhu rendah, sehingga menyebabkan materialnya menjadi getas dan mudah patah. Kemudian di laut itu kan banyak beban (tekanan) dari arah manapun. Ditambah lagi nabrak gunung es, langsung deh tegangan yang udah terkonsentrasi karena pembebanan sebelumnya menyebabkan kapalnya terbelah dua..

Pada uji impak terjadi proses penyerapan energi yang besar ketika beban menumbuk spesimen. Energi yang diserap material ini dapat dihitung dengan menggunakan prinsip perbedaan energi potensial. Tapi klo di mesin ujinya udah nunjukin energi yang dapat diserap material, ya udah.. ga perlu ngitung manual.

Proses penyerapan energi ini akan diubah menjadi berbagai respon material, yaitu

  • Deformasi plastis
  • Efek Hysteresis
  • Efek Inersia

Standar ASTM Uji Impak

Ada dua macam pengujian impak, yaitu

  1. Charpy
  2. Izod

Perbedaan charpy dengan izod adalah peletakan spesimen. Pengujian dengan menggunkan charpy lebih akurat karena pada izod, pemegang spesimen juga turut menyerap energi, sehingga energi yang terukur bukanlah energi yang mampu di serap material seutuhnya.

Faktor yang mempengaruhi kegagalan material pada pengujian impak adalah

  • Notch

Notch pada material akan menyebabkan terjadinya konsentrasi tegangan pada daerah yang lancip sehingga material lebih mudah patah. Selain itu notch juga akan menimbulkan triaxial stress. Triaxial stress ini sangat berbahaya karena tidak akan terjadi deformasi plastis dna menyebabkan material menjadi getas. Sehingga tidak ada tanda-tanda bahwa material akan mengalami kegagalan.

  • Temperatur

Pada temperatur tinggi material akan getas karena pengaruh vibrasi elektronnya yang semakin rendah, begitupun sebaliknya.

  • Strainrate

Jika pembebanan diberikan pada strain rate yang biasa-biasa saja, maka material akan sempat mengalami deformasi plastis, karena pergerakan atomnya (dislokasi). Dislokasi akan bergerak menuju ke batas butir lalu kemudian patah. Namun pada uji impak, strain rate yang diberikan sangat tinggi sehingga dislokasi tidak sempat bergerak, apalagi terjadi deformasi plastis, sehingga material akan mengalami patah transgranular, patahnya ditengah-tengah atom, bulan di batas butir. Karena dislokasi ga sempat gerak ke batas butir.

Kemudian, dari hasil percobaan akan didapatkan energi dan temperatur. Dari data tersebut, kita akan buat diagram harga impak terhadap temperatur. Energi akan berbanding lurus dengan harga impak. Kemudian kita akan mendapakan temperatur transisi. Temperatur transisi adalah range temperature dimana sifat material dapat berubah dari getas ke ulet jika material dipanaskan.

Temperatur transisi ini bergantung pada berbagai hal, salah satunya aspek metalurgi material, yaitu kadar karbon. Material dengan kadar karbon yang tinggi akan semakin getas, dan harga impaknya kecil, sehingga temperatur transisinya lebih besar. Temperatur transisi akan mempengaruhi ketahanan material terhadap perubahan suhu. Jika temperatur transisinya kecil maka material tersebut tidak tahan terhadap perubahan suhu.

Pada percobaan ini, ada 10 sampel, 5 baja dan 5 aluminium. 2 baja dipanaskan dan 2 lagi didinginkan. begitu pula dengan aluminium.

Dipanaskan. Baja dan aluminium ini dipanaskan dengan menggunakan kompor listrik sampai pada temperatur 200an derajat celcius. Kemudian sampel ini di beri beban impak dan… hasilnya keempat sampel ini tidak patah seluruhnya, hanya sebagian. Terjadi pembengkokan pada sampel. Mengapa sampel tidak patah? Hal ini ada pengaruhnya dengan suhu. Suhu yang semakin tinggi menyebabkan vibrasi elektron semakin tinggi sehingga pergerakan elektron menjadi semakin bebas. Dan energi untuk melakukan deformasi elastis semakin rendah. Hal inilah yang menyebabkan spesimen tidak patah, melainkan hanya mengalami deformasi plastis.

Pada temperatur kamar. Spesimen nya gas diberi perlakuan apapun. Langsung diberi beban impak dan spesimen nya patah ulet. Temperatur spesimen lebih rendah dari yang semula, sehingga vibrasi elektronnya lebih rendah dan menyebabkan material menjadi agak lebih getas jika dibandingkan dengan spesimen awal. Namun spesimen ini belum getas karena elektronnya masih dapat bergerak hingga deformasi plastis.

Didinginkan. Pada pengujian ini, spesimen didinginkan dengan menggunakan nitrogen cair, hingga mencapai suhu minus puluhan derajat. Kemudian spesimen diberi beban impak dan terjadi patah getas. Hal ini terjadi karena vibrasi elektron yang melemah sehingga energi yang dibutuhkan untuk elektron bergeran dan berdeformasi plastis lebih tinggi, sehingga terjadilah patah getas pada material.

Analisis.

Pada baja dan aluminium terdapat perbedaan harga impak. Harga impak baja lebih tinggi daripada aluminium menunjukkan bahwa ketangguhan baja lebih tinggi jika dibandingkan dengan aluminium. Ketangguhan adalah kemampuan material untuk menyerap energy dan berdeformasi plastis hingga patah.

Selain suhu, hal lain yang mempengaruhi harga impak suatu material adalah kadar karbonnya. Material yang memiliki kadar karbon yang tinggi akan lebih getas. Hal ini akan mempengaruhi harga impaknya dan temperature transisi. Material yang memiliki kadar karbon tinggi akan memiliki temperature transisi yang lebih panjang jika dibandingkan dengan material yang memiliki kadar karbon rendah. Temperatur transisi yang berbeda-beda ini akan mempengaruhi ketahanan material terhadap perubahan suhu. Material yang memiliki temperature transisi rendah maka material tersebut tidak akan tehan terhadap perubahan suhu.

Pada pembebanan impak ini, terjadi proses penyerapan energy yang besar. Penyerapan energy ini akan diubah menjadi berbagai respon material seperti deformasi plastis, efek hysteresis, dan inersia.

Sebuah system dengan hysteresis menunjukkan ‘rate-independent memory’, yaitu kemampuan suatu material untuk “mengingat” bentuk atau sifat sebelum material tersebut berubah karena pengaruh gaya dari luar material. Banyak system fisik yang menunjukkan hysteresis yang alami. Misalnya sebuah besi yang diletakkan pada medan magnet akan memiliki sifat magnet, bahkan setelah medan magnetnya dipindahkan. Ketika sekali di magnetisasi, besi tersebut akan tetap memiliki sifat magnet. Untuk menghilangkan sifat magnetnya, dapat dilakukan dengan menempatkannya pada medan magnet yang arahnya berlawanan. Efek hysteresis ini biasanya terjadi jika material diberikan beban yang sangat cepat dan beban tersebut pun dihilangkan dengan cepat.


Efek inersia adalah kemampuan suatu material untuk mempertahankan bentuknya ketika diberikan gaya. Ketika diberikan pembebanan dengan strain rate yang tinggi material tersebut tidak sempat untuk mempertahankan bentuknya dan akhirnya patah .

Tersesat part..?

fhiuh.. udah lama ga posting.

Kali ini cerita nyasar lagi. Kronologis kejadian :

Hari itu laporan labtek uji puntir harus selesai karena besoknya mau dikumpulin. Ckckc.. deadliner banget dah. Rencananya mau ngerjain di rumah teman berinisial T. Tapi karena hari itu ada praktikum Kimia Organik dari jam 1 sampai jam 5, jadinya ke rumah T nya bareng temen yang se-shift praktikum. Prakikum selesai, mencari-cari temen F dan A. Karena kelompok saya paling akhir selesai praktikumnya, lab udah kosong, dan tidak menemukan mereka. Akhirnya saya ke ruang 32 menemani anak 2008 PM belajar Kalkulus sampai maghrib.

Waktu solat di basement CC Barat, ketemu temen dan bertanya : “Liat si A atau F ga?” Ternyata jawabannya tidak. Akhirnya saya memutuskan untuk bertanya pada T tentang alamat rumahnya, dan saya akan kesana duluan. Ternyata rumah si T itu di ‘Terusan Tubagus Ismail, ada Yomart, di depan Yomart ada gang Menara Air, masuk sampai mentok belok kiri, rumah no16′.

Saya memutuskan untuk langsung saja naik Sadang Serang – Caringin. Saya kebayang sebuah jalan, dan mengasumsikannya sebagai ‘Terusan Tubagus Ismail’. Ketika di jalan yang saya asumsikan itu, saya berhenti dan mulai berjalan mencari Yomart. Ternyata, itu bukan ‘Terusan Tubagus Ismail’! Itu adalah ‘Tubagus Ismail I’!

Mulai panik karena satu-satunya asumsi ternyata salah. Berinisiasi untuk menelpon temen yang tinggal di daerah Tubagus Ismail dan bertanya dimanakah Terusan Tubagus Ismail itu. Dan hasilnya… nihil. Bingung. Akhirnya memtuskan untuk bertanya pada tukang angkot.

Naik angkot lagi (Sadang Serang – Caringin) dengan permintaan diturunkan di Terusan Tubagus Ismail dan dengan perasaan gundah. Angkot berjalan dan gundah masih bersarang di hati. Angkot melewati Ampera, terus.. terus.. belok. Lho? Belok? Wah ini udah Sadang Serang, pikirku.

“Pak, terusan Tubagus Ismail udah lewat belum?”

“Wah.. udah lewat neng. Punten ya neng, lupa. Bapak antar deh.”

Akhirnya dianterin, sambil ngobrol dengan si Bapak. Dan coba tebak saya diturunin dimana? Di terusan Cigadung! Wah.. makin bingung plus penasaran. Sebenarnya dimana sih Terusan Tubagus Ismail itu?!

Tiba-tiba, tring! Muncul ide. Mungkin Terusan Tubagus Ismail itu yang jalan lurus, ketika beloknya ke Sadang Serang. Akhirnya dengan asumsi kedua yang belum tentu benar saya berjalan. Jalan.. jalan.. Sampai di depan jalan asumsi saya itu. Terus masuk. Dan, ayo tebak, bener ga asumsi saya?

Haha.. ternyata salah (lagi)! Saya menemukan gerbang bertuliskan ‘Tubagus Ismail Indah State’. Itu daerah perumahan! Hampir putus asa, saya berjalan keluar, ingin pulang saja dan minta dijemput. Jalan (lagi)… melewati Yomart (ini di jalan Tubagus Ismail Raya), dan coba tebak lagi apa yang saya temukan. Gang Menara Air! (Jadi ternyata bukan jalan Terusan Tubagus Ismail, tapi maksudnya Tubagus Ismail teruus..)

Alhamdulillah.. finally. Saya masuk sampai mentok, belok kiri dan menemukan rumah nomer 16. Akhirnya sampai juga di rumah T walaupun sudah jam 8an. Lama di nyasar sih..

Mengerjakan laporan Labtek sampai jam 11 dan pulang, melanjutkan di kosan saja sepertinya.

Hoho.. kirain udah ga akan nyasar lagi. Dan this case, selama proses nyasar, saya bertemu orang yang sama 3 kali, di angkot, di deket Yomart dan di Tubagus Ismail Indah State. Dan dia mungkin berpikir, Anak ini kenapa bisa disini? Bukannya tadi gue duluan yang turun angkot. trus kenapa dia bisa ada didaerah ini dengan muka bingung..?

Haha..

New Semester

wah.. akhirnya semester 3 selesai.. dan semester 4 dimulai. Agak telat sih posting ttg semester baru ini, tapi ya lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.. hehe..

Semester ini sih ngambil 20 sks. huu..huu.. pengen cepet2 lulus nih. MySpace

  • MT3202  Material Elektronik & Magnetik     3 sks

Dosen : Dr. Ir. Ahmad Nuruddin

Buku Acuan : “Electronics Materials and Devices” by S. O. Kasap

  • MT2205  Laboratorium Teknik Material 1     1 sks

*ini praktikum 1 sks berasa 10 sks… MySpace

  • MT2203  Karakterisasi Material 2                      2 sks

Dosen : Dr. Ir. Budi Hartono (bahasa pengantarnya bhs inggris..)   MySpace

Buku Acuan : “Materiallography, Principles & Practice” by Vander Voort, George F.

  • MT2202  Termodinamika Material                    3 sks

Dosen : Husaini Ardy (jadi ingat, si bapak sistem penilaiannya aneh..)

Buku Acuan : “Thermodynamics of Material” by Ragone D. V.

  • MS2200  Analisis Numerik & Pemrograman  3 sks

Dosen : I Made Astina, M.Eng (blm fix dosennya masih pengen pindah kelas…)

Buku Acuan : “Numerical Methods for Engineers” by Steven C. Chapra & Raymond P. Canale

  • KI2051   Kimia Organik                                            3 sks

Dosen : Dr. Sadijah Achmad

Buku Acuan : buku kimia organik..

  • TI4005  Manajemen Proyek                                  3 sks
  • KU2061  Agama & Etika Islam                               2 sks
  • MTxxxx Aspek Lingkungan dlm Material         3 sks

Dosen : Dr.

Manajemen Proyek ga jadi diambil, karena kelasnya udah penuh. Jadi sebel.. padahal kan udah daftar.. Jadinya ngambil Aspek Lingkungan dalam Material. Hhh.. harus PRS deh..

MySpace

Kuliah udah seminggu berjalan dan jadwal masih belum fix. Yang masih simpang siur tuh Analisis Numerik (Anum) karena anak mesin juga ngambil, makanya agak2 ribet. Dosennya pengen material sekelas semua, tapi dosen yg laen pengen 1 kelas cuma 60 org, jadilah beberapa anak material harus gabung ama anak mesin, include me.. Pengennya sih yg dikelas material, krn jadwalnya ga bentrok ama kelas agama..

Hh.. semoga semester ini dapat lebih baik..

Smangat!!!

MySpace

Kemahasiswaan Terpusat, Perlukah?

Berdasarkan konsepsi KM ITB mahasiswa memiliki dua peran, yaitu :

  1. Mahasiswa dituntut untuk terus berupaya mengembangkan diri menjadi lapisan masyarakat masa depan yang berkualitas atau dengan kata lain mahasiswa sebagai calon sarjana.
  2. Mahasiswa dituntut untuk aktif bergerak menata kehidupan bangsanya. Dari dua peran tersebut, tercipta berbagai kebutuhan dasar mahasiswa, yaitu pendidikan, kesejahteraan dan aktualisasi, yang diperlukan mahasiswa untuk mewujudkan peran utuhnya.

Orientasi dasar organisasinya :

  1. Menjadi wadah pengembangan diri mahasiswa untuk membentuk lapisan masyarakat masa depan yang profesional, intelek, humanis, dan religius. Untuk ini dibutuhkan pembukaan wahana yang seluas-luasnya bagi partisipasi-aktif anggota sehingga semua aktivitas kemahasiswaan merupakan proses pembelajaran dan pemberdayaan seluruh mahasiswa.
  2. Mewujudkan karya nyata mahasiswa dalam perjuangan menata kehidupan bangsa. Untuk ini maka akar aktivitas mahasiswa, yaitu intelektualitas, kemandirian, dan kebenaran ilmiah harus benar-benar dijaga dalam roda gerak organisasi kemahasiswaan.
  3. Menjadi wadah bagi pemenuhan kebutuhan dasar mahasiswa yang meliputi pendidikan, kesejahteraan, dan aktualisasi diri.

Tujuannya :

  1. Ikut serta mengusahakan tujuan pendidikan untuk membentuk sarjana yang berbudi pekerti, cakap, mandiri, berwawasan luas, demokratis, dan bertanggung jawab. 2.
  2. Memberikan dorongan kepada mahasiswa untuk menjadi pemimpin dan penggerak dalam kehidupan berbangsa.
  3. Ikut sertam menyumbangkan karya dan pikiran dalam penataan kehidupan bangsa.
  4. Memupuk dan membina rasa persaudaraan dan kekeluargaan di lingkungan civitas akademika.
  5. Mengusahakan kesejahteraan material dan spiritual serta memperjuangkan kepentingan mahasiswa di lingkungan kampus.

Idealnya kemahasiswaan terpusat mampu mengakomodir seluruh kebutuhan mahasiswa yang tidak bisa didapatkan di himpunan maupun unit. Namun yang dirasakan saat ini justru keberadaan kemahasiswaan terpusat itu tidak terasa, hanya seperti himpunan ke-30 atau atau unit ke-79. Hal ini dirasakan oleh kebanyakan massa kampus, sehingga perlu ditinjau ulang mengapa kemahasiswaan terpusat harus ada.

Mengapa kemahasiswaan terpusat harus ada?

  1. Kabinet KM ITB sebagai fungsi eksternal merupakan lembaga yang mengatasnamakan seluruh mahasiswa, jika melakukan pernyataan sikap terhadap isu-isu eksternal, dan akan mendapat perhatian, respon, atau pembelaan dari berbagai kelompok.
  2. Salah satu tujuan adanya kemahasiswaan terpusat adalah untuk menata kehidupan bangsa, dan untuk menata kehidupan bangsa diperlukan berbagai disiplin keilmuan. Dan hal ini dapat diintegrasikan melalui kemahasiswaan terpusat.
  3. Memiliki basis massa yang besar untuk melakukan perubahan. Karena perubahan akan lebih efektif jika dilakukan secara masif.
  4. Sebagai wadah untuk mengekspresikan hak-hak politik, misalnya menciptakan regulasi. Dengan massa kampus yang lebih heterogen jika dibandingkan massa himpunan, maka kemahasiswaan terpusat merupakan wadah yang sangat baik.

Rasionalisasi diatas seharusnya sudah cukup untuk mempertahankan keberadaan kemahasiswaan terpusat kita. Namun jika hanya ada dan belum dioptimalkan perannya, juga akan menimbulkan masalah. Mengapa KM ITB sebagai kemahasiswaan terpusat dirasa kurang penting dan belum memberikan manfaat pada mahasiswa? Ada beberapa hal yang mungkin menyebabkan hal ini terjadi, yaitu kurangnya publikasi dari pihak kabinet sebagai pelaku eksekutif KM ITB tentang program kerja. Dan mindset yang tertanam pada mahasiswa bahwa KM ITB kurang bermanfaat. Seharusnya mahasiswa baru yang penyambutannya (OSKM /PMB / InKM) dilakukan oleh kemahasiswaan terpusat merasakan manfaat tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, lingkungan himpunan dan senior yang sebagian besar menganggap kemahasiswaan terpusat belum memiliki manfaat turut membentuk paradigma baru pada mahasiswa tersebut. Mindset yang terbentuk adalah pengaruh dari kaderisasi sebagai bentuk penurunan nilai dan pengaruh lingkungan.

Jika dilihat sistem yang digunakan oleh student government di ITB, yaitu demokrasi, dimana kekuasaan tertinggi terletak pada rakyat, dalam hal ini mahasiswa. Maka seharusnya ketidakoptimalan kinerja kabinet KM ITB adalah tanggung jawab kita semua. Dengan sistem seperti ini, kongres memegang peranan penting. Jika kongres tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai fungsi kontrol terhadap kabinet, maka distorsi aspirasi dan hegemoni kelompok akan terbuka lebar (ada di konsepsi). Kongres yang tidak berjalan semestinya disebabkan oleh senator dan lembaga. Senator yang hanya terkesan sebagai ‘tumbal’, dan tidak punya pengalaman akan kaget dengan tugasnya di kongres, sehingga akan berefek pada tingkat kehadirannya pada sidang2 kongres. Demikian halnya dengan lembaga, kurangnya pengawasan terhadap senatornya juga menyebabkan senator tersebut belum menjalankan tugasnya dengan optimal.

Kabinet, kongres, himpunan, dan unit merupakan sebuah kesatuan yang saling menunjang. Jika kabinet kurang optimal, maka kongres sebagai legislatif belum menjalankan tugasnya dengan baik. Jika kongres belum berjalan dengan baik, maka fungsi pengawasan senator dari himpunan dan unit belum optimal. Hal ini merupakan sebuah siklus yang terus berputar. Jika kita tidak puas terhadap kinerja kemahasiswaan terpusat, maka pertanyaan yang timbul adalah : mengapa kita tidak puas? Tidak puas karena yang kita inginkan belum terfasilitasi, dan sudahkah kita melakukan sesuatu untuk itu? Karena kita akan mendapatkan apa yang kita lakukan.

Last statement (dari konsepsi lagi) : pada langkah terakhir, apabila organisasi kemahasiswaan mengalami krisis kontrol karena kontrol kongres tidak berjalan semestinya maka menjadi tugas mahasiswa, himpunan mahasiswa, dan unit untuk melakukan kontrol aktif secara informal (garda moral terakhir sistem kemahasiswaan).

Sudah jelas setiap elemen kemahasiswaan adalah penting, dan siapa lagi yang akan peduli pada keadaan kemahasiswaan kita jika bukan kita sendiri.
MySpace

OPREC PANITIA FESTIVAL MAKANAN GELAP NYAWANG!!!

Hanya ingin menggunakan blog sendiri sebagai media publikasi dan propaganda.. siapa tau berhasil.. hohoho..

oprec-festmak1

Acara ini adalah bentuk follow dari tiga pelatihan yang telah dilaksanakan oleh Pengabdian Masyarakat KM ITB.
Tujuan : sebagai bentuk publikasi pedagang Gelap Nyawang pada massa kampus masyarakat Bandung menuju wisata kuliner, dan meningkatkan rasa kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekitar.
Deskripsi umum acara : bentuknya seperti bazaar makanan, ada panggung hiburan dan panggung diskusi. Slot waktu diperkirakan dari Siang hingga Malam hari pada pertengahan April di Taman Ganesha

Divisi :

  1. Acara. Membuat konsep acara yang sesuai dengan tujuan.
  2. Keamanan. Mengondisikan acara dan memberikan informasi pada pengunjung.
  3. Publikasi & Dokumentasi. Melakukan segala bentuk publikasi dan dokumentasi pada pra acara maupun pas acara.
  4. Artistik & Dekorasi. Membuat konsep dekorasi yang sesuai dengan tema yang diusung panitia acara dan menyesuaikannya dengan tempat.
  5. Dana Usaha. Mencari dana untuk menyelenggarakan acara, baik sponsor ataupun donatur.
  6. Humas & Perizinan. Menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan acara dan meminta izin menggunakan tempat.
  7. Logistik. Melengkapi logistik yang dibutuhkan saat pra acara dan pas acara.

Yang berminat langsung aja,
ketik Nama_Jurusan/Angkatan_Divisi

ke 085720572534
atau langsung comment ke postingan ini..