Tersesat part5 (?)

27 08 2008

bismillahirrahmanirrahim..

sebenarnya ini ga bisa dibilang sepenuhnya nyasar, karena aku berhasil menemukan tempat yang dituju.

Hari ini aku ada kerjaan di Jl. Ligar Manis no4

“Aslm T’Sari apa kbr, baik? teh sdh bsa ngjr lgi kan. teh punten bsa gantikan dulu T’lis ngjr Yusrini / 2sma14 / rbu + jumat jm 15.30, di daerah Rereng Suliga.  utk pekan ini aja. Jl. Ligar Manis no4. Naek angkot dri perapatan Dago yang warna pink, arah k Ligar raya.”

Itu sms yang kuterima, tanggal 22 Agustus 2008. Kang Maman udah tau aku suka nyasar, jadi dia kasi tau dulu rute angkotnya. Makasi, kang ^^

Hari ini kuliah cuma 1 jam, Material dan Pemrosesan Keramik, di RMT 2-9. Kemudian aku ada rapat PSDA sampe jam1. Jadi, masih ada waktu buat tidur2an.

Jam 1 sampe kosan, nyalain TV, ada Keroro -anime yang pernah dan masih kusuka karena unik dan lucu- di antv. Nonton, tertawa, terhibur.

Keroro habis, ada Kekaishi yang episodenya sudah ku tonton. Bosen. Aku mulai mengerjakan tugas, publikasi BLACK, jahim day, tiap selasa. Selesai. Masih jam 2.30.

Jam3 teng. Aku berangkat. Si angkot pink itu, masih ngetem. 3.30, angkot mulai jalan. Seperti biasa klo naek angkot, aku tertidur. zzz…

Pikiranku yang mulai cemas, membuatku meng-sms salah seorang teman yang berdomisili di Cigadung, menanyakan dimana itu Ligar Manis.

Dan, ternyata dia juga tidak tau…

Aku berpikir. Kemaren Kang Maman bilang, deket Rereng Suliga, berarti deket Cikutra dong. Wah, masi jauh…

Aku bersabar, dan menikmati perjalanan.

Kemudian tiba2, ada sesuatu yang membuatku ingin berteriak kegirangan, aku menemukan Jl. Ligar Raya !

Alhamdulillah. Pasti setelah ini ada jalan Ligar Manis. Aku optimis! Ligar Cantik, Ligar Elok, dan Ligar-Ligar lainnya. Tapi, dimana Ligar Manis? Rasa optimisku yang sudah turun menjadi 70%, memutuskan aku harus turun dan menyusuri jalan Ligar-Ligaran itu.

Sambil jaloan, kutelpon Yusrini. Dan, katanya hari ini ga les. Aku terduduk -eh, berdiri- lesu.  Aku tidak tau sedang merasakan apa. Senang, gembira, atau bahkan kesal. Semuanya campur aduk. Senang karena aku bisa ikut rapat PM Goes to Cililin jam 5. Kesel? ga juga. Karena sudah tertutupi dengan perasaan gembira dan bahagia karena sudah menemukan Ligar Manis.

Aku pun berjalan mencari angkot pulang. Rencananya mau ke Gramed, nyari peta yang ada rute angkotnya, biar ga nyasar lagi. Dan….

Dan, tiba2 di jalan aku disapa bapak2.

“Neng, mahasiswa UPI?”

ha? aku terkaget2. Emangnya tampangku tampang UPI ya? Trus knapa si Bapak ujug2 nanya gituan? Kepalaku penuh tanda tanya.

“Nggak, Pak. Saya kuliah di ITB

“O.. gitu..”

“Nuhun, Pak.”

Aku melanjutkan perjalankakian ku. Tiba2 si Bapak nyusul.

“Neng, mau kemana? Biar Bapak anterin.”

Aku bingung. Kenapa si Bapak tiba2 nawarin tumpangan? Aku langsung berpikir, jangan2 ntar aku diculik, trus klo ga dimintain tebusan, aku akan jadi korban pembunuhan, atau.. atau.. dibawa ketempat asing, dan kemudian ditinggal, dibiarkan nyasar (Bapak maaf ya, saya suudzon). Tapi aku tetap menjawab pertanyaannya.

“Mau ke Dago, Pak.”

“O.. kebetulan Bapak juga mau ke Dago, Terminal Dago. Hayuu bareng atuh.”

Ya Allah, pikiranku semakin dipenuhi hal2 yang tidak masuk akal. Tapi aku menuruti.

Sambil jalan, kami ngobrol2, dan pikiranku masih tetap dipenuhi hal2 imajinatif. Si Bapak nanyain kosan ku dimana, aku jurusan apa, tingkat berapa, tadi barusan darimana. Dan aku menjawab dengan lancar..

Aku balik nanya, si Bapak apa hubungannya dengan UPI. Ternyata si Bapak itu lagi nyari rumah temennya, dosen UPI, di sekitar situ, dan ga ketemu sepertinya.

Aku ditawarin diantar sampe kosan, tapi aku menolak. Aku kan rencananya mau ke Gramed. Aku minta diturunin di simpang Sekemirung. Dan aku ber-Makasih banyak, Pak. Si Bapak baik hati yang aku tidak tahu namanya itu, ya Allah balaslah kebaikannya… Klo ga ada Bapak itu mungkin aku akan jalan dari Ligar Raya sampe Sekemirung. Jauh bgt… Alhamdulillah, ya Allah…

Kemudian aku naek Caringin-Dago. Dan rencanaya turun di Gramed.

Nyampe Gramed, lama juga. Aku mencari peta. Ada sih peta Bandung, tapi yang ku inginkan ga ada. Aku bingung. Udah nyampe sini, aku harus beli sesuatu. Akhirnya aku memilih buku “Merajut Kembali KeIndonesiaan Kita”, setelah bingung memilih antara buku itu atau buku “Neoliberal merasuki Indonesia”.

Selesai, aku ke kampus dan rapat.

Hari yang menyenangkan.

“Maka, nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?”





Tisu Dua Gulung

20 08 2008

tisu dua gulung

hampir kuhabiskan

mengusap hidung

hingga perih dan memerah

mataku

menangis ketika aku tak ingin

hingga perih dan memerah

dan akhirnya membengkak

kunang-kunang

menari diatas kepalaku

membuat gamang

langkah-langkah pastiku

kakikananku, bersabarlah

aku akan panggilkan Thrombophob

untuk membantumu

hutanku,

maafkanku,

aku butuh tisu dua gulung

tisu dua gulung

terimakasih

arigatougozaimasu

thankyou

.:: alhamdulillah ya Allah… ::.





Tersesat part4

10 08 2008

bismillahirahmanirrahim.

Yah, edisi tersesat kali ini agak spesial, karena  nyasarnya jauh bgt!

Sebesarnya tersesat nya bukan hari ini, tapi tepatnya tanggal 6 Agustus 2008.

Hari itu aku harus ke STT Tekstil di Jl. Jakarta. Setelah bertanya pada mbak kosan aku berangkat naik angkot Riung-Dago. Katanya, angkot itu ngelewatin Jl. Jakarta. Diangkot, seperti yang biasanya terjadi, aku tertidur…

Ketika terbangun, aku sudah di Jl. Kiara Condong! Aku mulai mengalami kepanikan tingkat tinggi. Anehnya, walaupun panik, aku ga turun. Angkot terus melaju, sampai akhirnya… Jl. Soekarno Hatta.

Karena merasa aku sudah nyasar cukup jauh, aku turun. Bingung bercampur panik. Aku berjalan mencari atm, dan ingin pulang naik taksi. Berjalan… berjalan mencari atm. Yes! Atm nya ketemu, dan ternyata Mama belum ngirim uang! waa….

Panik dan kebingungan akut mulai melanda diriku.

Aku berjalan tak tau arah. Terus berjalan dengan memanfaatkan sedikit rasa optimis yang tersisa. Terus berjalan… Kemudian aku melihat papan jalan, aku memutuskan berjalan menuju alun-alun.

Harapku adalah, alun-alunnya dekat dari situ, dan ternyata… setelah jalan selama kurang lebih satu jam aku tak juga nyampe di alun-alun! Aku mulai merasa lelah… Aku ingin istirahat sebentar.. Aku ingin duduk selonjor dan minum air.. Tapi aku tidka bisa melakukan itu.. Dan aku terus berjalan..

Aku melewati Jl. Buah Batu. Terus berjalan. Sayup-sayup kudengar suara adzan Zhuhur. Aku ingin segera ke mesjid dan solat. Aku mencari sumber suara, dan Alhamdulillah ketemu sebuah masjid bernama ‘Nurul Falah’.

Aku beristirahat disana. Kemudian, aku merasa berjalan terus juga tak ada hasilnya, dan aku mencoba bertanya pada Mbak Nova.

“Mbak, kalo mau ke Dago dari Buah Batu, naek angkot apa?”

Dan ternyata Mas Ari yang menjawab.

“Sari dimana sekarang? Kok bisa nyasar? Dari sana naek angkot Buah Batu-Kalapa dulu, trus di Kalapa naek Kalapa-Dago. Hati-hati ya”.

Alhamdulillah, aku akhirnya tau harus kearah mana. Dengan uang yang tersisa pas-pasan, aku mengikuti kata Mas Ari. Aku mulai menemukan harapan baru! Rasa optimisku meningkat. Dengan ditemani lagu Aozora no Namida nya Hitomi Takahashi yang menghentak, aku mengembalikan semangatku.

Dan Alhamdulillah, aku nyampe juga di Dago.

Ternyata, setelah bertanya pada Teh Anni, Jl. Jakarta itu di perempatan Kiara Condong.

-_-





Kokoro no Chizu ~Map of the Heart~

30 07 2008

It’s Alright! Now, let’s move forward. There’s always a burning sun in our hearts.

Transferring Power through our clasped hands, let’s catch hold of our desires.

Let’s ride upon a huge wave, combining our Strengths.

Let’s hurry towards the beating pulse;

It’s the signal to begin. Now is the time to set sail.

When the anchor is raised, We’ll ride the seven-colored winds to the sea of adventure.

Though it’s a voyage full of injury, something precious is there.

Even when we’re in trouble, no matter what, because I will protect you.

It’s Alright! Now, Let’s move forward.

There’s always a burning sun in our hearts.

When storms come, Let’s stand shoulder to shoulder and look at the light from before.

If we gather the shards of our dreams, they will become a map for the future.

And so, Let’s stand together under the same flag, and catch hold of our desires.

We all are one, One Piece.

“If we do it together, we can succeed!

Combining our Hearts.

The song of the migrating birds.

Turns to courage.

Even though we don’t have wings, we are flying at ease in freedom.

The sky is capricious, so let’s be allies. It’s alright!

Yes, let’s move forward to those rainlike tears When we return to the blue ocean, passion shines brightly.

As heated thoughts gather, they call the endless winds.

Always together under the same star, because we have an unbreakable bond.

Let’s share these miracles.

It’s Alright! Now, Let’s move forward.

There’s always a burning sun in our hearts.

When storms come, Let’s stand shoulder to shoulder and look at the light from before.

If we gather the shards of our dreams, they will become a map for the future.

And so, Let’s stand together under the same flag, and catch hold of our desires.

We all are one, One Piece.

Soundtrack dari One Piece.




Dinas-dinas Kota Bandung

30 07 2008

bismillahirrahmanirahim

Dinas-dinas yang ada di kota Bandung nih..

  • Dinas Bina Marga dan Pengairan, Jl. Cianjur no.34 Bandung Telp. 7278853
  • Dinas Kebakaran, Jl. Sukabumi no.17 Bandung
  • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Jl. Ahmad Yani no.227 Bandung
  • Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Jl. Ambon no.1 Bandung
  • Dinas Kesehatan, Jl. Supratman no.71 Bandung
  • Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Perdagangan, Jl. Kawaluyaan no.2 Bandung
  • Dinas Pendapatan, Jl. Wastukencana no.2 Bandung
  • Dinas Pendidikan, Jl. A. Yani no.239 Bandung
  • Dinas Perhubungan, Jl. Laswi no.7 Bandung
  • Dinas Pertamanan, Jl. Ambon no.1A Bandung
  • Dinas Pertanian, Jl. Arjuna no. 45 Bandung
  • Dinas Sosial, Jl. Caringin no.103 Bandung
  • Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya, Jl. Cianjur no.34 Bandung
  • Dinas Tenaga Kerja, Jl. R. E. Martanegara no.4 Bandung




Tersesat part3

25 07 2008

bismillahirrahmanirrahim

Diklat Lapangan kembali ada hari ini. Jam7 di Lapangan Cinta, dan diundur jadi jam 1.30 siang. Aku, batalyon 2 yang danyon nya Dani, mulai mencari2 space untuk nyempil, tapi malah buat banjar baru….

Kemudian kita mobile ke plawid. Karena aku paling depan, jadilah aku taploknya, dan aku harus membimbing teman2 dibelakang. Lumayan garing sih, waktu aku jadi taplok, ditambah partnerku, Zul, yang ga dateng, jadinya aku ditemenin Siddiq anak Biologi. Kita berdua bergaring ria dan nyerocos ga jelas. Tapi anehnya, aku dinilai 80 dari skala 100 ama mereka. he he he… dpt A dong…

.: Ternyata aku bisa juga jadi taplok.

Hari ini aku kerja, menggantikan hari Rabu kemaren yang ga jadi, sehingga aku izin ke Dani. Ga enak sih ninggalin batalyon, tapi mo gimana lagi, klo kerja harus profesional.

Aku kembali mencari Jl. Rereng Suliga no23.

Dari kampus naik Caheum-Ledeng, trus di Siliwangi nyambung Caheum-Ciroyom, turun di Jl. Pahlawan. Aku ingat, kata bos lihat sebelah kanan ada kompleks. Aku pun menyusuri jalan Pahlawan sampai ujung dan gak nemu. Aku belok kiri dan jalan terus, ternyata itu jalan Cikutra. Terus jalan, aku ngeliat plang tulisan Sukaluyu. “Wah, udah deket nih!” batinku. Jalan lagi, jalan terus, terus jalan, akhirnya aku menemukan tulisan “Selamat datang di Sadang Serang“.

Loh! Kok aku bisa nyampe Sadang Serang? Bingung.. Panik..

Aku nyebrang, putar balik. Capek jalan, aku memutuskan naek angkot. Stasion-Sadang Serang.

“Pak, kalo mau ke jl Rereng Suliga, lewat mana ya?” aku bertanya pada si bapak supir angkot.

“Nanti ditunjukin, Neng.  Berenti di simpang, trus aja jalan, di dalam situ semuanya jalan rereng - rereng-an”.

Aku turun, dan si Bapak ga mau dibayar seribulimaratus. Dia kembaliin limaratusnya. Ternyata masih ada angkot yang mau dibayar seribu….

Aku jalan lagi, nemu jalan Batik Kumeli. Aku makin bingung. Panik.
Melihat bapak2 lagi duduk di pojokan, aku bertanya, “Pak, kalo mau ke jl Rereng Suliga kemana ya?”

“Oh, lewat sini neng”, ia menunjuk, “Nanti belok kiri trus belok kanan, nah disana nama jalannya rereng2an semua”.

Sesuai petunjuk aku jalan lagi. Kemudian aku menemukan belokan ke kiri, tapi jalannya ditutup. Apa ini ya jalan yang dibilangin si Bapak? Nekat aku pun belok kiri, kemudian belok kanan. Jalan terus. Terus. Aku lemes, ketika tau jalannya buntu dan aku belum menemukan jl Rereng suliga, sementara waktu udah menunjukkan jam 4.30.

Aku putar balik, jalan lagi, dan menemukan belokan satunya lagi. Aku belok kiri lagi dna ternyata aku menemukan jl Rereng barong disana. Hore…. Aku terus berjalan, ternyata jalanya juga buntu. Aku balik lagi dan masuk ke jl Rereng barong. Rupanya nembus ke jalan Rereng Adimanis. Aku terus jalan, liat kiri, jalan batik2an, liat kanan jalan sido2an. Aku mulai mengalami kebingungan dan kepanikan yang akut. Aku terus jalan, masih dengan harapan menemukan jalan Rereng Suliga.

Jalan lagi. jalan terus. Dan, Alhamdulillah! Aku menemukannya… Aku bersorak dalam hati, yes!

Aku melirik mencari rumah no23. Jalan lagi, dan ketemu! Alhamdulillah…

Aku menyapa Vira dan tak lupa meminta maaf, dan alasan mengapa aku telat.

“Kenapa ga nelpon Vira, teh?”

“Hehehe… hanphone nya mati”.

Aku disana selama kurang lebih 1 jam, kurang 1 jam dari yang seharusnya. Hal ini terjadi karena waktu 1 jam aku habiskan untuk nyasar.

Aku pulang setelah solat Maghrib disana, berjalan sesuai dengan jalan yang ditunjukkan Vira. Dan ternyata jalan itu adalah Jalaprang! Hah! Aku kan tau tempat itu! Aku kan sudah lebih dari sekali ke Jalaprang.

Tapi, apaun yang terjadi, pasti ada manfaatnya. Dan manfaat yang aku peroleh adalah :

  1. Jadi tau dimana jalan Gagak. Hehehe… [ada seseorang yang bertanya dan aku sudah tau jawabannya...]
  2. Jadi tau ternyata Cikutra itu deket Sadang Serang
  3. Jadi tau dimana Rereng Suliga, Rereng Barong, dan Rereng Adimanis
  4. Jadi tau, ntar klo mo kerumah Vira, turunnya  di Jalaprang aja
  5. Olahraga! ^_^;
  6. Dan besok aku diundang makan sama si Bos di Republik Kuliner. Yes! Hore….




Tentang Diklat Terpusat InKM

23 07 2008

bismillahirrahmanirrahim

Diklat untuk panitia InKM sedang pada masa-masa intensif. Diklat Lapangan diadakan hampir setiap hari, dari pagi hingga tengah hari. Mobilisasi. Formasi. Salam Ganesha. Aku lebih suka, daripada diklat Taplok.

Lari, jalan cepat, teriak-teriak, aku lebih suka.

Aku kembali menemukan semangat untuk mengikuti diklat ini!!!

Aku suka diklat Lapangan….





Tersesat part2

23 07 2008

Hari yang cerah

Sang Awan tersenyum lembut

menatap matahari yang bersinar gagah

Hari yang cerah

Sang Angin berjalan perlahan

diantara semak belukar yang menggumam tak jelas

Hari yang cerah

Sang Langit menyapa ramah

manusia diantara deru bising kuda besi

Tapi, ini dimana?

Kembali aku tersesat

Hilang arah tak kenal sekitar

Lagi-lagi.

Hari ini adalah hari pertama aku bekerja di semester ini. Kemarin dapat panggilan dari kantor, aku akan bertugas di daerah Sukaluyu, Jl Rereng Suliga no 23, deket Jl. Pahlawan. Pukul 4 sore (lewat dikit) aku berangkat dengan modal bertanya dulu pada teman Bandung. “Naek Caheum-Ledeng dari sini”, katanya.

Bismillahirrahmanirrahim. Aku naik. Turun di Siliwangi, nyambung ke Caheum-Ciroyom. Semilir angin membuatku merasa nyaman, dan tertidur. Angkot terus berjalan dan aku masih tertidur. Aku tersentak ketika berada di Jalaprang. “Ah, belum nyampe”, pikirku kembali tidur. Tersentak lagi. Aku berada di Itenas. Mulai panik.

Angkot terus berjalan. Aku mencari-cari jalan Pahlawan. Belum ketemu. Angkot terus berjalan. Terus berjalan. Aku semakin panik. Semakin panik.

Aku melihat ada beberapa bus menuju Cirebon sedang ngetem. Ya Allah, aku ada dimana?

Jl. Ahmad Yani, aku melihat salah satu plang. Aku sangat panik. Aku lihat plang yang lain, Padasuka.

Akhirnya aku telpon bosku, minta petunjuk.

“Assalamu’alaikum. Kang, saya nyasar.”

“Sekarang ada dimana?”

“Padasuka.”

“Kenapa ke Padasuka? Mmm… cari angkot yang ke arah Surapati aja.”

“Iya. Makasih, Kang! Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumsalam.”

Aku nyebrang, dan mencari angkot Caheum-Ciroyom yang ke arah sebaliknya.

Bismillahirrahmanirrahim. Naik. Angkot berjalan.

Handphone-ku berbunyi, dari bos. Dia khawatir agaknya.

“Assalamu’alaikum. Sari, nanti ada perempatan Pahlawan, terus aja. Ada kompleks Sukaluyu di sebelah kanan, berhenti disitu. Jalan terus, rumahnya yang paling ujung.”

“Iya, makasih, Kang. Sekarang lagi di angkot.”

“Kalo bingung, tanyain tukang angkotnya aja ya. Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumsalam.”

Aku berpatokan pada kompleks di sebelah kanan. Aku hanya menemukan Surapati Core. Aku semakin panik. Angkot terus berjalan hingga Pusda’i. Aku memutuskan untuk turun. Aku bingung, kenapa tidak terlihat kompleks di sebalah kanan?

Handphone berbunyi lagi. SMS dari Vira, muridku.

“Ass. The, skrg jd les ga? Udh jam 5 lbh nich.. Klo teteh ga bsa ksh tau vra ya,, trus klo skrg ga bsa bsk aja the.. Tp klo skrg bsa jg vra tungguin.. Makasih..”

Wua… aku makin panik. Jam di handphone-ku sudah 5 lebih 20.

Aku membalas :

“He he… Nyasar… Mau dilanjutin ga? Klo ksorean bsk jg gpp… Gmn?”

Alhamdulillah. Vira mau lesnya besok, karena udah sore. Aku pun putar balik, nyebrang dan naik Caheum-Ciroyom. Di dalam angkot ada sepasang bapak ibu yang agaknya dari jauh. Ada seorang pria dengan tulisan “Workshop bpmigas 1 Maret 2008″ di bajunya, membawa 2 tas besar. sepertinya ia ingin pulang atau baru sampai. Di sebelahnya ada ibu yang menggendong bayi. Lucu.

Angkot terus berjalan hingga Simpang Dago. Aku turun dan nyambung Riung-Dago, dan Adzan Maghrib pun berkumandang.

Jadi, manfaat tersesatnya aku kali ini :

  1. Jadi tau beberapa tempat yang menyewakan tenda
  2. Jadi tau bahwa jaket yang kemaren dipesan, besok malam bisa diambil

Alhamdulillah…





Profil Dr Taufikurahman

22 07 2008

Dr Taufikurahman dilahirkan tanggal 13 September 1961. Hidup berbahagia dengan seorang istri bernama Ir. Nurani Esti Lestari dan telah dikaruniai 4 putri dan 1 putra ini memiliki banyak sekali aktifitas. Selain profesinya sebagai dosen ITB yang ditekuni sejak tahun 1986, Taufikurahman bahkan pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Biologi ITB (kini Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB).

Beliau mempunyai keprihatinan yang mendalam menyaksikan berbagai masalah Kota Bandung akibat perkembangan kota yang semakin semrawut. Kemerosotan kualitas lingkungan perkotaan yang terjadi secara beruntun, banyaknya sampah yang tak tertangani, infrastruktur yang semakin tidak memadai dan tidak manusiawi bahkan rusak parah adalah fenomena nyata yang dapat dilihat sehari-hari di kota ini.

Selain itu, meningkatnya jumlah anak putus sekolah, pengangguran, jumlah warga miskin dan anak jalanan serta belum adanya pemihakan yang nyata terhadap fasilitas/sarana dan prasarana warga termarjinalkan seperti pasar tradisional menjadikannya bertekad untuk membangkitkan semangat melakukan perubahan di Kota Bandung ini melalui momentum peringatan 100 tahun kebangkitan nasional.

Sejak tahun 1980 Taufikurahman muda telah menjalani kehidupan sehari-hari di Kota Bandung dimana ia menyelesaikan kuliah dan menyandang gelar sarjana dari jurusan Biologi di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia pun meneruskan pendidikan master di ITB dan lulus tahun 1987 dan sejenak meninggalkan Kota Bandung untuk menempuh jenjang pendidikan doktor di University College of Swansea, Inggris dan menamatkannya pada tahun 1993.

Diantara kesibukannya yang lain, ia bersama-sama dengan beberapa aktivis lingkungan mendirikan LSM Greenlife Society dan menjadi direkturnya hingga sekarang. Selain itu ia menjadi ketua Asosiasi Akademisi Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia, disingkat ASASI yang dideklarasikan di Bandung pada tanggal 1 oktober 2005 oleh 42 orang pendiri yang merupakan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Ia pun menjadi ketua program Pembinaan Sumberdaya Manusia Strategis (PPSDMS) regional II Bandung yang memiliki motto Creates Future Leaders. Di sela-sela semua kesibukan itu, ia juga menjadi pengasuh dan pengawas Koperasi Keluarga Pegawai (KKP) ITB yang beranggotakan 3500 orang yang terdiri dari dosen dan karyawan ITB, Politeknik Manufaktur dan Politeknik Bandung. Koperasi Keluarga Pegawai ITB ini tahun lalu dianugerahi sebagai Koperasi terbaik di Indonesia.

Integritas moral yang teruji, dedikasi yang tinggi, bersih, peduli dan profesional dinilai oleh DPD PKS Kota Bandung ada pada diri Dr. Taufikurahman. Oleh karena itu, bertepatan dengan peringatan 100 tahun hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2008 lalu, DPD PKS Kota Bandung mengusung Dr. Taufikurahman menjadi bakal calon Wali Kota Bandung periode 2008-2013.

Keluarga Dr. Taufikurahman

Sebuah pepatah mengatakan wanita adalah tiang negara. Memang ada benarnya, karena dibalik ke

suksesan seorang laki-laki pastilah ada seorang wanita yang hebat disampingnya. Setidaknya, pepatah ini juga menggambarkan keluarga Dr. Taufikurahman.

Dr Taufikurahman menikahi Ir. Nurani Esti Lestari pada tahun 1986. Ir Nurani Esti, kelahiran Februari 1961 ini lebih akrab dipanggil Bu Nunu. Wanita yang ramah dan keibuan ini merupakan lulusan Gizi Masy

arakat Institut Pertanian Bogor (IPB). Allah mengkaruniakan 5 orang anak kepada pasangan intelektual ini. Mereka adalah Khairani L. Imania (Desain Produk ITB 2005), Sakina Fathiani (FSRD ITB 2007), Iffah Dieni Haniefa (kelas 2 SMP 14 Bandung), Shafa Inayah (SDN Ciujung, kelas 4), Muhammad Izzudin Al Fatih (SDN Ciujung, kelas 1).

Sebelum menikah, Bu Nunu bekerja di Semarang. Akhirnya beliau memilih mendampingi Pak Taufik k

uliah di Inggris. Menjadi ibu rumah tangga yang senantiasa mendampingi Pak Taufik dan mendidik anak-anaknya beliau jalani dengan baik. Di samping itu beliau juga aktif di masyarakat. Saat ini beliau menjabat Ketua PD Ormas SALIMAH Kota Bandung. Melalui SALIMAH, beliau merangkul ibu-ibu majelis ta’lim untuk lebih peduli terhadap masa depan anak dan keluarga.

Pak Taufik dan Bu Nunu, dua sosok yang senang berkontribusi di masyarakat, akan tetapi tidak

pernah melupakan keluarganya. Bahkan, di sela-sela kesibukannya beliau tidak lupa mengajak keluarganya untuk menikmati keindahan alam Bandung atau sekedar belanja bersama anak-anaknya.

Ketika PKS memutuskan Pak Taufik menjadi calon Walikota, tentu bukan hal ya

ng sederhana bagi Bu Nunu. Secara tidak langsung, kesibukan beliau bertambah. Di sisi lain, beliau harus senantiasa menjaga anak-anaknya dan menguatkan Pak Taufik untuk senantiasa memegang komitmennya untuk berkonntribusi kepada masyarakat secara tulus dan utuh. Dalam kunjungannya ke berbagai tempat beliau seringkali meminta kepada ibu-ibu ynag ditemuinya: “Jika Pak Taufik nanti terpilih menjadi walikota, ingatkan saya agar saya mengingatkan Pak Taufik untuk tidak ko

rupsi.

Yah, itulah gambaran keluarga Pak Taufik yang harmonis, s

aling mendukung dan senantiasa saling mengingatkan dalam kebaikan. Perubahan memang harus dimulai dari keluarga. Insya Allah pemimpin yang berasal dari keluarga yang harmonis, adalah pemimpin yang bersih dan akan senantiasa mengayomi masyarakat.





Revitalisasi Gelap Nyawang

27 06 2008

bismillahirrahmanirrahim

Revitalisasi Gelap Nyawang adalah salah satu program Pengabdian Masyarakat [PM] Kabinet KM ITB selain Desa Binaan, Forum Kakak Asuh, Rumah Belajar, dan Ganesha Resque.

Mengapa hal ini perlu? Bagi siapa pun yang pernah makan di Nyawang, yang pernah memergoki betapa rendah tingkat sanitasi disana, revitalisasi ini perlu. HMTL [klo ga salah] pernah melakukan inspeksi ke Nyawang, dan hasilnya adalah makanan disana mengandung banyak bakteri.

Tidak miriskah kita ketika melihat Gelap Nyawang? Ketika di depannya berdiri dengan megah kampus yang memiliki kualitas terbaik bangsa, tapi mereka, masyarakat dan bangunan fisiknya belum tertata dengan baik.

Kembali lagi ke fungsi dasar mahasiswa yang harus berkontribusi. Inilah saatnya kita berkontribusi. Efek ITB sebagai kampus terbaik harus dirasakan masyarakat sekitarnya!

Tujuan akhir dari revitalisasi ini adalah :

  1. Menjadikan Gelap Nyawang sebvagai sebuah komunitas kreatif dan mandiri yang menjadikan kemampuanh memasak sebagai alat pemenuhan kebutuhan hidup
  2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa ITB untuk menyalurkan potensinya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat Gelap Nyawang
  3. Gelap Nyawang menjadi salah satu tujuan wisata kuliner Bandung

Ada 3 masalah pokok : human, capital, dan physical.

  • Human

Masalahnya ada pada si manusianya itu. Untuk membantu meningkatkan kesejahteraan mereka, kita harus mendatangkan banyak pembeli. Dan pembeli akan datang, jika pelayanan yang mereka dapatkan memuaskan, makanan yang enak dan bervariasi.

Pada aspek human ini, fokus berada pada :

  1. Hospitality
  2. Kemampuan memasak dan variasi makanan
  3. Kerukunan antar pedagang
  4. Pola pikir jangka pendek
  5. Pengetahuan yang terbatas dari sisi akademik dan keagamaan
  6. Kurangnya jiwa enterpreneurship

Solusi yang baru terpikirkan adalah :

  1. Pelatihan di bidang tata boga dan kreativitas kuliner
  2. Pelatihan di bidang kewirausahaan [misalnya mendatangkan pedagang yg udh sukses utk sharing]
  • Capital

Agar si masyarakat nya sejahtera, mereka harus pintar mengelola uang, harus lihai cara-cara pemasaran dan manfaatkan sistem yang ada, seperti koperasi.

Pada aspek capital ini, fokus berada pada :

  1. Manajemen keuangan
  2. Pemasaran / marketing
  3. Ada koperasi, tapi rentenir merajalela.. ^_^

Solusi yang baru terpikirkan adalah :

  1. Menghidupokan koperasi
  2. Ada mentoring bisnis
  3. Pelatihan tentang manajemen dan usaha
  • Physical

Makanan yang bersih dan sehat adalah dambaan setiap orang. Oleh karena itu, sanitasi dan kebersihan warung harus dijaga. Tata letak yang membuat mata nyaman juga akan membuat customer betah, apalagi jika ditambah dengan penerangan yang cukup.

Pada kasus saluran pembuangan, mereka menggunakan saluran pembuangan air bersih untuk membuang air kotor, sehingga setiap bulannya selalu cekcok dengan PDAM. Masalah penerangan, mereka hanya menggunakan satu sumber untuk digunakan beramai-ramai. Kuda juga jadi masalah. Ga mungkin melarang kuda membuang kotoran seenaknya.

Pada aspek physical ini, fokus ada pada :

  1. Kebersihan dan sanitasi lingkungan
  2. Saluran Pembuangan
  3. Lay-out dan tata letak
  4. Penerangan
  5. Jalan dan lampu penerang jalan yang rusak
  6. Taman di depan warung-warung
  7. Bau sampah dari pasar Balubur
  8. Kuda dan kotorannya

Solusi yang baru terpikirkan adalah :

  1. Kerjasama dengan Nymphaea, HMTL, HMF, dan Himatek untuk menidentifikasi masalah kebersihan, sanitasi, saluran pembuangan, serta mencari alternatif solusi untuk masalah tersebut. [ini mah baru kerjasama wae, blm solusi atuh]
  2. Kerjasama dengan IMA-G dan KMSR Desain Interior untuk memperbaiki tata letak. [idem]
  3. Kerjasama dengan HME untuk masalah penerangan. [idem lg]
  4. Melibatkan mahasiswa 2008 untuk pembangunan fisik
  5. Melibatkan si pedagangnya juga dalam memperbaiki warung-warung mereka. Jika ingin berjalan lancar dan bangunan fisik tetap akan terjaga, harus ada kesadaran untuk memelihara dari si pedagangnya. Harus ada sense of belonging nya, agar mereka merasa memiliki dan merasa sayang untuk merusak dan mengotorinya.

Agar para pedagang itu mau tetap menjaga kondisi warung nya tetap bersih dan sehat, salah satu caranya adalah dengan mengerahkan mahasiswa baru 2008 yang berjumlah kira2 3ribu orang untuk makan disana. Tapi sebelumnya, para pedagang itu harus memiliki sertifiakt lulus uji, baik kebersihan maupun kesehatannya. Tujuannya agar para pedagang itu bersaing secara sehat dan termotivasi untuk memperbaiki kualitas warungnya.

Yah, pelaksanaannya sendiri diusahakan sebelum InKM 2008 dimulai. Harus kerja keras, dan kerjasama ama himpunan2.

Untuk temen2 yang punya ide, komen aja atau email ke laruku.riyu @yahoo.co.id

Smangat, smangat!!