Kenyamanan Berorganisasi dan Sense Keberaktifitasan

Dalam suatu organisasi pasti terdapat model atau profil kader yang diinginkan. Di dalam MTM profil kader itu tercantum di dalam GDK. Profil kader ini harusnya memuat visi, misi, jalan hidup, dan nilai-nilai yang membentuk paradigm, mentalitas dan karakter kadernya. Profil yang ada di dalam GDK adalah profil ideal, kita juga harus menyadari bahwa setiap anggota MTM memiliki keunikan individunya masing-masing yang membedakan antaa satu anggota dengan anggota yang lain. Oleh karena itu, model atau profil kader ini harus memadukan antara idealita dengan realitas. Misalnya Firman, Sofyan, dan Babang memiliki visi, misi, jalan hidup, dan nilai-nilai yang sama dalam beraktifitas di MTM, namun mereka juga memiliki kompetensi, keterampilan, dan bakat  yang berbeda-beda. Keadaan kesamaan dan perbedaan ini seharusnya membuat MTM semakin memiliki banyak warna untuk menyempurnakan pelanginya. (*no offense memasukkan nama2 ini ke dalam contoh..*)

Namun, kesempurnaan individu saja tidaklah cukup, karena individu ini akan melangkah lebih jauh lagi, yaitu ke system, masyarakat dan menjadi partisipan disana, dalam hal ini system kita adalah MTM. Untuk melebur dalam system, tiap-tiap individu ini harus bersinergi, berkerja sama dan terintegrasi untuk mendukung semua proker MTM menuju tujuan MTM dan MTM yang lebih baik, sehingga kesempurnaan system tercapai. Jika seorang kader MTM telah mencapai kesempurnaan sistemnya, hal selanjutnya yang diperlukan adalah bertahan dalam kesempurnaan itu sampai akhir hayatnya di system itu, yaitu ketika lulus. Karena nilai seseorang tidak hanya ditentukan di awal ketika ia bergabung dengan system, tapi juga ditengah ketika ia menjadi staff dan BP, dan diakhir ketika ia menjadi swasta dan akhirnya lulus. Untuk itu diperlukan kekonsistenan. Dan hal yang membuat kita konsisten adalah efisiensi dan efektivitas dalam menjalani kehidupan di system tersebut. Dalam MTM, seorang kahim tidak dapat melakukan semuanya sendirian, sementara output yang diinginkan maksimum tapi energy kita terbatas. Oleh karena itu hal yang bisa kita lakukan adalah menghemat energy dengan cara pembagian peran sesuai kompetensi. Dengan membidangi kompetensi, maka tiap individu akan menjadi ahli. Misalnya Adit PT kompetensinya pada bidang kaderisasi, maka perannya adalah menjadi anggota PSDA dan ia akan menjadi seorang ahli kaderisasi. Contoh lainnya misanya Gian yang kompetensinya adalah monitoring, maka perannya adalah DPA, dan ia akan menjadi DPA yang ahli. Jika semua orang menempati posnya masing-masing, dan menyadari bahwa setiap orang memiliki tugas dan perannya masing-masing, maka tujuan besar bersama dapat dicapai.

Untuk mencapai tujuan bersama itu, ada penjenjangan yang harus dilakukan, yaitu afiliasi, pastisipasi, dan kontribusi. Akan sangat tidak tepat sebenarnya jika anggota baru langsung ditanyai mengenai kontribusi,  karena ia mungkin bahkan belum berafiliasi terhadap MTM.

Afiliasi adalah langkah awal seorang individu yang ingin masuk kedalam system tersebut dan memperbarui komitmennya terhadap system tersebut. Proses afiliasi ini kita lakukan dalam bentuk inisiasi. Dalam proses ini anggota baru MTM diperkenalkan tentang tujuan dan orientasi MTM, visi misi, dan hal mendasar lainnya, agar memiliki afiliasi terhadap MTM.

Langkah selnjutnya adalah partisipasi. Proses partisipasi ini kia lakukan dalam bentuk staffing dan magang. Jika seorang anggota MTM sudah memiliki afiliasi terhadap MTM maka ia akan berpartisipasi dalam setiap kegiatan MTM. Ia akan mensinergiskan dirinya dengan MTM. Dan ia akan menjadi faktor pembawa manfaat dan pencegah disinegrasi bagi MTM, karena sebelumnya ia telah memiliki afiliasi terhadap MTM. Partisipasi ini juga akan terjadi jika ekspektasi anggota baru yang telah berafiliasi tidak berlebihan. Anggota aru yang telah berafiliasi namun ekspektasinya terlalu jauh, akan sulit diajak untuk berpartisipasi. Oleh karena itu, kondisi realita MTM juga harus dipaparkan kepada anggota baru yang ingin bergabung ke dalam MTM. Selain itu, para kader MTM sudah seharusnya menjaga nilai-nilai yang baik yang dimiliki MTM, sehingga terdapat sinergisasi antara anggota baru dan kader MTM yang sudah lebih dahulu menjadi anggota MTM.

Setelah seorang kader MTM berafiliasi dan berpartisipasi, langkah selanjutnya adalah kontribusi. Pada tahap ini seorang kader MTM yang telah terintegrasi dengan lingkungannya, akan berusaha untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas keberaktifitasannya di MTM. Hal ini dilakukan dengan mempertegas posisi dan perannya. Proses ini kita lakukan dalam bentuk menjadi staff tetap, dan BP id kepengurusan MTM. Dengan mempertegas posisi dan perannya sesuai dengan kompetensinya, ia dapat memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya untuk mencapai tujuan bersama MTM.

Dengan melewati tahap-tahap tersebut seorang kader MTM telah memiliki kekuatan pribadi, social, dan profesionalisme. Ia kuat secara pribadi karena telah memiliki paradigm, karakter dan mentalitas yang jelas. Kuat secara social karena ia telah memiliki kesadaran partisipasi yang kuat pada system dan ia kuat secara profesionalisme karena ia telah berkontribusi sesuai dengan kompetensinya.

Realita yang ada sekarang adalah para kader MTM telah kehilangan perannya. MTM tidak akan pernah kehilangannya perannya, karena perannya adalah abadi, namun peran kadernya adalah temporer. Hal ini bisa disebabkan karena penjenjangan itu belum sempurna dilakukan. Misalnya, anggota baru yang bahkan belum berafiliasi dituntut untuk berkontribusi. Ia bahkan belum menyadari untuk apa ia berkontribusi, hal inilah yagn akan menjadi bom waktu yang akan menjadi distorsi antara nilai MTM dan  nilai kader MTM.

Karena saat ini kita sedang mempersiapkan tahap awal untuk anggota baru MTM, maka focus kita adalah bagaimana caranya agar anggota baru tersebut memiliki afiliasi terhadap MTM. Salah satunya adalah dengan menimbulkan kebanggaan.

Teman2 panitia inisiasi MTM 2009, semangat yaa!!!

*inpirasi dari bukunya Anis Matta : ‘Delapan Mata Air Kecermelangan’

Full-Week Exams

This week will be the buziest week ever, coz i’ll gonna have most of difficult exams (thermodynamics materials, organic chemistry and numerical analysis). Beside exams, i have a numerical analysis task about gaussian seidal method for Monday, then i’ll finish my tension test report on Thursday morning. And i’ll have a hardness test on Friday. While i wanna move to my new house this week..

Then, lets start to arrange the schedule.

Saturday : I have numerical methods class at 8pm in 9402. Then, i should pack my books and other belongings to box. Attending ‘Tatsqif’ at 1pm and move in the afternoon until night. So, i can study thermodynamics material or organic chemistry in my last time that day.

Sunday : I should go to Gasibu, but if my clean-up project is not finish yet, i’ll do my project first. Then, study thermodynamics material and do half of my tension test report and numerical analysis task.

Monday : I have about 3 hour to study more about thermodynamics until numerical analysis class at 10am. Then, the thermodynamics exam will be at 11am-1pm. Go to Islamic ethic and religion class, and have exam too there. I’ll finish at 3pm. Then, I wanna study organic chemistry for tomorrow exam.

Tuesday : I’ll have material characterization class at 8am, electronic and magnetic materials at 10pm. Then Organic chemistry exam at 1pm-3pm. Then, thermodynamics class at 3pm.

Wednesday : No exam this day. But i should finish my tension test report and prepare for numerical analysis exam. No organic chemistry practicum. A little bit relax..

Thursday : Tension test report must be given to the assistant at 8am. And i’ll have a debate about pesticide in enviromental aspect in materials processing class. Then, Numerical analysis exam at 1pm-3pm. For tomorrow hardness test, i should take the tutorial at 7pm-9pm. And study all night about hardness test and do the beginning task.

Friday : Wake up early, then print the cover (or maybe i can ask Jijah to print it for me so i do not need to wake up so early) at 6.30am. I’ll have the hardness test at 7.30am and late is unforgiveable. The practicum will finish at 11am.  Then.. i’ll go home and watch Ouran and laugh!

Hope that i can finish the exams well.

Impact Testing : Uji Impak

*Uji Impak ini adalah praktikum Labtek-1 saya yang ke3 setelah uji puntir, dan bending fatigue. Cuma pengen ada dokumentasi tentang uji ini, biar ntar klo udah jadi asisten bisa nostalgia.. halah..

Klo pengen tau kenapa musti ada uji impak, harus nonton Titanic dulu. Kenapa Titanic, soalnya si material kapal Titanic nya belum di uji impak tuk makanya bisa tiba2 kebelah dua pas ketabrak gunung es. Hehe.. (tapi sejarah kenapa bisa ada uji impak emang karena kapal2 yg dulu sering terbelah waktu perang dunia kedua, ya.. mirip ama titanic lah..)

Uji impak adalah pengujian dengan menggunakan pembebanan yang cepat (rapid loading). Klo ceritanya titanic itu, si kapal kan berada pada suhu rendah, sehingga menyebabkan materialnya menjadi getas dan mudah patah. Kemudian di laut itu kan banyak beban (tekanan) dari arah manapun. Ditambah lagi nabrak gunung es, langsung deh tegangan yang udah terkonsentrasi karena pembebanan sebelumnya menyebabkan kapalnya terbelah dua..

Pada uji impak terjadi proses penyerapan energi yang besar ketika beban menumbuk spesimen. Energi yang diserap material ini dapat dihitung dengan menggunakan prinsip perbedaan energi potensial. Tapi klo di mesin ujinya udah nunjukin energi yang dapat diserap material, ya udah.. ga perlu ngitung manual.

Proses penyerapan energi ini akan diubah menjadi berbagai respon material, yaitu

  • Deformasi plastis
  • Efek Hysteresis
  • Efek Inersia

Standar ASTM Uji Impak

Ada dua macam pengujian impak, yaitu

  1. Charpy
  2. Izod

Perbedaan charpy dengan izod adalah peletakan spesimen. Pengujian dengan menggunkan charpy lebih akurat karena pada izod, pemegang spesimen juga turut menyerap energi, sehingga energi yang terukur bukanlah energi yang mampu di serap material seutuhnya.

Faktor yang mempengaruhi kegagalan material pada pengujian impak adalah

  • Notch

Notch pada material akan menyebabkan terjadinya konsentrasi tegangan pada daerah yang lancip sehingga material lebih mudah patah. Selain itu notch juga akan menimbulkan triaxial stress. Triaxial stress ini sangat berbahaya karena tidak akan terjadi deformasi plastis dna menyebabkan material menjadi getas. Sehingga tidak ada tanda-tanda bahwa material akan mengalami kegagalan.

  • Temperatur

Pada temperatur tinggi material akan getas karena pengaruh vibrasi elektronnya yang semakin rendah, begitupun sebaliknya.

  • Strainrate

Jika pembebanan diberikan pada strain rate yang biasa-biasa saja, maka material akan sempat mengalami deformasi plastis, karena pergerakan atomnya (dislokasi). Dislokasi akan bergerak menuju ke batas butir lalu kemudian patah. Namun pada uji impak, strain rate yang diberikan sangat tinggi sehingga dislokasi tidak sempat bergerak, apalagi terjadi deformasi plastis, sehingga material akan mengalami patah transgranular, patahnya ditengah-tengah atom, bulan di batas butir. Karena dislokasi ga sempat gerak ke batas butir.

Kemudian, dari hasil percobaan akan didapatkan energi dan temperatur. Dari data tersebut, kita akan buat diagram harga impak terhadap temperatur. Energi akan berbanding lurus dengan harga impak. Kemudian kita akan mendapakan temperatur transisi. Temperatur transisi adalah range temperature dimana sifat material dapat berubah dari getas ke ulet jika material dipanaskan.

Temperatur transisi ini bergantung pada berbagai hal, salah satunya aspek metalurgi material, yaitu kadar karbon. Material dengan kadar karbon yang tinggi akan semakin getas, dan harga impaknya kecil, sehingga temperatur transisinya lebih besar. Temperatur transisi akan mempengaruhi ketahanan material terhadap perubahan suhu. Jika temperatur transisinya kecil maka material tersebut tidak tahan terhadap perubahan suhu.

Pada percobaan ini, ada 10 sampel, 5 baja dan 5 aluminium. 2 baja dipanaskan dan 2 lagi didinginkan. begitu pula dengan aluminium.

Dipanaskan. Baja dan aluminium ini dipanaskan dengan menggunakan kompor listrik sampai pada temperatur 200an derajat celcius. Kemudian sampel ini di beri beban impak dan… hasilnya keempat sampel ini tidak patah seluruhnya, hanya sebagian. Terjadi pembengkokan pada sampel. Mengapa sampel tidak patah? Hal ini ada pengaruhnya dengan suhu. Suhu yang semakin tinggi menyebabkan vibrasi elektron semakin tinggi sehingga pergerakan elektron menjadi semakin bebas. Dan energi untuk melakukan deformasi elastis semakin rendah. Hal inilah yang menyebabkan spesimen tidak patah, melainkan hanya mengalami deformasi plastis.

Pada temperatur kamar. Spesimen nya gas diberi perlakuan apapun. Langsung diberi beban impak dan spesimen nya patah ulet. Temperatur spesimen lebih rendah dari yang semula, sehingga vibrasi elektronnya lebih rendah dan menyebabkan material menjadi agak lebih getas jika dibandingkan dengan spesimen awal. Namun spesimen ini belum getas karena elektronnya masih dapat bergerak hingga deformasi plastis.

Didinginkan. Pada pengujian ini, spesimen didinginkan dengan menggunakan nitrogen cair, hingga mencapai suhu minus puluhan derajat. Kemudian spesimen diberi beban impak dan terjadi patah getas. Hal ini terjadi karena vibrasi elektron yang melemah sehingga energi yang dibutuhkan untuk elektron bergeran dan berdeformasi plastis lebih tinggi, sehingga terjadilah patah getas pada material.

Analisis.

Pada baja dan aluminium terdapat perbedaan harga impak. Harga impak baja lebih tinggi daripada aluminium menunjukkan bahwa ketangguhan baja lebih tinggi jika dibandingkan dengan aluminium. Ketangguhan adalah kemampuan material untuk menyerap energy dan berdeformasi plastis hingga patah.

Selain suhu, hal lain yang mempengaruhi harga impak suatu material adalah kadar karbonnya. Material yang memiliki kadar karbon yang tinggi akan lebih getas. Hal ini akan mempengaruhi harga impaknya dan temperature transisi. Material yang memiliki kadar karbon tinggi akan memiliki temperature transisi yang lebih panjang jika dibandingkan dengan material yang memiliki kadar karbon rendah. Temperatur transisi yang berbeda-beda ini akan mempengaruhi ketahanan material terhadap perubahan suhu. Material yang memiliki temperature transisi rendah maka material tersebut tidak akan tehan terhadap perubahan suhu.

Pada pembebanan impak ini, terjadi proses penyerapan energy yang besar. Penyerapan energy ini akan diubah menjadi berbagai respon material seperti deformasi plastis, efek hysteresis, dan inersia.

Sebuah system dengan hysteresis menunjukkan ‘rate-independent memory’, yaitu kemampuan suatu material untuk “mengingat” bentuk atau sifat sebelum material tersebut berubah karena pengaruh gaya dari luar material. Banyak system fisik yang menunjukkan hysteresis yang alami. Misalnya sebuah besi yang diletakkan pada medan magnet akan memiliki sifat magnet, bahkan setelah medan magnetnya dipindahkan. Ketika sekali di magnetisasi, besi tersebut akan tetap memiliki sifat magnet. Untuk menghilangkan sifat magnetnya, dapat dilakukan dengan menempatkannya pada medan magnet yang arahnya berlawanan. Efek hysteresis ini biasanya terjadi jika material diberikan beban yang sangat cepat dan beban tersebut pun dihilangkan dengan cepat.


Efek inersia adalah kemampuan suatu material untuk mempertahankan bentuknya ketika diberikan gaya. Ketika diberikan pembebanan dengan strain rate yang tinggi material tersebut tidak sempat untuk mempertahankan bentuknya dan akhirnya patah .

Tersesat part..?

fhiuh.. udah lama ga posting.

Kali ini cerita nyasar lagi. Kronologis kejadian :

Hari itu laporan labtek uji puntir harus selesai karena besoknya mau dikumpulin. Ckckc.. deadliner banget dah. Rencananya mau ngerjain di rumah teman berinisial T. Tapi karena hari itu ada praktikum Kimia Organik dari jam 1 sampai jam 5, jadinya ke rumah T nya bareng temen yang se-shift praktikum. Prakikum selesai, mencari-cari temen F dan A. Karena kelompok saya paling akhir selesai praktikumnya, lab udah kosong, dan tidak menemukan mereka. Akhirnya saya ke ruang 32 menemani anak 2008 PM belajar Kalkulus sampai maghrib.

Waktu solat di basement CC Barat, ketemu temen dan bertanya : “Liat si A atau F ga?” Ternyata jawabannya tidak. Akhirnya saya memutuskan untuk bertanya pada T tentang alamat rumahnya, dan saya akan kesana duluan. Ternyata rumah si T itu di ‘Terusan Tubagus Ismail, ada Yomart, di depan Yomart ada gang Menara Air, masuk sampai mentok belok kiri, rumah no16′.

Saya memutuskan untuk langsung saja naik Sadang Serang – Caringin. Saya kebayang sebuah jalan, dan mengasumsikannya sebagai ‘Terusan Tubagus Ismail’. Ketika di jalan yang saya asumsikan itu, saya berhenti dan mulai berjalan mencari Yomart. Ternyata, itu bukan ‘Terusan Tubagus Ismail’! Itu adalah ‘Tubagus Ismail I’!

Mulai panik karena satu-satunya asumsi ternyata salah. Berinisiasi untuk menelpon temen yang tinggal di daerah Tubagus Ismail dan bertanya dimanakah Terusan Tubagus Ismail itu. Dan hasilnya… nihil. Bingung. Akhirnya memtuskan untuk bertanya pada tukang angkot.

Naik angkot lagi (Sadang Serang – Caringin) dengan permintaan diturunkan di Terusan Tubagus Ismail dan dengan perasaan gundah. Angkot berjalan dan gundah masih bersarang di hati. Angkot melewati Ampera, terus.. terus.. belok. Lho? Belok? Wah ini udah Sadang Serang, pikirku.

“Pak, terusan Tubagus Ismail udah lewat belum?”

“Wah.. udah lewat neng. Punten ya neng, lupa. Bapak antar deh.”

Akhirnya dianterin, sambil ngobrol dengan si Bapak. Dan coba tebak saya diturunin dimana? Di terusan Cigadung! Wah.. makin bingung plus penasaran. Sebenarnya dimana sih Terusan Tubagus Ismail itu?!

Tiba-tiba, tring! Muncul ide. Mungkin Terusan Tubagus Ismail itu yang jalan lurus, ketika beloknya ke Sadang Serang. Akhirnya dengan asumsi kedua yang belum tentu benar saya berjalan. Jalan.. jalan.. Sampai di depan jalan asumsi saya itu. Terus masuk. Dan, ayo tebak, bener ga asumsi saya?

Haha.. ternyata salah (lagi)! Saya menemukan gerbang bertuliskan ‘Tubagus Ismail Indah State’. Itu daerah perumahan! Hampir putus asa, saya berjalan keluar, ingin pulang saja dan minta dijemput. Jalan (lagi)… melewati Yomart (ini di jalan Tubagus Ismail Raya), dan coba tebak lagi apa yang saya temukan. Gang Menara Air! (Jadi ternyata bukan jalan Terusan Tubagus Ismail, tapi maksudnya Tubagus Ismail teruus..)

Alhamdulillah.. finally. Saya masuk sampai mentok, belok kiri dan menemukan rumah nomer 16. Akhirnya sampai juga di rumah T walaupun sudah jam 8an. Lama di nyasar sih..

Mengerjakan laporan Labtek sampai jam 11 dan pulang, melanjutkan di kosan saja sepertinya.

Hoho.. kirain udah ga akan nyasar lagi. Dan this case, selama proses nyasar, saya bertemu orang yang sama 3 kali, di angkot, di deket Yomart dan di Tubagus Ismail Indah State. Dan dia mungkin berpikir, Anak ini kenapa bisa disini? Bukannya tadi gue duluan yang turun angkot. trus kenapa dia bisa ada didaerah ini dengan muka bingung..?

Haha..

New Semester

wah.. akhirnya semester 3 selesai.. dan semester 4 dimulai. Agak telat sih posting ttg semester baru ini, tapi ya lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.. hehe..

Semester ini sih ngambil 20 sks. huu..huu.. pengen cepet2 lulus nih. MySpace

  • MT3202  Material Elektronik & Magnetik     3 sks

Dosen : Dr. Ir. Ahmad Nuruddin

Buku Acuan : “Electronics Materials and Devices” by S. O. Kasap

  • MT2205  Laboratorium Teknik Material 1     1 sks

*ini praktikum 1 sks berasa 10 sks… MySpace

  • MT2203  Karakterisasi Material 2                      2 sks

Dosen : Dr. Ir. Budi Hartono (bahasa pengantarnya bhs inggris..)   MySpace

Buku Acuan : “Materiallography, Principles & Practice” by Vander Voort, George F.

  • MT2202  Termodinamika Material                    3 sks

Dosen : Husaini Ardy (jadi ingat, si bapak sistem penilaiannya aneh..)

Buku Acuan : “Thermodynamics of Material” by Ragone D. V.

  • MS2200  Analisis Numerik & Pemrograman  3 sks

Dosen : I Made Astina, M.Eng (blm fix dosennya masih pengen pindah kelas…)

Buku Acuan : “Numerical Methods for Engineers” by Steven C. Chapra & Raymond P. Canale

  • KI2051   Kimia Organik                                            3 sks

Dosen : Dr. Sadijah Achmad

Buku Acuan : buku kimia organik..

  • TI4005  Manajemen Proyek                                  3 sks
  • KU2061  Agama & Etika Islam                               2 sks
  • MTxxxx Aspek Lingkungan dlm Material         3 sks

Dosen : Dr.

Manajemen Proyek ga jadi diambil, karena kelasnya udah penuh. Jadi sebel.. padahal kan udah daftar.. Jadinya ngambil Aspek Lingkungan dalam Material. Hhh.. harus PRS deh..

MySpace

Kuliah udah seminggu berjalan dan jadwal masih belum fix. Yang masih simpang siur tuh Analisis Numerik (Anum) karena anak mesin juga ngambil, makanya agak2 ribet. Dosennya pengen material sekelas semua, tapi dosen yg laen pengen 1 kelas cuma 60 org, jadilah beberapa anak material harus gabung ama anak mesin, include me.. Pengennya sih yg dikelas material, krn jadwalnya ga bentrok ama kelas agama..

Hh.. semoga semester ini dapat lebih baik..

Smangat!!!

MySpace

Kemahasiswaan Terpusat, Perlukah?

Berdasarkan konsepsi KM ITB mahasiswa memiliki dua peran, yaitu :

  1. Mahasiswa dituntut untuk terus berupaya mengembangkan diri menjadi lapisan masyarakat masa depan yang berkualitas atau dengan kata lain mahasiswa sebagai calon sarjana.
  2. Mahasiswa dituntut untuk aktif bergerak menata kehidupan bangsanya. Dari dua peran tersebut, tercipta berbagai kebutuhan dasar mahasiswa, yaitu pendidikan, kesejahteraan dan aktualisasi, yang diperlukan mahasiswa untuk mewujudkan peran utuhnya.

Orientasi dasar organisasinya :

  1. Menjadi wadah pengembangan diri mahasiswa untuk membentuk lapisan masyarakat masa depan yang profesional, intelek, humanis, dan religius. Untuk ini dibutuhkan pembukaan wahana yang seluas-luasnya bagi partisipasi-aktif anggota sehingga semua aktivitas kemahasiswaan merupakan proses pembelajaran dan pemberdayaan seluruh mahasiswa.
  2. Mewujudkan karya nyata mahasiswa dalam perjuangan menata kehidupan bangsa. Untuk ini maka akar aktivitas mahasiswa, yaitu intelektualitas, kemandirian, dan kebenaran ilmiah harus benar-benar dijaga dalam roda gerak organisasi kemahasiswaan.
  3. Menjadi wadah bagi pemenuhan kebutuhan dasar mahasiswa yang meliputi pendidikan, kesejahteraan, dan aktualisasi diri.

Tujuannya :

  1. Ikut serta mengusahakan tujuan pendidikan untuk membentuk sarjana yang berbudi pekerti, cakap, mandiri, berwawasan luas, demokratis, dan bertanggung jawab. 2.
  2. Memberikan dorongan kepada mahasiswa untuk menjadi pemimpin dan penggerak dalam kehidupan berbangsa.
  3. Ikut sertam menyumbangkan karya dan pikiran dalam penataan kehidupan bangsa.
  4. Memupuk dan membina rasa persaudaraan dan kekeluargaan di lingkungan civitas akademika.
  5. Mengusahakan kesejahteraan material dan spiritual serta memperjuangkan kepentingan mahasiswa di lingkungan kampus.

Idealnya kemahasiswaan terpusat mampu mengakomodir seluruh kebutuhan mahasiswa yang tidak bisa didapatkan di himpunan maupun unit. Namun yang dirasakan saat ini justru keberadaan kemahasiswaan terpusat itu tidak terasa, hanya seperti himpunan ke-30 atau atau unit ke-79. Hal ini dirasakan oleh kebanyakan massa kampus, sehingga perlu ditinjau ulang mengapa kemahasiswaan terpusat harus ada.

Mengapa kemahasiswaan terpusat harus ada?

  1. Kabinet KM ITB sebagai fungsi eksternal merupakan lembaga yang mengatasnamakan seluruh mahasiswa, jika melakukan pernyataan sikap terhadap isu-isu eksternal, dan akan mendapat perhatian, respon, atau pembelaan dari berbagai kelompok.
  2. Salah satu tujuan adanya kemahasiswaan terpusat adalah untuk menata kehidupan bangsa, dan untuk menata kehidupan bangsa diperlukan berbagai disiplin keilmuan. Dan hal ini dapat diintegrasikan melalui kemahasiswaan terpusat.
  3. Memiliki basis massa yang besar untuk melakukan perubahan. Karena perubahan akan lebih efektif jika dilakukan secara masif.
  4. Sebagai wadah untuk mengekspresikan hak-hak politik, misalnya menciptakan regulasi. Dengan massa kampus yang lebih heterogen jika dibandingkan massa himpunan, maka kemahasiswaan terpusat merupakan wadah yang sangat baik.

Rasionalisasi diatas seharusnya sudah cukup untuk mempertahankan keberadaan kemahasiswaan terpusat kita. Namun jika hanya ada dan belum dioptimalkan perannya, juga akan menimbulkan masalah. Mengapa KM ITB sebagai kemahasiswaan terpusat dirasa kurang penting dan belum memberikan manfaat pada mahasiswa? Ada beberapa hal yang mungkin menyebabkan hal ini terjadi, yaitu kurangnya publikasi dari pihak kabinet sebagai pelaku eksekutif KM ITB tentang program kerja. Dan mindset yang tertanam pada mahasiswa bahwa KM ITB kurang bermanfaat. Seharusnya mahasiswa baru yang penyambutannya (OSKM /PMB / InKM) dilakukan oleh kemahasiswaan terpusat merasakan manfaat tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, lingkungan himpunan dan senior yang sebagian besar menganggap kemahasiswaan terpusat belum memiliki manfaat turut membentuk paradigma baru pada mahasiswa tersebut. Mindset yang terbentuk adalah pengaruh dari kaderisasi sebagai bentuk penurunan nilai dan pengaruh lingkungan.

Jika dilihat sistem yang digunakan oleh student government di ITB, yaitu demokrasi, dimana kekuasaan tertinggi terletak pada rakyat, dalam hal ini mahasiswa. Maka seharusnya ketidakoptimalan kinerja kabinet KM ITB adalah tanggung jawab kita semua. Dengan sistem seperti ini, kongres memegang peranan penting. Jika kongres tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai fungsi kontrol terhadap kabinet, maka distorsi aspirasi dan hegemoni kelompok akan terbuka lebar (ada di konsepsi). Kongres yang tidak berjalan semestinya disebabkan oleh senator dan lembaga. Senator yang hanya terkesan sebagai ‘tumbal’, dan tidak punya pengalaman akan kaget dengan tugasnya di kongres, sehingga akan berefek pada tingkat kehadirannya pada sidang2 kongres. Demikian halnya dengan lembaga, kurangnya pengawasan terhadap senatornya juga menyebabkan senator tersebut belum menjalankan tugasnya dengan optimal.

Kabinet, kongres, himpunan, dan unit merupakan sebuah kesatuan yang saling menunjang. Jika kabinet kurang optimal, maka kongres sebagai legislatif belum menjalankan tugasnya dengan baik. Jika kongres belum berjalan dengan baik, maka fungsi pengawasan senator dari himpunan dan unit belum optimal. Hal ini merupakan sebuah siklus yang terus berputar. Jika kita tidak puas terhadap kinerja kemahasiswaan terpusat, maka pertanyaan yang timbul adalah : mengapa kita tidak puas? Tidak puas karena yang kita inginkan belum terfasilitasi, dan sudahkah kita melakukan sesuatu untuk itu? Karena kita akan mendapatkan apa yang kita lakukan.

Last statement (dari konsepsi lagi) : pada langkah terakhir, apabila organisasi kemahasiswaan mengalami krisis kontrol karena kontrol kongres tidak berjalan semestinya maka menjadi tugas mahasiswa, himpunan mahasiswa, dan unit untuk melakukan kontrol aktif secara informal (garda moral terakhir sistem kemahasiswaan).

Sudah jelas setiap elemen kemahasiswaan adalah penting, dan siapa lagi yang akan peduli pada keadaan kemahasiswaan kita jika bukan kita sendiri.
MySpace

OPREC PANITIA FESTIVAL MAKANAN GELAP NYAWANG!!!

Hanya ingin menggunakan blog sendiri sebagai media publikasi dan propaganda.. siapa tau berhasil.. hohoho..

oprec-festmak1

Acara ini adalah bentuk follow dari tiga pelatihan yang telah dilaksanakan oleh Pengabdian Masyarakat KM ITB.
Tujuan : sebagai bentuk publikasi pedagang Gelap Nyawang pada massa kampus masyarakat Bandung menuju wisata kuliner, dan meningkatkan rasa kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekitar.
Deskripsi umum acara : bentuknya seperti bazaar makanan, ada panggung hiburan dan panggung diskusi. Slot waktu diperkirakan dari Siang hingga Malam hari pada pertengahan April di Taman Ganesha

Divisi :

  1. Acara. Membuat konsep acara yang sesuai dengan tujuan.
  2. Keamanan. Mengondisikan acara dan memberikan informasi pada pengunjung.
  3. Publikasi & Dokumentasi. Melakukan segala bentuk publikasi dan dokumentasi pada pra acara maupun pas acara.
  4. Artistik & Dekorasi. Membuat konsep dekorasi yang sesuai dengan tema yang diusung panitia acara dan menyesuaikannya dengan tempat.
  5. Dana Usaha. Mencari dana untuk menyelenggarakan acara, baik sponsor ataupun donatur.
  6. Humas & Perizinan. Menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan acara dan meminta izin menggunakan tempat.
  7. Logistik. Melengkapi logistik yang dibutuhkan saat pra acara dan pas acara.

Yang berminat langsung aja,
ketik Nama_Jurusan/Angkatan_Divisi

ke 085720572534
atau langsung comment ke postingan ini..

Pelatihan Memasak – Revitalisasi Gelap Nyawang

Acara Pelatihan Memasak yang diadakan paga hari Ahad, 25 Januari 2009 ini merupakan pelatihan ketiga dari serangkaian  kegiatan proyek Revitalisasi Gelap Nyawang Pengabdian Masyarakat KM ITB. Melalui pelatihan ini diharapkan pedagang Gelap Nyawang dapat meningkatkan teknik memasak mereka dan menambah kreativitas serta nilai tambah pada masakan mereka.

Acara ini bekerja sama dengan ICA (Indonesian Cheff Association) dan melibatkan 6 cheff nya pada acara ini, yaitu cheff Sugiharta, Cheff Wedi, Cheff Toni, Cheff Deden, Cheff Dewo, dan Cheff Muamar. Para cheff ini telah berpengalaman baik nasional maupun internasional di bidang kuliner.

Konsep acara ini adalah diawali dengan pemaparan materi singkat tentang Hygiene oleh cheff Toni, Infrastruktur Sanitasi oleh cheff Deden, dan pelayanan konsumen oleh Chef Wedi. Setelah pemaparan materi ini, dilanjutkan dengan demo masak di taman Ganesha oleh cheff Dewo dan cheff Sugiharta sementara cheff Wedi, cheff Toni, cheff Muamar dan cheff Deden inspeksi ke warung-warung Gelap Nyawang. Menu-menu yang didemo oleh cheff adalah ‘Daging Lapis Berempah’, ‘Ayam Ungkep’, ‘Cap Cay’, dan ‘Daging Sapi Lada Hitam’. Kemudian evaluasi untuk pedagang setelah warung mereka di inspeksi.

Banyak sekali usulan dan saran dari cheff-cheff tersebut, mereka juga memberikan motivasi pada para pedagang Gelap Nyawang untuk terus maju dan mandiri. Yang menjadi perhatian pada kegiatan ini adalah sedikitnya peserta pelatihan dari pedagang Gelap Nyawang. Hal ini mungkin disebabkan belum optimalnya pendekatan yang dilakukan oleh panitia terhadap para pedagang, sehingga walaupun sudah berkeliling Gelap Nyawang sebanyak dua kali, yang datang tetap belum dari seluruh warung.

Selain dari masyarakat, masalah juga ada di antusiasme massa kampus. Forum massa atau forum silaturahmi atau rapat pimpinan atau apapun namanya akan rame ketika membicarakan BHP, BBM naik dansebagainya. Namun, mengapa justru keramean itu tidak terlalu tampak ketika membicarakan perihal pengabdian masyarakat. Padahal pengabdian masyarakat termasuk dalam salah satu tridharma perguruan tinggi dan nilai-nilai ITB.

Mungkin hal inilah yang perlu dievaluasi. Beda input maka output yang didapat akan berbeda pula. Semakin kesini, input mahasiswa ITB bisa dibilang kalangan menengah keatas, hanya segelintir orang yang berada pada keadaan menengah kebawah. Sense untuk peduli pada sesama itu hanya timbul ketika kaderisasi, namun menguap begitu saja ketika kaderisasi selesai. Oleh karena itulah bentuk pengabdian masyarakat itu harus kontinu, harus ada fungsi pengawasan. Proses pengabdian masyarakat itu sendiri baru akan berhenti jika tujuan awalnya benar-benar tercapai. Misalnya pada proyek Revitalisasi Gelap Nyawang, salah satu tujuannya adalah menjadikan Gelap Nyawang sebagai tujuan wisata kuliner kota Bandung. Proyek ini baru akan selesai jika Gelap Nyawang sudah benar-benar bisa menjadi wisata kuliner yang menjadi mascot kota Bandung, dengan parameter-parameter tertentu.

Karena posisi mahasiswa yang berada di tengah, tidak diatas dan tidak dibawah, maka mahasiswa harus bisa sinkron ke dua kalangan ini. Gerakan mahasiswa keatas juga harus dibarengi dengan gerakan mahasiswa kebawah, gerakan yang konkrit

MySpace

Israeli airstrikes and tanks still attack Gaza


Hari keduapuluh agresi Israel ke Gaza, 1038 gugur dan 4850 luka-luka. Setengahnya adalah warga sipil, wanita dan anak-anak. Walaupun begitu Israel terus melancarkan serangnnya. Bahkan perdana mentri Israel, Ehud  Olmert mengatakan tidak akan mengehentikan serangannya ke Gaza. Avigdor Liebermen, pemimpin dari partai oposisi sayap kanan Israel meyarankan untuk menggunakan bom nuklir untuk menghancurkan Gaza.

Tanggal 1 Januari lalu, gurubesar fiqh di Palestina dan salah satu pemimpin Hamas, Dr Nazar Rayyan, tewas karena rudal-rudal Israel. Dan 16 Januari ini, Israel baru saja membunuh pemimpin senior ketiga di Hamas, yang bernama Saeed Sam, seperti yang dilansir Tempo.

Tidak perlu disebutkan semua, kita sudah tahu kekejaman Israel. Bahkan militer Israel menambah pesawat F-16 nya untuk serangan dari udara. M4A1 assault rifle, the F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, AH-64 Apache dan AH-1 Cobra milik Israel adalah buatan Amerika.

Israel pun diduga memakai fosfor putih dalam agresinya. Padahal menurut konvensi Jenewa, penggunaan fosfor putih sudah dilarang dalam perang di wilayah penduduk sipil. Para petugas medis Palestina di Khan Younis menuding Israel memuntahkan bom fosfor di Khouza. Seorang perempuan tewas dan 60 lainnya menghirup gas berbahaya itu sehingga tubuh mereka terbakar. Kelompok Human Right Watch mengatakan para penelitinya menemukan adanya penggunaan fosfor putih pada 9 dan 10 Januari di kota Gaza dan kamp pengungsi Jabaliya.

Kecaman dari berbagai pihak terus berdatangan mengutuk perbuatan Israel yang dinilai terlalu berlebihan. Namun tentara-tentara Israel tetap saja menggempur Gaza. PBB pun tak berkutik, dewan keamanan PBB gagal serukan gencatan senjata di Gaza karena keberatan Amerika Serikat dan Inggris.

Indonesia sebagai negara yang menjunjung kemerderdekaan sebagai hak segala bangsa, dan menghapuskan segala bentuk penjajahan di dunia, sudah seharusnya ikut membantu Palestina. Terlepas dari konflik politik di Palestina, tindakan Israel memang sudah sangat keterlaluan.  Berbagai aksi solidaritas pun terjadi di berbagai wilayah di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri. Pergerakan masyarakat akan berujung pada sikap pemerintah.

Israel Melanggar Konvensi Jenewa

Konvensi Jenewa berisi peraturan-peraturan mengenai persengketaan dan peperangan, yang dilaksanakan di Jenewa, Swiss pada tahun 1949.

Pada konvensi Jenewa pasal 3 ayat 1 :

Orang-orang yang tidak turut serta aktip dalam sengketa itu, termasuk anggota angkatan perang yang telah meletakkan senjata-senjata mereka serta mereka yang tidak lagi turut serta (hors de combat) karena sakit, luka-luka, penahanan atau sebab lain apapun, dalam keadaan bagaimanapun harus  diperlakukan dengan kemanusiaan, tanpa perbedaan merugikan apapun juga yang didasarkan atas suku, warna kulit, agama atau kepercayaan, kelamin, keturunan atau kekayaan, atau setiap kriteria lainnya serupa itu. Untuk maksud ini, maka tindakan-tindakan berikut dilarang dan tetap akan dilarang untuk dilakukan terhadap orang-orang tersebut diatas pada waktu dan ditempat apapun juga :

tindakan kekerasan atas jiwa dan raga, terutama setiap macam pembunuhan, pengudungan, perlakuan kejam dan penganiayaan; “

Terlihat jelas dalam pasal diatas bahwa warga sipil yang tidak turut dalam persengketaan harus diperlakukan secara kemanusiaan. Namun, kenyataannya dari korban tewas hampir 1000 banyak yang merupakan warga sipil, bahkan wanita dan anak-anak.

Pasal 12 :

Anggota angkatan perang dan orang-orang lain yang disebut dalam Pasal berikut, yang luka atau sakit wajib dihormati dan dilindungi dalam segala keadaan.

Mereka wajib diperlakukan secara perikemanusiaan dan dirawat…”

Pasal 19 :

Bangunan-bangunan tetap dan kesatuan kesehatan bergerak dari Dinas Kesehatan dalam keadaan apapun tidak boleh diserang,tetapi selalu harus dihormati dan dilindungi…”

Pasal 21 :

Perlindungan dari serangan yang merupakan hak dari bangunan-bangunan tetap dan kesatuan-kesatuan kesehatan bergerak dari dinas kesehatan…”

Dari tiga pasal diatas, menunjukkan bahwa anggota perang yang sakit dan luka-luka harus mengalami perlindungan. Rumah sakit harus dilindungi agar tetap bisa menolong korban perang yang terluka. Namun faktanya Israel dengan sengaja menghancurkan rumah sakit.

Israel Melanggar Konvensi Hak Anak

Konvensi Hak Anak ini merupakan peraturan yang berlaku di seluruh dunia, telah disahkan oleh PBB pada tahun 1989.

Dalam pasal 22 :

“Ketika ada bencana alam atau kekacauan, dan terpaksa menjadi pengungsi, anak-anak berhak memperoleh perlindungan dan bantuan kemanusiaan.”

Pasal 39 :

“Dalam perang, anak-anak paling sering menjadi korban, maka mereka harus dilindungi dan dirawat.”

Dari dua pasal diatas dikatakan bahwa anak-anak harus dilindungi walau dalam keadaan perang sekalipun. Namun, Israel tetap menyerang anak-anak dan menakut-nakuti mereka ketika akan pergi ke sekolah.

Agresi Israel sudah sangat keterlaluan. Resolusi 1860 Dewan Keamanan PBB memang tidak terlalu jelas karena tidak ada sanksi dan tenggat waktu sehingga Israel dan Hamas menghentikan serangan. Konflik ini terjadi karena kearoganan Israel yang tidak mengakui hak hidup orang lain.

Israel memang sudah sangat sulit untuk dihentikan. Yang bisa kita lakukan adalah dengan menghambat pasokan senjata Israel sehingga mereka tidak bisa lagi menyerang dan memberikan donasi serta doa untuk rakyat Palestina.

Bantuan dan donasi juga dapat disalurkan melalui Departemen Pengabdian Masyarakat Kabinet KM ITB, ke :

Bank Muamalat, no rek : 919.31692.99 an. Oka Mahendra

Menghambat pasokan senjata Israel harus dilakukan secara massif, tidak bisa dilakukan secara personal. Boikot produk-produk yang mendanai Israel, seperti nike, McDonalds, etc. Walaupun kita tidak tahu seberapa besar pengaruh kita, tapi setidaknya kita telah berusaha untuk menyelamatkan saudara-saudara kita di Palestina.

produk-israel

Israel Diduga Pakai Senjata Kimia

KOTA GAZA – Militer Israel diduga telah menggunakan bom fosfor dalam agresi mereka ke Jalur Gaza. Dugaan ini berdasarkan temuan lembaga internasional Human Rights Watch yang diumumkan pada Ahad lalu.

Human Rights Watch mengungkapkan para peneliti mereka menemukan bukti bahwa pasukan negara Zionis itu telah memakai bom fosfor putih saat menggempur Kota Gaza dan Jabaliyah pada Sabtu dan Ahad lalu.

Intelijen Amerika Serikat menggolongkan fosfor putih sebagai senjata kimia yang mengakibatkan luka bakar sangat hebat hingga ke tulang dan bisa mengakibatkan kematian.

Direktur Rumah Sakit Nassir di Khan Yunis Yusuf Abu al-Risy memperkuat temuan Human Rights Watch. Ia mengatakan lebih dari 50 orang yang dirawat di sana merupakan korban senjata kimia itu.

“Saya telah bekerja di rumah sakit ini sepuluh tahun dan saya tidak pernah melihat luka yang seperti ini,” katanya.

Berdasarkan Perjanjian Jenewa 1980, fosfor putih dilarang digunakan sebagai senjata dalam perang di wilayah penduduk sipil. Namun, tak ada landasan yang tidak membolehkan bahan kimia itu digunakan sebagai asap untuk menghindar dari musuh. Fosfor putih memang menghasilkan asap tebal jika bersinggungan dengan oksigen di udara.

Muhammad Tahsin, 20 tahun, menyaksikan dua sepupunya tewas mengerikan akibat bom fosfor putih itu. “Ada sebuah ledakan dan asap putih. Saya melihat mereka dan pakaian mereka terbakar. Saya juga melihat kulit mereka meleleh,” ujarnya.

Militer Israel membantah tuduhan penggunaan bom fosfor itu itu. “Semua amunisi yang digunakan oleh IDF (Pasukan Pertahanan Israel) sesuai dengan hukum internasional,” kantor juru bicara IDF menjawab dalam pernyataan tertulis.

Israel mengaku memang pernah menggunakan bom fosfor putih saat berperang dengan Hizbullah, yang berkuasa di Libanon Selatan, pada Juli-Agustus 2006.

Hingga hari ke-17 kemarin, pertempuran hebat masih terus berlangsung di Gaza. Pihak medis menyebutkan korban tewas saat ini lebih dari 900 orang dan 4.000 lainnya cedera. Militer Israel bertekad meningkatkan serangan dengan mengirimkan beberapa ribu personel cadangan ke Gaza.

Israel juga terus mengabaikan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyerukan gencatan senjata segera dan menuntut Israel menarik seluruh pasukannya dari wilayah berpenduduk sekitar 1,5 juta itu.

Karena itulah, kemarin Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengesahkan sebuah resolusi yang mengutuk agresi Israel ke Gaza. Organisasi ini juga menuding Israel telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia berat terhadap rakyat Palestina. Sebanyak 33 negara dari Asia, Afrika, Arab, dan Amerika Latin menyetujui resolusi itu, sedangkan 13 negara Eropa abstain dan hanya Kanada yang menolak. AFP | ALJAZEERA | BBC | PRESS TV | TIMES ONLINE | FAISAL ASSEGAF

Berita itu ada di headline website koran tempo hari ini.

Israel menggunakan fosfor putih pada agresinya ini menandakan kalau Israel telah agak putus asa menghadapi para pejuang Palestina. Memakai F16 dan Merkava saja mungkin tidak cukup untuk membantai Gaza.

Israel yang terus melanjutkan serangan bahkan akan menambah pasukan menunjukkan bahwa mereka benar-benar putus asa menghadapi para pejuang Palestina. Mereka hanyalah prajurit-prajurit pengecut!

Untuk para pejuang Palestina, semoga Allah melindungi dan menjaga kalian. Semoga Allah semakin menyayangi kalian. Allahu Akbar!!