Sudah lama sekali saya tidak bercerita, padahal banyak sekali yang ingin saya ceritakan.
Mungkin saya akan mulai kembali untuk mengisi blog ini dengan cerita2 saya yang kadang emang ga jelas. haha…
Tidak terasa saya sudah menyandang status SWASTA, ‘mahasiswa tingkat akhir’ atau ‘mahasiswa stress TA’ atau ‘sudah waktunya anda selesaikan tugas akhir’, apapunlah itu. Yang jelas dua huruf T dan A itu cukup membuat saya stress, labil, kehilangan arah selama beberapa waktu.
Jadi begini ceritanya..
TA saya adalah tentang Aluminum Alloy untuk Piston. Saya harus mencari tahu komposisi kimia apa yang tepat agar properties piston yang dihasilkan maksimum, dan mengapa seperti itu. Selain itu saya juga akan menganalisis hasil coran paduan aluminum-silikon yang sudah dikerjakan oleh dosen pembimbing saya (saya memanggil beliau ‘babeh’) baik dari struktur mikro maupun fenomena makronya. Dari situ akan diketauhi bagaimana proses solidifikasinya dan pengaruh komposisinya dimana.
Proses menuju ke topik ini pun panjang ceritanya. Saya sudah ganti topik 3 kali kalau dipikir-pikir. Tapi yasudahlah. Toh ini masih dalam ranah pekerjaan yang saya sukai.
Kembali ke cerita aluminum. Ketika saya bimbingan (dan harusnya melaporkan progress) pada babeh, selalu saja ada pertanyaannya yang membuat saya merasa sangat bodoh dan tak bisa berkutik. Tapi itu yang saya sukai dari babeh. Saya jadi merasa terpacu untuk lebih tahu dengan membaca jurnal lebih banyak.
Suatu hari terjadi percakapan antara babeh dan saya
Babeh : komposisinya apa aja si paduan piston itu?
Saya : ada Al, Si, P, Sr pak.
Babeh : itu aja? Ni ada ga kira2?
Saya : ada pak, maksimal hanya ditambahkan 0,04%
Babeh : buat apa emangnya Ni? kenapa hanya 0,04?
Saya : biar tahan temperatur tinggi pak tapi saya belum tahu kenapa hanya 0,04.
Babeh : kenapa paduang yang ditambahin Ni jadi bisa tahan temperatur tinggi?
Saya : hmm.. mm….
Dan begitulah mulut saya terbungkam. Dan hari-hari berikutnya saya isi dengan membaca buku, jurnal, dan googling mengapa nikel bisa menyebabkan paduan tersebut tahan temperatur tinggi.
Asumsi saya adalah (setelah membaca tentu saja) nickel akan membentuk intermetallic phase pada batas butir. Tapi saya juga belum tahu kenapa si intermetallic phase itu memicu ketahanan terhadap temperatur tinggi. Saya masih harus banyak membaca memang.
Dan tanpa terasa hampir sebulan telah berlalu sejak terakhir kali saya berdiskusi dengan babeh. Saya masih merasa tenang-tenang saja, terbukti dengan mengesampingkan jurnal dibanding mengasisteni praktikum dan membantu di PM ataupun malah melakukan hal yang tak jelas. Sampai akhirnya saya dibuat resah gelisah takmenentu, karena satu tweet teman saya yang sedosen.
Isi tweetnya kurang lebih begini :
“Sar, ditanyain si babeh tuh. Kamu kemana aja?”
Bingung, pusing, stress, dan akhirnya saya merasakan apa yang dulu kakak-kakak saya rasakan.
Menindaklanjuti hal itu, saya kembali berusaha fokus dan bertemu dengan babeh kembali. Setelah bertemu babeh saya sadar bahwa tidak harus sudah ada progress baru ketemu (walau emang sebaiknya begitu) yang penting ketemu rutin. Dan yang jelas saya merasa ter-charge kembali setelah bertemu babeh.
Hidup Babeh!
Tags: aluminum, piston, silicon, tugas akhir
. terimakasih atas infonya.
. infonya sanget menarik dan bermanfaat bagi saya.