fight no ippo

24 Jun

bismillahirrahmanirrahim

Ketika seorang petinju down karena pukulan petinju lain, wasit akan menunggunya untuk berdiri sampai hitungan kesepuluh. Jika ia bangun sebelum ‘sepuluh’ diucapkan, ia akan tetap bertarung apabila ia sanggup. Jika tidak, maka ia dinyatakan kalah. Dalam sepuluh hitungan, disitulah letak seluruh hidup-matinya dalam pertandingan itu. Walaupun ia sendirian diatas ring, tapi ada penonton yang menyemangatinya, ada pelatih yang mendukungnya, supaya ia bangun. Pada akhirnya, tetap saja ia sendiri yang memutuskan apakah ia harus berdiri atau tidak.

Mungkin masalah yang kita hadapi mirip dengan masalah seorang petinju. Ketika kita terjatuh, kita harus segera bangkit jika tidak ingin gagal. Kita tidak boleh berlarut-larut dalam masalah. Walaupun kita merasa sendiri, tapi ada teman yang menyemangati, ada orang tua yang mendukung. Akan tetapi, yang memutuskan apakah kita akan menang atau kalah adalah kita sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: