Revitalisasi Gelap Nyawang

27 Jun

bismillahirrahmanirrahim

Revitalisasi Gelap Nyawang adalah salah satu program Pengabdian Masyarakat [PM] Kabinet KM ITB selain Desa Binaan, Forum Kakak Asuh, Rumah Belajar, dan Ganesha Resque.

Mengapa hal ini perlu? Bagi siapa pun yang pernah makan di Nyawang, yang pernah memergoki betapa rendah tingkat sanitasi disana, revitalisasi ini perlu. HMTL [klo ga salah] pernah melakukan inspeksi ke Nyawang, dan hasilnya adalah makanan disana mengandung banyak bakteri.

Tidak miriskah kita ketika melihat Gelap Nyawang? Ketika di depannya berdiri dengan megah kampus yang memiliki kualitas terbaik bangsa, tapi mereka, masyarakat dan bangunan fisiknya belum tertata dengan baik.

Kembali lagi ke fungsi dasar mahasiswa yang harus berkontribusi. Inilah saatnya kita berkontribusi. Efek ITB sebagai kampus terbaik harus dirasakan masyarakat sekitarnya!

Tujuan akhir dari revitalisasi ini adalah :

  1. Menjadikan Gelap Nyawang sebvagai sebuah komunitas kreatif dan mandiri yang menjadikan kemampuanh memasak sebagai alat pemenuhan kebutuhan hidup
  2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa ITB untuk menyalurkan potensinya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat Gelap Nyawang
  3. Gelap Nyawang menjadi salah satu tujuan wisata kuliner Bandung

Ada 3 masalah pokok : human, capital, dan physical.

  • Human

Masalahnya ada pada si manusianya itu. Untuk membantu meningkatkan kesejahteraan mereka, kita harus mendatangkan banyak pembeli. Dan pembeli akan datang, jika pelayanan yang mereka dapatkan memuaskan, makanan yang enak dan bervariasi.

Pada aspek human ini, fokus berada pada :

  1. Hospitality
  2. Kemampuan memasak dan variasi makanan
  3. Kerukunan antar pedagang
  4. Pola pikir jangka pendek
  5. Pengetahuan yang terbatas dari sisi akademik dan keagamaan
  6. Kurangnya jiwa enterpreneurship

Solusi yang baru terpikirkan adalah :

  1. Pelatihan di bidang tata boga dan kreativitas kuliner
  2. Pelatihan di bidang kewirausahaan [misalnya mendatangkan pedagang yg udh sukses utk sharing]
  • Capital

Agar si masyarakat nya sejahtera, mereka harus pintar mengelola uang, harus lihai cara-cara pemasaran dan manfaatkan sistem yang ada, seperti koperasi.

Pada aspek capital ini, fokus berada pada :

  1. Manajemen keuangan
  2. Pemasaran / marketing
  3. Ada koperasi, tapi rentenir merajalela.. ^_^

Solusi yang baru terpikirkan adalah :

  1. Menghidupokan koperasi
  2. Ada mentoring bisnis
  3. Pelatihan tentang manajemen dan usaha
  • Physical

Makanan yang bersih dan sehat adalah dambaan setiap orang. Oleh karena itu, sanitasi dan kebersihan warung harus dijaga. Tata letak yang membuat mata nyaman juga akan membuat customer betah, apalagi jika ditambah dengan penerangan yang cukup.

Pada kasus saluran pembuangan, mereka menggunakan saluran pembuangan air bersih untuk membuang air kotor, sehingga setiap bulannya selalu cekcok dengan PDAM. Masalah penerangan, mereka hanya menggunakan satu sumber untuk digunakan beramai-ramai. Kuda juga jadi masalah. Ga mungkin melarang kuda membuang kotoran seenaknya.

Pada aspek physical ini, fokus ada pada :

  1. Kebersihan dan sanitasi lingkungan
  2. Saluran Pembuangan
  3. Lay-out dan tata letak
  4. Penerangan
  5. Jalan dan lampu penerang jalan yang rusak
  6. Taman di depan warung-warung
  7. Bau sampah dari pasar Balubur
  8. Kuda dan kotorannya

Solusi yang baru terpikirkan adalah :

  1. Kerjasama dengan Nymphaea, HMTL, HMF, dan Himatek untuk menidentifikasi masalah kebersihan, sanitasi, saluran pembuangan, serta mencari alternatif solusi untuk masalah tersebut. [ini mah baru kerjasama wae, blm solusi atuh]
  2. Kerjasama dengan IMA-G dan KMSR Desain Interior untuk memperbaiki tata letak. [idem]
  3. Kerjasama dengan HME untuk masalah penerangan. [idem lg]
  4. Melibatkan mahasiswa 2008 untuk pembangunan fisik
  5. Melibatkan si pedagangnya juga dalam memperbaiki warung-warung mereka. Jika ingin berjalan lancar dan bangunan fisik tetap akan terjaga, harus ada kesadaran untuk memelihara dari si pedagangnya. Harus ada sense of belonging nya, agar mereka merasa memiliki dan merasa sayang untuk merusak dan mengotorinya.

Agar para pedagang itu mau tetap menjaga kondisi warung nya tetap bersih dan sehat, salah satu caranya adalah dengan mengerahkan mahasiswa baru 2008 yang berjumlah kira2 3ribu orang untuk makan disana. Tapi sebelumnya, para pedagang itu harus memiliki sertifiakt lulus uji, baik kebersihan maupun kesehatannya. Tujuannya agar para pedagang itu bersaing secara sehat dan termotivasi untuk memperbaiki kualitas warungnya.

Yah, pelaksanaannya sendiri diusahakan sebelum InKM 2008 dimulai. Harus kerja keras, dan kerjasama ama himpunan2.

Untuk temen2 yang punya ide, komen aja atau email ke laruku.riyu @yahoo.co.id

Smangat, smangat!!

4 Responses to “Revitalisasi Gelap Nyawang”

  1. sigombak July 3, 2008 at 10:54 am #

    programnya mulia banget…. salut buat buat program yang benar2 menyentuh masyarakat…udah dilakukan atau belum nih…

  2. sariyusriati July 9, 2008 at 5:09 am #

    sedang dirumuskan…
    eksekusinya sebentar lagi..
    yah.. doakan aja berhasil, dan seluruh elemen mendukung..

    Untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater..

  3. blogsabrina July 27, 2008 at 12:55 pm #

    semangat sari!!
    semangat HIMATEKku tercinta..
    hhehe,

  4. Allanize August 3, 2008 at 3:04 pm #

    mana mana mana

    acara ini gagal bersatu dengan inkm

    gagal mengundang chef dan acara terhambat sehingga perlu dikonsep lagi

    ayo ayo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: