Tersesat part2

23 Jul

Hari yang cerah

Sang Awan tersenyum lembut

menatap matahari yang bersinar gagah

Hari yang cerah

Sang Angin berjalan perlahan

diantara semak belukar yang menggumam tak jelas

Hari yang cerah

Sang Langit menyapa ramah

manusia diantara deru bising kuda besi

Tapi, ini dimana?

Kembali aku tersesat

Hilang arah tak kenal sekitar

Lagi-lagi.

Hari ini adalah hari pertama aku bekerja di semester ini. Kemarin dapat panggilan dari kantor, aku akan bertugas di daerah Sukaluyu, Jl Rereng Suliga no 23, deket Jl. Pahlawan. Pukul 4 sore (lewat dikit) aku berangkat dengan modal bertanya dulu pada teman Bandung. “Naek Caheum-Ledeng dari sini”, katanya.

Bismillahirrahmanirrahim. Aku naik. Turun di Siliwangi, nyambung ke Caheum-Ciroyom. Semilir angin membuatku merasa nyaman, dan tertidur. Angkot terus berjalan dan aku masih tertidur. Aku tersentak ketika berada di Jalaprang. “Ah, belum nyampe”, pikirku kembali tidur. Tersentak lagi. Aku berada di Itenas. Mulai panik.

Angkot terus berjalan. Aku mencari-cari jalan Pahlawan. Belum ketemu. Angkot terus berjalan. Terus berjalan. Aku semakin panik. Semakin panik.

Aku melihat ada beberapa bus menuju Cirebon sedang ngetem. Ya Allah, aku ada dimana?

Jl. Ahmad Yani, aku melihat salah satu plang. Aku sangat panik. Aku lihat plang yang lain, Padasuka.

Akhirnya aku telpon bosku, minta petunjuk.

“Assalamu’alaikum. Kang, saya nyasar.”

“Sekarang ada dimana?”

“Padasuka.”

“Kenapa ke Padasuka? Mmm… cari angkot yang ke arah Surapati aja.”

“Iya. Makasih, Kang! Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumsalam.”

Aku nyebrang, dan mencari angkot Caheum-Ciroyom yang ke arah sebaliknya.

Bismillahirrahmanirrahim. Naik. Angkot berjalan.

Handphone-ku berbunyi, dari bos. Dia khawatir agaknya.

“Assalamu’alaikum. Sari, nanti ada perempatan Pahlawan, terus aja. Ada kompleks Sukaluyu di sebelah kanan, berhenti disitu. Jalan terus, rumahnya yang paling ujung.”

“Iya, makasih, Kang. Sekarang lagi di angkot.”

“Kalo bingung, tanyain tukang angkotnya aja ya. Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumsalam.”

Aku berpatokan pada kompleks di sebelah kanan. Aku hanya menemukan Surapati Core. Aku semakin panik. Angkot terus berjalan hingga Pusda’i. Aku memutuskan untuk turun. Aku bingung, kenapa tidak terlihat kompleks di sebalah kanan?

Handphone berbunyi lagi. SMS dari Vira, muridku.

“Ass. The, skrg jd les ga? Udh jam 5 lbh nich.. Klo teteh ga bsa ksh tau vra ya,, trus klo skrg ga bsa bsk aja the.. Tp klo skrg bsa jg vra tungguin.. Makasih..”

Wua… aku makin panik. Jam di handphone-ku sudah 5 lebih 20.

Aku membalas :

“He he… Nyasar… Mau dilanjutin ga? Klo ksorean bsk jg gpp… Gmn?”

Alhamdulillah. Vira mau lesnya besok, karena udah sore. Aku pun putar balik, nyebrang dan naik Caheum-Ciroyom. Di dalam angkot ada sepasang bapak ibu yang agaknya dari jauh. Ada seorang pria dengan tulisan “Workshop bpmigas 1 Maret 2008” di bajunya, membawa 2 tas besar. sepertinya ia ingin pulang atau baru sampai. Di sebelahnya ada ibu yang menggendong bayi. Lucu.

Angkot terus berjalan hingga Simpang Dago. Aku turun dan nyambung Riung-Dago, dan Adzan Maghrib pun berkumandang.

Jadi, manfaat tersesatnya aku kali ini :

  1. Jadi tau beberapa tempat yang menyewakan tenda
  2. Jadi tau bahwa jaket yang kemaren dipesan, besok malam bisa diambil

Alhamdulillah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: