Tersesat part4

10 Aug

bismillahirahmanirrahim.

Yah, edisi tersesat kali ini agak spesial, karena  nyasarnya jauh bgt!

Sebesarnya tersesat nya bukan hari ini, tapi tepatnya tanggal 6 Agustus 2008.

Hari itu aku harus ke STT Tekstil di Jl. Jakarta. Setelah bertanya pada mbak kosan aku berangkat naik angkot Riung-Dago. Katanya, angkot itu ngelewatin Jl. Jakarta. Diangkot, seperti yang biasanya terjadi, aku tertidur…

Ketika terbangun, aku sudah di Jl. Kiara Condong! Aku mulai mengalami kepanikan tingkat tinggi. Anehnya, walaupun panik, aku ga turun. Angkot terus melaju, sampai akhirnya… Jl. Soekarno Hatta.

Karena merasa aku sudah nyasar cukup jauh, aku turun. Bingung bercampur panik. Aku berjalan mencari atm, dan ingin pulang naik taksi. Berjalan… berjalan mencari atm. Yes! Atm nya ketemu, dan ternyata Mama belum ngirim uang! waa….

Panik dan kebingungan akut mulai melanda diriku.

Aku berjalan tak tau arah. Terus berjalan dengan memanfaatkan sedikit rasa optimis yang tersisa. Terus berjalan… Kemudian aku melihat papan jalan, aku memutuskan berjalan menuju alun-alun.

Harapku adalah, alun-alunnya dekat dari situ, dan ternyata… setelah jalan selama kurang lebih satu jam aku tak juga nyampe di alun-alun! Aku mulai merasa lelah… Aku ingin istirahat sebentar.. Aku ingin duduk selonjor dan minum air.. Tapi aku tidka bisa melakukan itu.. Dan aku terus berjalan..

Aku melewati Jl. Buah Batu. Terus berjalan. Sayup-sayup kudengar suara adzan Zhuhur. Aku ingin segera ke mesjid dan solat. Aku mencari sumber suara, dan Alhamdulillah ketemu sebuah masjid bernama ‘Nurul Falah’.

Aku beristirahat disana. Kemudian, aku merasa berjalan terus juga tak ada hasilnya, dan aku mencoba bertanya pada Mbak Nova.

“Mbak, kalo mau ke Dago dari Buah Batu, naek angkot apa?”

Dan ternyata Mas Ari yang menjawab.

“Sari dimana sekarang? Kok bisa nyasar? Dari sana naek angkot Buah Batu-Kalapa dulu, trus di Kalapa naek Kalapa-Dago. Hati-hati ya”.

Alhamdulillah, aku akhirnya tau harus kearah mana. Dengan uang yang tersisa pas-pasan, aku mengikuti kata Mas Ari. Aku mulai menemukan harapan baru! Rasa optimisku meningkat. Dengan ditemani lagu Aozora no Namida nya Hitomi Takahashi yang menghentak, aku mengembalikan semangatku.

Dan Alhamdulillah, aku nyampe juga di Dago.

Ternyata, setelah bertanya pada Teh Anni, Jl. Jakarta itu di perempatan Kiara Condong.

-_-

2 Responses to “Tersesat part4”

  1. wahyuewmuslim August 10, 2008 at 12:32 pm #

    asslm..
    ya Allah berilah hidayah pada saudariku ini… kalo di angkot bingung tanya ke supir juga boleh kan, gk melanggar syar’i. ini ma parah bgt, kirain tersesatnya berhenti sampai part 3 lha kok nambah terus..semakin jauh lagi,
    semoga “edisi tersesat spesial” kali ini jadi yang terakhir . (tapi lucu nih tulisanya, jadi pengin liat tersesat part 5, eh eh gk ding kasihan kalo dari buah batu ke alun2 jalan kaki)
    moga jadi pelajaran bagi yang baca.

  2. gesafalugongesa August 26, 2008 at 2:20 pm #

    اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

    ih dinashshiratalmustaqiim…

    6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,

    yaelah nih bocah….

    dudul banget dah…

    tapi semangat dah…ada bakat yg mulai kelihatan di Sari…

    bentar lagi bakal di rekrut Force-T neh kanyanya

    haxhaxhaxhx….bersiap2…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: