Tersesat part5 (?)

27 Aug

bismillahirrahmanirrahim..

sebenarnya ini ga bisa dibilang sepenuhnya nyasar, karena aku berhasil menemukan tempat yang dituju.

Hari ini aku ada kerjaan di Jl. Ligar Manis no4

“Aslm T’Sari apa kbr, baik? teh sdh bsa ngjr lgi kan. teh punten bsa gantikan dulu T’lis ngjr Yusrini / 2sma14 / rbu + jumat jm 15.30, di daerah Rereng Suliga.  utk pekan ini aja. Jl. Ligar Manis no4. Naek angkot dri perapatan Dago yang warna pink, arah k Ligar raya.”

Itu sms yang kuterima, tanggal 22 Agustus 2008. Kang Maman udah tau aku suka nyasar, jadi dia kasi tau dulu rute angkotnya. Makasi, kang ^^

Hari ini kuliah cuma 1 jam, Material dan Pemrosesan Keramik, di RMT 2-9. Kemudian aku ada rapat PSDA sampe jam1. Jadi, masih ada waktu buat tidur2an.

Jam 1 sampe kosan, nyalain TV, ada Keroro -anime yang pernah dan masih kusuka karena unik dan lucu- di antv. Nonton, tertawa, terhibur.

Keroro habis, ada Kekaishi yang episodenya sudah ku tonton. Bosen. Aku mulai mengerjakan tugas, publikasi BLACK, jahim day, tiap selasa. Selesai. Masih jam 2.30.

Jam3 teng. Aku berangkat. Si angkot pink itu, masih ngetem. 3.30, angkot mulai jalan. Seperti biasa klo naek angkot, aku tertidur. zzz…

Pikiranku yang mulai cemas, membuatku meng-sms salah seorang teman yang berdomisili di Cigadung, menanyakan dimana itu Ligar Manis.

Dan, ternyata dia juga tidak tau…

Aku berpikir. Kemaren Kang Maman bilang, deket Rereng Suliga, berarti deket Cikutra dong. Wah, masi jauh…

Aku bersabar, dan menikmati perjalanan.

Kemudian tiba2, ada sesuatu yang membuatku ingin berteriak kegirangan, aku menemukan Jl. Ligar Raya !

Alhamdulillah. Pasti setelah ini ada jalan Ligar Manis. Aku optimis! Ligar Cantik, Ligar Elok, dan Ligar-Ligar lainnya. Tapi, dimana Ligar Manis? Rasa optimisku yang sudah turun menjadi 70%, memutuskan aku harus turun dan menyusuri jalan Ligar-Ligaran itu.

Sambil jaloan, kutelpon Yusrini. Dan, katanya hari ini ga les. Aku terduduk -eh, berdiri- lesu.  Aku tidak tau sedang merasakan apa. Senang, gembira, atau bahkan kesal. Semuanya campur aduk. Senang karena aku bisa ikut rapat PM Goes to Cililin jam 5. Kesel? ga juga. Karena sudah tertutupi dengan perasaan gembira dan bahagia karena sudah menemukan Ligar Manis.

Aku pun berjalan mencari angkot pulang. Rencananya mau ke Gramed, nyari peta yang ada rute angkotnya, biar ga nyasar lagi. Dan….

Dan, tiba2 di jalan aku disapa bapak2.

“Neng, mahasiswa UPI?”

ha? aku terkaget2. Emangnya tampangku tampang UPI ya? Trus knapa si Bapak ujug2 nanya gituan? Kepalaku penuh tanda tanya.

“Nggak, Pak. Saya kuliah di ITB

“O.. gitu..”

“Nuhun, Pak.”

Aku melanjutkan perjalankakian ku. Tiba2 si Bapak nyusul.

“Neng, mau kemana? Biar Bapak anterin.”

Aku bingung. Kenapa si Bapak tiba2 nawarin tumpangan? Aku langsung berpikir, jangan2 ntar aku diculik, trus klo ga dimintain tebusan, aku akan jadi korban pembunuhan, atau.. atau.. dibawa ketempat asing, dan kemudian ditinggal, dibiarkan nyasar (Bapak maaf ya, saya suudzon). Tapi aku tetap menjawab pertanyaannya.

“Mau ke Dago, Pak.”

“O.. kebetulan Bapak juga mau ke Dago, Terminal Dago. Hayuu bareng atuh.”

Ya Allah, pikiranku semakin dipenuhi hal2 yang tidak masuk akal. Tapi aku menuruti.

Sambil jalan, kami ngobrol2, dan pikiranku masih tetap dipenuhi hal2 imajinatif. Si Bapak nanyain kosan ku dimana, aku jurusan apa, tingkat berapa, tadi barusan darimana. Dan aku menjawab dengan lancar..

Aku balik nanya, si Bapak apa hubungannya dengan UPI. Ternyata si Bapak itu lagi nyari rumah temennya, dosen UPI, di sekitar situ, dan ga ketemu sepertinya.

Aku ditawarin diantar sampe kosan, tapi aku menolak. Aku kan rencananya mau ke Gramed. Aku minta diturunin di simpang Sekemirung. Dan aku ber-Makasih banyak, Pak. Si Bapak baik hati yang aku tidak tahu namanya itu, ya Allah balaslah kebaikannya… Klo ga ada Bapak itu mungkin aku akan jalan dari Ligar Raya sampe Sekemirung. Jauh bgt… Alhamdulillah, ya Allah…

Kemudian aku naek Caringin-Dago. Dan rencanaya turun di Gramed.

Nyampe Gramed, lama juga. Aku mencari peta. Ada sih peta Bandung, tapi yang ku inginkan ga ada. Aku bingung. Udah nyampe sini, aku harus beli sesuatu. Akhirnya aku memilih buku “Merajut Kembali KeIndonesiaan Kita”, setelah bingung memilih antara buku itu atau buku “Neoliberal merasuki Indonesia”.

Selesai, aku ke kampus dan rapat.

Hari yang menyenangkan.

“Maka, nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?”

One Response to “Tersesat part5 (?)”

  1. armyalghifari September 7, 2008 at 4:48 pm #

    hm… seneng nulis panjang-panjang ya? saya ada 2 pertanyaan.

    Kendaraan apakah yang digunakan si bapak yang menawarkan tumpangan kepada sari?

    Kenapa sampai tidak menanyakan nama kepada bapak tersebut?
    😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: