Kisah Spaghetti Tawar

19 Nov

Beberapa hari yang lalu aku mendapat resep masakan dengan bahan baku keju. Dan hal ini cukup menggugah hatiku untuk belajar memasak. Maka dimulailah suatu hari aku pergi ke hypermart dengan tujuan mencari bahan-bahan untuk memasak. Dan, hari itu rencananya aku akan membuat spaghetti.

Untuk membuat sebuah spaghetti layak makan, diperlukan susu, keju, telor, merica dan garam serta tepung terigu sebagai saus. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah merebus pasta kira-kira 5-7 menit. Kemudian campurkan semua bahan saus dan panaskan pada api sedang. Segera campurkan saus dengan spaghetti dan taruh parutan keju diatasnya.

Yang terjadi padaku :

  • Aku merebus pastanya kurang dari 5 menit, sehingga masih terasa kaku.
  • Aku memanaskan bahan saus tidak pada api sedang (sebenarnya aku tidak tahu apa parameter api sedang itu), sehingga menyebabkan sausnya agak mengental dank arena berbahan dasar susu dan telor, segera saja ia menjadi lengket. Aku yang mulai panic langsung mematikan api. Dan kemudian dengan usaha sekerasnya aku mencampurkan saus dengna spaghetti.
  • Aku tidak tahu teknik memarut keju, sampai-sampai harus diajarkan temanku. Dalam pikiranku, padahal kan hanya tinggal diparut biasa, kenapa harus tangan kiri di parutan dan tangan kanan memegang keju, dan antara si keju dengan parutan setidaknya membentuk sudut 45 derajat?
  • Dan aku baru sadar, aku memasak spaghetti dengan porsi yang sangat banyak.

Segera saja teman-teman yang kebetulan sedang menginap kutawarkan, dan kuancam mereka harus menghabiskan masakanku yang aku sendiri belum tahu rasanya.

Ini waktunya untuk mencoba, dari hasil masakanku ini akan kelihatan apakah aku berbakat memasak atau tidak. Sluurrp..Aku menyeruput si spaghetti. Dan rasanya adalah.. tawar.

Padahal aku sudah memasukkan garam tadi pada sausnya. Mungkin saja kurang banyak, begitu pikirku. Spontan aku langsung ke dapur dan mengambil ‘royco’ dan menaburkannya pada spaghetti-ku.

spaghetti tawar -ku

Itu kisah spaghetti pertamaku, spaghetti tawar.

JIka dilihat, spaghetti sama saja dengan mie kuning yang sering kita jumpi di pasar. Namun, bedanya mie yang satu ini berasal dari Italia. Hampir setiap orang mengira bahwa spaghetti adalah bakmi yang dibawa pulang oleh Marco Polo dalam perjalanannya dari Tiongkok. Tetapi setelah diselidiki oleh banyak pihak, sejak zaman dahulu kala Bangsa Romawi yang menang dari medan perang selalu menyantap Spaghetti. Sedangkan Marco Polo kembali dari Tiongkok pada tahun 1292.

Spaghetti merupakan salah satu jenis pasta yang telah dikenal oleh bangsa Italia sejak zaman manusia bercocok tanam kira-kita 10.000 tahun yang lalu, dari tepung yang dihasilkan lalu diolah dengan sedikit air dan telur menjadi sebuah adonan yan disebut pasta. Lalu digiling tipis menjadi selembar-lembar, yang merupakan induk pasta yang kita kenas sebagai Lasagna. Kemudian baru berkembang jenis-jenis pasta lainnya seperti Fusili, Penne, Tagliatelle dan lain-lain.

Aku memang masih harus belajar memasak…

One Response to “Kisah Spaghetti Tawar”

  1. aisyahkecil December 18, 2008 at 2:58 pm #

    Semangat de’..
    Lain kali dicoba lagi ya..
    Kalau udah, nanti teteh bagian men-cicipi
    ^o^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: