Kemahasiswaan Terpusat, Perlukah?

10 Feb

Berdasarkan konsepsi KM ITB mahasiswa memiliki dua peran, yaitu :

  1. Mahasiswa dituntut untuk terus berupaya mengembangkan diri menjadi lapisan masyarakat masa depan yang berkualitas atau dengan kata lain mahasiswa sebagai calon sarjana.
  2. Mahasiswa dituntut untuk aktif bergerak menata kehidupan bangsanya. Dari dua peran tersebut, tercipta berbagai kebutuhan dasar mahasiswa, yaitu pendidikan, kesejahteraan dan aktualisasi, yang diperlukan mahasiswa untuk mewujudkan peran utuhnya.

Orientasi dasar organisasinya :

  1. Menjadi wadah pengembangan diri mahasiswa untuk membentuk lapisan masyarakat masa depan yang profesional, intelek, humanis, dan religius. Untuk ini dibutuhkan pembukaan wahana yang seluas-luasnya bagi partisipasi-aktif anggota sehingga semua aktivitas kemahasiswaan merupakan proses pembelajaran dan pemberdayaan seluruh mahasiswa.
  2. Mewujudkan karya nyata mahasiswa dalam perjuangan menata kehidupan bangsa. Untuk ini maka akar aktivitas mahasiswa, yaitu intelektualitas, kemandirian, dan kebenaran ilmiah harus benar-benar dijaga dalam roda gerak organisasi kemahasiswaan.
  3. Menjadi wadah bagi pemenuhan kebutuhan dasar mahasiswa yang meliputi pendidikan, kesejahteraan, dan aktualisasi diri.

Tujuannya :

  1. Ikut serta mengusahakan tujuan pendidikan untuk membentuk sarjana yang berbudi pekerti, cakap, mandiri, berwawasan luas, demokratis, dan bertanggung jawab. 2.
  2. Memberikan dorongan kepada mahasiswa untuk menjadi pemimpin dan penggerak dalam kehidupan berbangsa.
  3. Ikut sertam menyumbangkan karya dan pikiran dalam penataan kehidupan bangsa.
  4. Memupuk dan membina rasa persaudaraan dan kekeluargaan di lingkungan civitas akademika.
  5. Mengusahakan kesejahteraan material dan spiritual serta memperjuangkan kepentingan mahasiswa di lingkungan kampus.

Idealnya kemahasiswaan terpusat mampu mengakomodir seluruh kebutuhan mahasiswa yang tidak bisa didapatkan di himpunan maupun unit. Namun yang dirasakan saat ini justru keberadaan kemahasiswaan terpusat itu tidak terasa, hanya seperti himpunan ke-30 atau atau unit ke-79. Hal ini dirasakan oleh kebanyakan massa kampus, sehingga perlu ditinjau ulang mengapa kemahasiswaan terpusat harus ada.

Mengapa kemahasiswaan terpusat harus ada?

  1. Kabinet KM ITB sebagai fungsi eksternal merupakan lembaga yang mengatasnamakan seluruh mahasiswa, jika melakukan pernyataan sikap terhadap isu-isu eksternal, dan akan mendapat perhatian, respon, atau pembelaan dari berbagai kelompok.
  2. Salah satu tujuan adanya kemahasiswaan terpusat adalah untuk menata kehidupan bangsa, dan untuk menata kehidupan bangsa diperlukan berbagai disiplin keilmuan. Dan hal ini dapat diintegrasikan melalui kemahasiswaan terpusat.
  3. Memiliki basis massa yang besar untuk melakukan perubahan. Karena perubahan akan lebih efektif jika dilakukan secara masif.
  4. Sebagai wadah untuk mengekspresikan hak-hak politik, misalnya menciptakan regulasi. Dengan massa kampus yang lebih heterogen jika dibandingkan massa himpunan, maka kemahasiswaan terpusat merupakan wadah yang sangat baik.

Rasionalisasi diatas seharusnya sudah cukup untuk mempertahankan keberadaan kemahasiswaan terpusat kita. Namun jika hanya ada dan belum dioptimalkan perannya, juga akan menimbulkan masalah. Mengapa KM ITB sebagai kemahasiswaan terpusat dirasa kurang penting dan belum memberikan manfaat pada mahasiswa? Ada beberapa hal yang mungkin menyebabkan hal ini terjadi, yaitu kurangnya publikasi dari pihak kabinet sebagai pelaku eksekutif KM ITB tentang program kerja. Dan mindset yang tertanam pada mahasiswa bahwa KM ITB kurang bermanfaat. Seharusnya mahasiswa baru yang penyambutannya (OSKM /PMB / InKM) dilakukan oleh kemahasiswaan terpusat merasakan manfaat tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, lingkungan himpunan dan senior yang sebagian besar menganggap kemahasiswaan terpusat belum memiliki manfaat turut membentuk paradigma baru pada mahasiswa tersebut. Mindset yang terbentuk adalah pengaruh dari kaderisasi sebagai bentuk penurunan nilai dan pengaruh lingkungan.

Jika dilihat sistem yang digunakan oleh student government di ITB, yaitu demokrasi, dimana kekuasaan tertinggi terletak pada rakyat, dalam hal ini mahasiswa. Maka seharusnya ketidakoptimalan kinerja kabinet KM ITB adalah tanggung jawab kita semua. Dengan sistem seperti ini, kongres memegang peranan penting. Jika kongres tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai fungsi kontrol terhadap kabinet, maka distorsi aspirasi dan hegemoni kelompok akan terbuka lebar (ada di konsepsi). Kongres yang tidak berjalan semestinya disebabkan oleh senator dan lembaga. Senator yang hanya terkesan sebagai ‘tumbal’, dan tidak punya pengalaman akan kaget dengan tugasnya di kongres, sehingga akan berefek pada tingkat kehadirannya pada sidang2 kongres. Demikian halnya dengan lembaga, kurangnya pengawasan terhadap senatornya juga menyebabkan senator tersebut belum menjalankan tugasnya dengan optimal.

Kabinet, kongres, himpunan, dan unit merupakan sebuah kesatuan yang saling menunjang. Jika kabinet kurang optimal, maka kongres sebagai legislatif belum menjalankan tugasnya dengan baik. Jika kongres belum berjalan dengan baik, maka fungsi pengawasan senator dari himpunan dan unit belum optimal. Hal ini merupakan sebuah siklus yang terus berputar. Jika kita tidak puas terhadap kinerja kemahasiswaan terpusat, maka pertanyaan yang timbul adalah : mengapa kita tidak puas? Tidak puas karena yang kita inginkan belum terfasilitasi, dan sudahkah kita melakukan sesuatu untuk itu? Karena kita akan mendapatkan apa yang kita lakukan.

Last statement (dari konsepsi lagi) : pada langkah terakhir, apabila organisasi kemahasiswaan mengalami krisis kontrol karena kontrol kongres tidak berjalan semestinya maka menjadi tugas mahasiswa, himpunan mahasiswa, dan unit untuk melakukan kontrol aktif secara informal (garda moral terakhir sistem kemahasiswaan).

Sudah jelas setiap elemen kemahasiswaan adalah penting, dan siapa lagi yang akan peduli pada keadaan kemahasiswaan kita jika bukan kita sendiri.
MySpace

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: