Toward a Peaceful World ver.0.1

5 Sep

Jika ingin berbicara tentang perdamaian dunia, maka pembicaraan akan terfokus pada perang, karena perang adalah salah satu (atau mungkin satu-satunya?) hal yang menghalangi terjadinya perdamaian dunia. Perang, menjadi satu bukti bahwa manusia adalah makhluk tamak, haus kekuasaan, dan selalu tidak puas dengan apa yang dimiliki. Demi mendapatkan kekuasaan yang diinginkan, manusia tidak segan untuk menghabisi nyawa manusia yang lain, hingga sudah tak terhitung lagi jumlah nyawa yang hilang akibat perang.

Tidak ada pihak yang berinisiatif untuk mengalah, menyebabkan perang menjadi masalah semua zaman dan berlarut-larut sehingga tidak dapat dipadamkan dengan mudah. Diplomasi dan politik kemudian dijadikan alternative lain untuk menyelesaikan perang melalui jalan damai. Tapi, karena yang melakukan diplomasi dan negosiasi adalah manusia juga, tidak jarang justru digunakan untuk memperluas kekuasaan secara terselubung. Dan akhirnya jalan damai yang diharapkan itu menjadi penyebab berkobarnya perang baru.

Mungkin pepatah : ‘perang tidak akan pernah berakhir selama manusia masih eksis di dunia ini’ ada benarnya. Karena memang ‘7 sins’ itu selalu ada pada diri tiap manusia. Kalau meminjam kata-katanya Cagalli Yula Attha dalam anime Gundam Seed : ‘korosareta kara koroshita, koroshita kara korosareta… Sore de saigo wa hontouni heiwa ni narunokayo?! [Membunuh karena ada yang dibunuh. Dibunuh karena membunuh. Kalau begitu terus, bagaimana perang bisa berakhir?!
Perang terjadi karena ada konflik, dan konflik bisa terjadi karena kebutuhan dan keinginan manusia tidak terpenuhi. Kebutuhan adalah sesuatu yang sangat diperlukan. Kebutuhan pokok manusia adalah sandang, pangan, dan papan. Keinginan adalah sesuatu yang dihendaki, diharapkan. Dan biasanya keinginan muncul setelah kebutuhan terpenuhi.
Secara ekstrim, kesenjangan social terjadi karena salah satu pihak dapat memenuhi kebutuhannya, bahkan berlebih dan pihak lainnya bahkan tidak dapat memenuhi satupun kebutuhannya. Kesenjangan ini dapat menjadi potensi timbulnya konflik. Konflik terjadi karena pihak yang kekurangan merasa tidak adil, dan pihak yang kelebihan merasa pantas memiliki kelebihan tersebut.
Sesuai dengan hukum kesetimbangan (kesetimbangan apapun) atau equal trade (pada anime Fullmetal Alchemist), sebuah sistem akan setimbang jika energy terdistribusi secara merata, energy masuk sama dengan energy keluar, aksi sama dengan reaksi, koefisien reaksi kimia sebelah kiri sama dengan sebelah kanan. Kalau kata Alphonse Elric di anime Fullmetal Alchemist : ‘people will not gain anything if not sacrifice something’.
Sistem ini akan setimbang jika pihak kelebihan membagi kelebihannya pada pihak kekurangan sehingga posisi mereka sama, seimbang, equal. Karena variabelnya adalah variable bebas, banyak factor yang mempengaruhi, yaitu keadaan sistem dan lingkungan. Sedangkan keadaan sistem dan lingkungan ini bisa saja undefined, karena sifat manusia itu tidak dapat diprediksikan dengan mudah. Karena keadaan sistem dan lingkungannya tidak diketahui, maka akan sangat susah untuk membuat kesetimbangan sistem tersebut.
Dan akar dari penyebab konflik ini adalah perbedaan. Adanya perbedaan keadaan, tapi tidak terjadi aliran energy. Haruskah perbedaan menjadi alasan untuk membenci orang lain? Haruskah perbedaan menjadi alasan untuk memerangi orang lain? Perbedaan adalah hal yang mutlak ada di dunia ini. Memerangi dan berkelahi dengan orang lain karena perbedaan adalah hal bodoh, dan itu yang belum kita semua sadari. Belum semua dari kita menyadari bahwa perbedaan itu memang selalu ada, dan itu justru menjadikan hidup kita penuh warna. Kita menganggap bahwa pemikiran orang lain harusnya sama dengan apa yang kita pikirkan, padahal lumrah terjadi jika ada perbedaan disana, tak jarang pertengkaran terjadi karena perbedaan pendapat. Harusnya kita saling menghargai dan memahami perbedaan, memaklumi bahwa kita berbeda dengan yang lain.

believe in tenderness…
forgive everything…
In order to love, we must be able to share with and understand each other.
[Wana by The Back Horn, ending theme Gundam 00]
*Menuju Perdamaian Dunia versi 0.1. Masih sangat normatif dan butuh komentar dari teman-teman semua agar perdamaian dunia semakin dekat…

3 Responses to “Toward a Peaceful World ver.0.1”

  1. rusli zainal sang visioner September 5, 2009 at 5:36 pm #

    suetuju sekali saya…😀

  2. mengembalikan jati diri bangsa September 5, 2009 at 5:38 pm #

    keren memang…

    bagaimana jadinya bila semuanya sama…

    wohoho… pasti menjemukan dan tiada tantangan😀

  3. reZa pH May 10, 2010 at 1:11 am #

    udah lama ga ke blog-nya sari..
    nulis tentang ini lagi dong…

    oia, saya ngambil matkul pengembangan komunitas di plano, seru juga..
    hehe =D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: