Tersesat di Bekasi

15 Jan

Aku sedang liburan di Kelapa Gading ketika menerima telepon dari PT. XXX untuk mengikuti tes dan interview. Alamatnya di Jl. Raya Narogong Km. 9, Bojong Menteng, Bekasi. Aku yang sebelumnya belum pernah ke Bekasi awalnya agak ragu untuk datang kesana.
Langkah awal yang aku lakukan adalah membuka Google Maps, mengetik alamat pada kolom search. Dari situ aku tahu bahwa daerah itu berada di Bekasi Selatan.
Kemudian membuka Google, mengetik kata kunci “bus travel kelapa gading bekasi”. Tidak banyak informasi yang bisa aku dapat. Kemudian aku mencoba pada seorang teman, bagaimana caranya menuju PT. XXX itu.
Jawaban temenku :
“Dari terminal Pulogadung, naik elf, turun di pintu tol bekasi barat, nyebrang, naik angkot 25 turun di Rawa panjang, naik angkot 11, turun di depan PT. XXX”

Berbekal navigasi darinya aku berangkat pukul 6:30 menuju Pulogadung, berharap sebelum pukul 9 sudah tiba disana. Di Pulogadung aku bertanya kesana kemari angkutan apa yang harus aku naiki jika ingin ke Bekasi Barat. Mengabaikan nasihat temenku untuk menggunakan elf, aku malah naik bus. Ngetem. Lama. Gelisah. Akhirnya bus mulai jalan sekitar pukul 8. Kegelisahanku makin menjadi ketika jalanan macet, membuatku ngantuk. Ketiduran.
Aku terbangun ketika si Bapak Kondektur mencolek bahu meminta ongkos.
“Pintu tol Bekasi Barat, Pak.” kataku sambil memberikan uang duapuluh-ribu-an. Kembalian enambelas-ribu.

Akhirnya pintu tol Bekasi Barat keliatan, aku bersiap turun.

Ketika turun, lucunya (atau horrornya), rokku terinjak oleh salah seorang penumpang. Bis jalan sementara aku sudah turun sambil menarik-narik rok. Langsung terbayang scene ‘Final Destination’, aku terseret-seret bis yang sudah jalan. Alhamdulillah scene itu tidak terjadi karena si-orang-yang-menginjak-rokku itu sadar yang memindahkan kakinya.
Aku menepi untuk menenangkan diri dan berpikir. Haruskah aku menyeberang untuk naik angkot 25 menuju Rawa panjang?
Sebagai trial, aku menyetop salah satu angkot 25 dan bertanya apakah lewat Rawa panjang. Mendengar jawaban “Ya”, aku langsung naik tanpa pikir panjang. Sepanjang perjalanan aku terus melihat kanan-kiri mencoba mencari kata-kata “Rawa panjang” dan angkot bernomer 11.

Melihat tulisan ‘Halte rawa panjang’ dan kemudian ada angkot 11 yang lewat, aku memutuskan untuk turun. Menyetop angkot 11 dan bertanya “Lewat PT. XXX, Pak?” Berharap jawaban ‘ya’, ternyata malah “Bukan, Neng. Nyebrang, yang ke arah sana” kata si Bapak sambil menunjuk ke arah yang berlawanan. Aku langsung lemes. Menyeberang. Mencari ojek. Bertanya. Akhirnya naik ojek, walaupun si Mang Ojek nya juga ga tau PT. XXX itu dimana.

Jl. Raya Narogong. Mataku aktif kanan kiri, hingga akhirnya aku menemukan sebuah bangunan bertuliskan PT.XXX. Turun. Limabelas-ribu. Makasih Mang.
Banyak truk-truk di depan perusahaan ini, aku excited entah kenapa.
Bertanya pada satpam, menyampaikan maksudku untuk bertemu si mbak-mbak yang nelpon kemarin. Sempat melihat jam di pos satpam itu, 9:30. Telat. Aku menukarkan KTP dengan kartu ‘Visitor’, kemudian menuju lobby.
Tak lama menunggu, si mbaknya datang dan langsung bertanya, “Kok baru nyampe?” “Err.. Maaf mbak, saya nyasar”, menjawab dengan agak malu.

Diberi formulir untuk diisi dan aku kemudian diberi soal matematika dasar yang harus dikerjakan dalam waktu 1 jam.
Tepat 1 jam, aku selesai mengerjakan semuanya walau tidak yakin benar semua.
Kemudian ada tes mencocokkan gambar dalam 3 menit. Aku menyelesaikannya dengan terburu-buru kurang dari 3 menit, semoga tidak menimbulkan efek buruk pada hasilnya. Setelah itu aku diberikan soal pernyataan ‘ya-atau-tidak’ mengenai minat, bakat, dan sifat. Tes terakhir adalah menggambar. Rumah, pohon, laki-laki, perempuan, dan gabungan dari keempat gambar itu. Tak cukup, tes gambar ditambah dengan aku harus menggambar beberapa benda yang disebut dengan menuliskan urutannya. Selesai, 12:30.

Aku diberi makan siang, Alhamdulillah. Sejak tadi perutku memang ribut minta makan.
Aku kemudian diminta menunggu untuk interview. Dan ini agak lama. AC nya terlalu dingin. Aku ingin ke toilet, tapi tiap kali aku ingin ke toilet selalu saja ada orang yang duluan masuk. Menahan. Sambil menunggu aku mencari tahu travel ke Bandung. Bersyukur memiliki si ‘Uchun’, smartphone-ku, aku tahu ada Cipaganti di Bekasi Cyber Park. Namun si Uchun hidupnya tinggal 17%. Gawat. Perjalananku masih panjang, aku butuh dia. Segera ku matikan Wi-Fi dan data transfer. Membuka task killer, mematikan semua aplikasi yang berjalan.

Aku kembali ingin ke toilet, tapi kemudian ada mas-mas yang memanggil untuk interview. Aku ditanya tentang TA, KP, dan pengalaman yg kutulis di CV. Si Mas bercerita tentang profil perusahaannya. Aku hanya memasang muka antusias, dan berharap interviewnya cepat berakhir. Aku ingin ke toilet!

Dan akhirnya selesai. Begitu keluar ruangan, aku langsung menuju toilet. Aku masih diminta untuk menunggu, bagaimana keputusan atasan di mas tadi. Apakah aku ingin di interview lagi atau tidak. Walau tidak selama yang tadi, tapi aku cukup bosan.
Tak berapa lama si mbak nyamperin dan bilang, “Makasih Mbak Sari, pengumumannya 3 hari lagi. Jika lolos, akan kami hubungi, namun jika tidak ada kabar berarti belum berhasil”. OK. Aku pamit.

Perjalanan pulang, aku harus ke Bekasi Cyber Park. Aku naik angkot 11 yang berlawanan arah. Di angkot aku membuka Google Maps, dan mencoba memperoleh ‘direction’. Aku mengerti. Kembali mematikan data trasnfer untuk menghemat baterai.
Di perjalanan aku mengenali rute ini, ini adalah rute yang tadi aku lewati. Aku mencoba untuk kembali ke posisi sekitar tol bekasi barat. Namun tiba-tiba saja aku bingung dan tidak mengenali daerah yang dilewati angkot ini. Solusinya, aku langsung turun, mencari ojek dan bertanya. Apa jadinya aku tanpa mang ojek.

Sampai di Bekasi Cyber Park, langsung reservasi Cipaganti, berangkat jam 4. Masih ada setengah jam lagi, aku ngemil french fries dan milo di McD. Si Uchun sudah tidur, harus diberi makan-dicharge, tidak bisa lagi menemani dan membantu.
Aku sampai Bandung sekitar jam 5:30, di pool Pasteur. Langsung naik angkot Sarijadi. Turun disekitar Wastu Kencana dan nyambung ke angkot Caringin-Sadang Serang.

Nyampe Kebon Kembang, dan bodohnya aku lupa bawa kunci rumah! Mengetok-ngetok, dan sepertinya tidak ada orang dirumah. Mang nasi goreng depan rumah bilang, lagi ga ada orang di rumah. Aku pergi lagi, lapar, mencari tempat makan yang dekat. Akhirnya ke Superindo, belanja ntah apa untuk mengisi waktu, kemudian makan di KFC. Jam 7. Makan selesai. Mencoba menyalakan Uchun. Menelepon Mega, apakah dia sudah dirumah, minta tolong dibukain pintu. Tepat aku selesai bicara, si Uchun tidur lagi. Alhamdulillah aku bisa pulang.

Untuk perjalanan kali ini, many big thanks for Mang Ojek di Jakarta dan Bekasi, Mang Angkot Jakarta dan Bekasi, Bapak Kondektur Bis Pulogadung-Bekasi, Pak Satpam, Mas & Mbak PT. XXX., my friend for ur navigation, and my lovely Uchun!

One Response to “Tersesat di Bekasi”

  1. aurora June 4, 2013 at 3:07 pm #

    nanya dong. dr narogong ke cipaganti di BCP itu bs setengah jam ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: