It’s Blighted Ovum

28 Aug

Saya sangat bahagia begitu mengetahui tamu bulanan saya tidak lagi menyambangi saya, dan hasil positif pada testpack. Suami juga gembira ria. Langsung saja kami ke dsog, ingin mengecek. Saya diantar suami ke rumah sakit Al-Fauzan, karena paling dekat dari rumah.
Setelah di USG, dokter mengatakan bahwa terdapat kantung kehamilan namun lebih kecil dari yang seharusnya. Saya diminta kembali 2 minggu lagi.

Hari-hari menjadi lebih berwarna. Saya menjadi lebih hati-hati, dan makan lebih banyak. Alhamdulillah, saya tidak mengalami muntah-muntah, hanya mual-mual saja. Saya menjadi sangat mengantuk pada pagi hari dan lebih mudah capek. Saya semangat minum susu, dan buah.

Namun, kekhawatiran mulai terjadi ketika timbul flek di minggu ke 8, awalnnya hanya setitik, namun keesokan harinya makin banyak dan saya mulai panik. Saya tidak dapat berpikir jernih. Setelah agak kalem, saya mulai googling, dan mengetahui bahwa flek pada hamil muda memang kadang terjadi. Jadwal periksa saya masih di hari Jumat (hari itu hari Rabu). Akhirnya saya memberitahu suami dan bilang ingin ke dokter. Suami langsung pulang dari kantornya, ingin menemani saya ke dokter. Karena Al-Fauzan di siang itu tidak ada jadwal praktek dokter kandungan, saya mencari rumah sakit lain : RS Harapan Bunda di Pasar Rebo. Kami segera kesana.

Kata dokter setelah di USG adalah : “Kemungkinan janinnya tidak berkembang. Harusnya di umur segini detak jantungnya sudah terdengar, tapi ini tidak terdengar sama sekali. Dan cadangan makanannya terlalu besar. Siap-siap saja untuk kemungkinan terburuk. Ini saya kasih obat penguat dan hormon, Ibu harus bedrest total”.
Saya bingung harus bereaksi bagaimana.
2013-08-28-08-06-00_deco

Hari-hari saya setelahnya adalah di tempat tidur. Kekhawatiran mulai hilang ketika flek saya berhenti. Namun, itu tidak bertahan lama. Saya mulai flek lagi dan bahkan lebih banyak, hingga seperti sedang haid (ni terjadi pada minggu ke 9). Saya kembali ke dokter (kali ini tidak ditemani suami, kasihan dia harus bolak-balik kantor-rumah).

“Ini kantongnya malah mengecil, dan masih tidak ada detak jantung, dan janinnya belum kelihatan. Sepertinya memang tidak berkembang. Saran saya dikeluarkan saja. Jika hasil konsepsinya tidak berkembang maka tubuh akan mengidentifikasi sebagai benda asing sehingga tubuh akan berusaha mengeluarkan, makanya terjadi flek”.
Saya bingung. Melihat ekspresi kebingungan saya, dokternya kembali berkata : “Mungkin lebih baik ditunggu saja, Bu. Ini saya kasih obat lagi. Kalau mau dikeluarkan atau sudah keluar sendiri segera hubungi saya.”

Saya pulang dengan perasaan campur aduk. Sesampainya dirumah saya menangis sejadi-jadinya. Membayangkan wajah kecewa suami dan orang tua kami, membuat saya makin melankolis. Seharian saya hanya tiduran, kadang sambil menangis.

Ketika jam 6-an, perut saya agak mules dan perut terasa kram yang hebat. Ketika dilihat, keluar gumpalan-gumpalan sebesar kepalan tangan keluar. Saya langsung lemes, janin saya sudah keluar.
Saya kembali menangis. Setelah suami pulang saya menjadi lebih tenang.
Kemudian selama kira-kira 1 minggu lebih pendarahan terus terjadi.
Suami selalu menguatkan saya. Dan saya selalu berusaha berpikir positif.
Berpikir bahwa Allah sangat menyayangi saya, saya masih diperhatikan, Ia ingin saya ‘naik kelas’. Alhamdulillah. Karena hal yang paling sengsara dalam hidup ini adalah ketika Allah sudah tidak lagi peduli pada kita, kita berbuat maksiat dibiarkan, tidak diingatkan.

Setelah pendarahan saya berhenti, saya kembali ke dokter. Dan mengetahui bahwa saya mengalami Blighted Ovum. Telur yang sudah dibuahi menempel pada rahim, namun tidak berkembang menjadi embrio. Sehingga jika di USG hanya terlihat kantung saja, tidak ada janin. Kemudian plasenta berhenti berkembang, dan mulai timbul flek, dan akhirnya tubuh mengeluarkan. Blighted Ovum terjadi bisa karena kualitas telur atau sperma yang kurang baik, ataupun pembelahan sel yang tidak sempurna.
Setelah dipastikan rahim saya bersih, dokter mengatakan saya tidak perlu tindakan kuretase. Alhamdulillah.

Sekarang sedang berusaha kembali. Hehe..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: