Eco Art Park, Sentul City

16 Oct

Sesuai judul, weekend kemarin kami berencana untuk jalan-jalan ke Sentul, pasar Apung tepatnya. Setelah nyasar (ga dulu, ga sekarang, masih tetep nyasar), akhirnya nyampe juga. Setelah keluar tol Sentul City (beda dengan sirkuit Sentul), ke kiri, kemudian ada bunderan, ke kanan, langsung ketemu (harusnya). Ternyata Pasar Ah Poong (nama gaulnya apung) itu berada di dalam komplek Eco Art Park.
Jika ingin ke pasar Ah Poong, kita bisa memilih ingin melewati blue, yellow, atau red bridge.

Bisa memilih mau lewat jembatan yang mana.

Bisa memilih mau lewat jembatan yang mana.

Blue bridge yang menghubungkan Eco Art Park dan Ah Poong floating market

Blue bridge yang menghubungkan Eco Art Park dan Ah Poong floating market

Pasar Ah Poong ini food court yang dikelola oleh Eat&Eat dengan sistem deposit. Tempat makan disini lumayan luas, dibagi 3 area berdasarkan jembatan yang tadinya dilewati. Menu yang terkenal disini adalah nasi goreng pete (katanya). Kami pun segera memesan menu tersebut, ditambah kwetiau seafood, bakmi kepiting, lumpia, buah-buahan, dan teh tarik. Cukup banyak. Namanya juga kesini buat wisata kuliner😛

Makanan yang kami pesan :D

Makanan yang kami pesan😀

Nasi gorengnya enak, walau kami makan dengan menyingkirkan pete dari piring. Kwetiau seafoodnya dibungkus telur dadar, penyajian yang lucu, karena biasanya nasi goreng yang disajikan seperti itu. Enak juga. Bakmi kepiting kalo kata Abang biasa. Lumpianya sudah tak cukup lagi diperut kami, dibungkus saja hehe..
Hari itu tidak terlalu rame, padahal kami takut tidak dapat parkir dan tempat duduk. Setelah beres makan, kami jalan sambil foto2 di Eco Art Park.

Ah Poong dilihat dari seberang. Kita juga bisa ber-sampan ria di kali di bawah itu loh.

Ah Poong dilihat dari seberang. Kita juga bisa ber-sampan ria di kali di bawah itu loh.

Transformer!

Transformer!

Ini namanya parabola aktif. Jika ada orang berbicara di parabola satunya, kita dapat mendengarnya di parabola yang ini. I've prove it ;)

Ini namanya parabola aktif. Jika ada orang berbicara di parabola satunya, kita dapat mendengarnya di parabola yang ini. I’ve prove it😉

 

Kalau yang ini namanya pipa suara, mirip parabola aktif. Jika kita berbicara pada ujung pipa yang satu, maka orang lain dapat mendengar pada ujung pipa yang satunya lagi.

Kalau yang ini namanya pipa suara, mirip parabola aktif. Jika kita berbicara pada ujung pipa yang satu, maka orang lain dapat mendengar pada ujung pipa yang satunya lagi.

 

Ada saung-saung juga buat istirahat duduk-duduk. *udah capek

Ada saung-saung juga buat istirahat duduk-duduk. *udah capek

Ada patung-patung, tempat main anak-anak, cuma kita udah capek jadi ga ada fotonya😛

Setelah istirahat sejenak, kami penasaran dengan jembatan melingkar yang ada diatas. Perjalanan dilanjutkan. Ternyata jembatan ini menghubungkan Eco Art Park dengan Marketing Gallery.

Di atas jembatan

Di atas jembatan

 

Di marketing gallery ada patung-patung lucu, ya difoto saja..

Di marketing gallery ada patung-patung lucu, ya difoto saja..

IMG_0990editresize

Patung yang lain

Aahhh.. ketinggalan keretaa

Aahhh.. ketinggalan keretaa

Setelah capek jalan dan foto-foto, kami ke mesjid di depan Eco Art Park, Mesjid Andalusia *ga ada fotonya, udah capek beut. Sholat sambil istirahat, kemudian pulaaang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: