Tunggu sampai koma..

21 Aug

*Copy-paste dari facebooknya Yayasan Kita dan Buah Hati

Bayangkan adegan berikut:

Anda: *anda sedang berbicara di telp dg seseorang*
Anak anda: “Mamaaa.. abang tuh, nakal banget. masa aku di bilang jelek. Kan aku gk jelek kan ya ma? marahin abang dong maaa. kan gk boleh bilang org jelek kan ya ma? Mamaaa..”
Anda: *pura2 gk dgr sambil melanjutkan pembicaraan*
Anak anda: “Maa.. kok mama gk dengerin sih aku ngomong, abang iseng banget tuh…mama jawab doooonggg”
Anda: *memelototkan mata, nunjuk2 tlp, berharap anak anda menjauh dan paham bahwa anda sedang bicara sm org lain*
Anak anda: “Tapi abang tuh.. dia ngejek2 aku terus. aku panggilin ke sini ya ma? ya mah ya?????Mamaaaaa……”
Anda: “bentar ya Win,” *tutup bagian bicara dan semakin melotot ke arah anak anda sembari berbisik galak* denger gk mama lagi on the phone? selesaiin sendiri masalahnya sama abang. atau tunggu mama selesai ngomong. Sana!”
Anak anda: *kembali ke abangnya sekitar 5 detik, dan balik lagi ke anda* Tuh kan, dia bilang aku jelek lagi ma. Huaaaaaaaaaa *nangis melengking saking kencengnya anda tdk bs lg dengerin apa kata temen anda di ujung sana*
Anda: ” udah dulu ya Win, anak gw nih.. nanti gw telp balik ya”

Familiar?!?

apa yg terjadi setelah anda tutup tlp?
yg mana yg lbh besar kemungkinan tjd?
A. Memeluk anak yg di bilang jelek sampai nangisnya reda dan memanggil abangnya menanyakan DENGAN TENANG knp adiknya di bilang jelek, atau
B. marahin anak yg di panggil jelek krn sdh menggangu percakapan anda di tlp dan LEBIH memarahi abang krn manggil adiknya jelek

*mendengar suara2 halus di batin2 pembaca yg memilih…B*

menyelesaikan kasus pemanggilan jelek gk bs kita bahas kali ini, krn kita hrs tau dulu cerita di balik pemanggilan tsb utk menyelesaikannya. plus, gk akan terus menerus si abang manggil adiknya jelek. tapiii, kl anda tdk menyelesaikan masalah pemotongan pembicaraan, anak anda akan bisa lamaaaa skali tdk memiliki ketrampilan tsb.

Tidak pernah mengalami kejadian diatas? minimal anda pernah jadi org yg diujung tlp yg satunya lagi kan?

Memotong pembicaraan sering sekali di lakukan anak2. 1-2 kali kita bisa sabar. 1-2th, sdh gk lucu.
Mari kita telaah penyebabnya dulu, krn dg tau penyebab, kita bisa tau cara ‘mengobatinya’..

knp anak memotong pembicaraan?
1. anak tdk bisa menunggu. mrk hidup dalam ‘ke-kini-an’, saya mau itu dan saya mau itu SEKARANG. gk percaya? ketika mereka bayi, mereka haus minta ASI, bisakah dia menahan nangis dan menunggu smp anda siap menyusui? tdk, dia menangis saja. terus menerus. sampai anda ksh susu atau smp ia lelah. ketrampilan menunggu dan sifat sabar bkn fitrah manusia, tdk datang sepaket ketika dilahirkan kedunia, sehingga itu hrs di latih. susah? ya jelas. kl gampang, anda pun sdh bs melakukannya bukan?πŸ˜‰

2. mereka tdk paham titik koma. apalagi kesannya, kl anda sdh di telp dg seorang sahabat, tampaknya ngomongnya sdh tdk lagi dg titik dan koma, truuuus saja …yg di mata anak yg blm bs sabar..tampaknya akan berlangsung selamanya. pembicaraan di tlp membuat pembelajaraan utk tdk memotong pembicaraan ini semakin sulit krn anak tdk mendengar ketika lawan bicara anda sedang berbicara, shg jika anda sdh pernah mengajarkan “jgn memotong kl mama lg ngomong”, di telp, ketika lawan bicara anda sedang bicara, anda tdk terlihat sedang ngomong, jadi anak kira, “oh.. boleh motong”.

3. beda prioritas. utk anda, pemanggilan jelek (atau apapun kasusnya) masih bisa menunggu smp anda selesai menelpon. utk yg di bilang jelek krn dia gk merasa jelek dan anda sdh berkali2 mengajarkan bahwa di keluarga ini tdk blh saling memanggil dg hal2 buruk, di bilang jelek itu adlh sebuah kedaruratan.

4. (dan yg paling sering mjd penyebab adl…)
a. anda tdk atau belum pernah mengajarkan bahwa anak tdk boleh memotong pembicaraan. anda hanya berasumsi dia tau entah dr mana…
b. anda TIDAK KONSISTEN memberlakukannya. kdg dia motong anda layani, kdg dia motong anda marah2.
c. anda memotong pembicaraan yg sedang dilakukan anak anda dg org lain

nah, sekarang krn kita sdh tau penyebabnya, maka solusinya mudah. Jika anak anda memotong pembicaraan anda, anda hrs:

1. Nilai kepantasan. Lihat usia anak anda. jika ia dibawah 3, ia belum mengerti konsep nanti. meminta mereka utk menunggu dan bersabar itu tdk msk akal. jika sdh 3th lbh, anak anda sdh boleh di beritahu bhw jika ayah sdg bicara, tdk di potong. apakah dia akan terus memotong? PASTI. perlu latihan berapa kali? 5000x. HAH, 5000? iya. kata siapa? Rasulullah. Yang bener? Serius, belajar shalat kan jg bgitu. Masa memotong pembicaraan disamain dg belajar shalat? gk di samain, cm minjem teorinya. Emang gmn teorinya?
anak di perintahkan utk shalat dari usia 7. umur 10 br boleh di pukul. berarti ada 3 th proses pembelajaran.
1 th = 365hr
3th =1095hr
1 hr shalat = 5x
5 x 1095 = 5.475

sy disc 475x, jadi cm 5000πŸ™‚

malah logikanya, itu teori utk anak umur 7th yg otaknya sdh menjelang sempurna. lah, anak umur 3 akan perlu lebih banyak latihan, jadi sebetulnya perlu 6000 kaliπŸ˜€
itu kl motongnya 5x sehari aja, diajarkan umur 3, mgkn baru nyantol dg baik di usia 6. kl cm 1x sehari, utk smp latihan 5000x, bs sampe umur 10th lbh. *tepok jidat*

2. setelah anda menilai usia anak anda, anda bisa mengukur level kesabarannya. ksh limit waktu. di bawah 3 tdk ada limit waktu, mrk blm paham. 3-6 seharusnya bs menunggu 1-3 menit. 6 keatas bs sabar lbh lama lagi, tp gk lewat 7 menit biasanya

3. prioritas kedaruratan ini agak ‘a bit tricky’. krn level kedaruratan ssorg berbeda2. tentunya di usia brp pun, kl darurat, jgn biarkan anak menunggu.tp kl permintaannya tdk darurat dan kl anak anda msh kecil dan tdk mgkn menunggu, suruh yg lbh besar menunggu. siapa yg lbh besar? lawan bicara anda. mrk akan paham situasi anda, apalagi kl mrk pny anak jg. kl anak anda 3-6thn, dia dalam masa latihan. kl anda di tlp, ksh tanda ‘tunggu sebentar’ yg di pahami bersama. kl tdk di telp, berhenti sejenak dan tanya, “Rifa lihat gk mama lg bicara?” *tunggu jwbn* “boleh memotong tdk?” *tunggu jwbn* dan lanjutkan pembicaraan anda tanpa memenuhi keinginannya kecuali darurat (mau pipis, terluka, dlsbgnya). Kl sdh di atas 6th dan proses latihan anda rasa sdh cukup, jika dia memotong pembicaraan tdk usah di tanggapi, kecuali anda menilai itu darurat, biarkan dia menunggu smp anda sampai ke penghujung kalimat/paragraf anda.

4 a. tentunya kl tdk pernah dijelaskan bhw memotong pembicaraan itu tdk boleh, anak tdk akan tau. ketrampilan ini tentunya jg tdk dtg sepaket dg dilahirkan ke bumi. Jelaskan dg singkat:
Kalo org lagi ngomong, kita harus tunggu smp orang itu selesai sblm kita ikut ngomong . (15 kataπŸ˜‰ )
Kalo lg di telpon atau penting bgt, blg “permisi” dan tunggu smp org itu berhenti (15 kata lg*)

*berbicara dg anak (khususnya laki2) lbh baik kl hanya 15 kata saja perkalimat

b. sekali peraturan di kemukakan, selalu lakukan hal yg sama. kalau kdg2 anak boleh memotong pembicaraan anda dan anda layani tapi di lain waktu kl mereka memotong pembicaraan lalu anda marah, sulit bagi mereka utk mengukur dan menilai situasi kpn ayah boleh di potong pembicaraan dan kapan gk boleh. konsistensi adlh kunci.

c. setelah dijelaskan dan konsisten, step terakhir adlh mjd contoh. jangan memotong pembicaraan dia hanya krn anda pikir ah, dia kan anak. jd gpp. atau krn mnrt anda keperluan anda lbh penting drpd pembicaraan dia.

Mau tips yg LEBIH gampang lagi?
ajarkan anak anda utk memegang pergelangan tangan anda ketika ada yg mau dia sampaikan di tengah pembicaraan anda dg org lain dan tunggu sampai anda berhenti berbicara. kalau lebih darurat (misalnya kebelet kencing) dia bisa mengetukkan tangannya dg perlahan di pergelangan anda 2x sbg tanda darurat sehingga anda bs mengukur pembicaraan anda. cara ini mengajarkan menyampaikan pesan tanpa kata. sederhana, nyaman dan tenang

tapi..
anda jg hrs logis, jangan biarkan anak menunggu terlalu lama. selesaikan saja kalimat anda secukupnya dan layani anak anda. dia sdh belajar, mencoba dan berlatih utk sabar. Minimal itu yg hrs di hargai.

Enjoy your children (and your conversations too!πŸ™‚ )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: