The Day!!

14 Oct

Ketika usia kehamilan sudah mencapai 39 minggu, aku mulai tak sabar menanti kapan mules datang. Lewat sudah sehari, dua hari, mules tak kunjung datang. Kata orang makan nanas biar mules tak juga manjur. Ngepel jongkok juga sudah, walau cuma sanggup ngepel kamar doang. Pegel bo! Afirmasi positif, ngobrol terus sama dede, supaya jangan kelamaan di dalam.

Hari itu Mamah datang dari Dumai, aku pengen ikutan jemput ke bandara.
“Yang, aku ikut jemput Mamah dong.”
“Jangan ah. Ntar kamu mules dijalan gimana? Emang ada rumah sakit di jalan tol?”
“Ga mules kok. Belum ada tanda-tanda juga.”
“Ya udah deh. Kalo mules langsung bilang ya.”

Kami berangkat naik Damri dari Pasar Minggu jam 5 sore, karena diperkirakan Mamah akan sampai di Jakarta jam 6.30 sore. Selama dijalan ga ada mules terasa. Sampai bandara, menunggu sebentar, akhirnya bertemu Mamah. Kita makan dulu sembari menunggu jalanan yang masih macet. Kami pulang dengan taksi lewat tol tangerang, karena sudah pasti jalur tol biasa macet parah. Tiba dirumah jam 9 malam, dan aku tidur sekitar jam 10 malam.

Kira-kira jam 11.30an, tiba-tiba aku tersentak ditengah tidur, hingga membuat Abang bangun. Seperti merasa ada sesuatu keluar dari vagina. Segera ke kamar mandi untuk ngecek.

“Kamu kenapa?”
“Aku nge-flek” Dalam hati aku bersyukur, Alhamdulillah akhirnya tanda-tanda dede akan keluar muncul juga. Mungkin besok aku mulai mules.
“Kamu mules ga?”
“Mules dikit sih, tapi ga mules banget. Aku mandi dulu ah, kalo tiba2 mules banget kita bisa langsung ke rumah sakit.”

Aku mandi sambil menahan mules, masih bisa ditahan artinya bukaan masih kecil atau bahkan belum mulai bukaan pikirku. Selesai mandi aku makin mules, dan memutuskan untuk menghubungi dr. Yuyun. Beliau minta aku segera ke rumah sakit. Aku makin mules. Abang membangunkan Ibu dan Mamah, kemudian mencari taksi.
Sambil menunggu taksi, aku hitung durasi kontraksi. Semenit sekali. Ha? Ngaco kali nih.
Selama diperjalanan, aku sudah tak bisa lagi berpikir jernih, ingin cepat sampai rumah sakit.

Tiba di rumah sakit sekitar jam12an dini hari, aku langsung dibawa ke ruang bersalin, sementara Abang mengurus administrasi. Dua orang bidan mengecek kondisiku.

“Wah, Bu, ini bukaannya udah lengkap, sudah bukaan 8. Kita langsung ke kamar tindakan ya. Ibu ganti baju dulu.”

What?! Apa?! Bukaan 8? Ga salah? Bentar lagi aku ketemu dede dong. Perasaanku antara bahagia, tapi sambil meringis menahan mules.

Aku pindah ke kamar tindakan, Abang selesai mengurus administrasi dan menemani aku. Bidan terlihat sibuk mempersiapkan semuanya. Mereka tetap sabar walau aku mengeluh.
“Ibu tarik napas, hembuskan. Fhiuuh. FhiuuH.”
“Aduh saya pengen ngeden banget ini.”
“Jangan dulu Bu. Tarik napas..”
“Fhiuuh.. Fhiuuh..”

Aku berusaha tenang, tarik napas yang dalam. Tapi tetap saja ga bisa. Abang ikut menenangkan aku. Aku harus kuat.

Akhirnya dr. Yuyun datang.

“Dok, ini udah bukaan 10.”
“Wah, iya. Ini rambutnya udah keliatan. Ini mah sekali dorong juga keluar. Ayo Bu, dorong yang kuat.”

Aku berusaha ngeden sekuat tenaga, tapi apa mau dikata, harusnya ngeden di perut, aku malah di leher. Jadinya kurang kuat, napasku pun pendek. Akhirnya ngeden yang keempat kali, dengan sekuat tenaga aku dorong, aku ingin segera ketemu dede.

“Oeee.. oeee..”

“Alhamdulillah Bu, anaknya perempuan, lahir jam 01.16”

Alhamdulillah, ya Allah. Lega banget rasanya. Senang banget. Lupa udah semua rasa mules yang tadi.

“Ibu, sambil dijahit, sambil dedenya IMD ya.”

Untuk pertama kalinya aku menyentuh dede, kulit kami bersentuhan. Ya Allah rasanya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Setelah jahit-menjahit selesai, dede pun dibawa untuk observasi lebih lanjut selama 6 jam, baru kemudian rooming in.

“Ibu istirahat dulu ya. Siapin tenaganya, makan yang banyak, nanti mau nyusuin dedenya.”

Walau disuruh istirahat, tetap saja aku tak bisa tidur. Rasanya masih tak percaya aku baru saja melewati proses yang ‘Subhanallah’ itu.

Welcome our love, Kanaya Nurul Hafiza.
Semoga kelak bisa menjadi muslimah yang bermanfaat bagi agama, baik akhlaknya, cinta Allah, Rasulullah, dan Al Quran. Aamiin.

Kanaya Nurul Hafiza

Kanaya Nurul Hafiza

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: